Jumat, 04 Februari 2011

Budidaya Durian Unggul


Siapa yang tidak kenal buah durian? Tentu tidak ada yang bilang tidak. Hal ini tidak mengherankan karena jenis buah ini memang sangat terkenal. Hanya lewat baunya saja, orang bisa menebak dari kejauhan tanpa meleset.
Di Indonesia banyak terdapat jenis durian, baik jenis lokal maupun jenis unggul.Durian unggul yang dikeluarkan oleh Balai Benih Nasional diantaranya ialah Durian jenis Sitokong, Kani, Sunan dan Petruk. Sedangkan jenis durian unggul yang berasal dari luar negeri seperti dari Thailand adalah durian Cane, Lai dan Monthong atau durian Bangkok.
Durian Bangkok berkembang di Indonesia sanggat lambat sehingga hanya segelintir orang saja yang membudidayakan dan dapat menikmatinya. Padahal keunggulan durian ini dibandingkan dengan durian unggul lainya sangat banyak, diantaranya kulit buah yang tipis sehingga dapat lebih banyak memuat buah dan lebih besar, daging yang tebal mencapai 2,5 - 3 cm, warna daging buah yang kuning emas membuat durian ini menarik, ditambah dengan baunya yang harum dan biji buahnya yang tipis, membuat orang semakin tertarik.
Di Indonesia durian ini hanya dapat ditemui di beberapa tempat dan perkembangannya belum meluas. Harganya bervariasi mulai dari Rp. 12.500 ,- sampai dengan Rp. 30.000,- per kg per butir.
Durian Bangkok dapat ditanam diketinggian 25-700 dpl. Umur produksi awal 5 (lima) tahun, sedangkan berat buah durian dapat mencapai 2,5 kg sampai dengan 12 kg per butir.
Adapun cara penanaman durian ini adalah sebagai berikut:
  1. Pembuatan lubang tanam dengan ukuran 100 cm x 100 cm x 70 cm
  2. Tanah yang sudah digali dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 3 yaitu 1 bagian pupuk kandang dicampur dengan 3 bagian tanah.
  3. Setelah tanah tercampur rata masukan kembali kelubang tanam, biarkan sampai 15 – 30 hari setelah itu ditanam.
  4. Perlu diperhatikan cara penanaman lubang yang akan ditanam tanaman harus lebih tinggi dari permukaan tanah asal.
Pembuatan lubang dan penanaman:
  • Bibit 1 pohon Rp 50.000
  • Buat lubang tanam 100 x 100 x 70 cm Rp 4.000
  • Pupuk kandang 1 kandi Rp 3.000
  • Tanam Rp 2.000
  • NPK 15 :15 :15 1 kg RP 4.000
PEMUPUKAN
Pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK 15 : 15 : 15
1. Tahun Pertama
Umur tanam 3 bulan 150 gram
Umur tanam 6 bulan 200 gram
Umur tanam 12 bulan atau 1 tahun 250 gram
2. Tahun Kedua
Pupuk kandang 2 karung
Umur tanam 18 bulan atau 1,5 tahun 300 gram
Umur tanam 24 bulan atau 2 tahun 350 gram
3. Tahun Ketiga
Pupuk kandang 3 karung
Umur tanam 30 bulan atau 2,5 tahun 500 gram
Umur tanam 36 bulan atau 3 tahun 1000 gram
4. Tahun Keempat
Pupuk kandang 4 karung
Umur tanam 42 bulan atau 3,5 tahun 2500 gram
Umur tanam 48 bulan atau 4 tahun 3000 gram
5. Tahun Kelima
Pupuk kandang 5 karung
Umur tanam 54 bulan atau 4,5 tahun 4000 gram
Umur tanam 60 bulan atau 5 tahun 5000 gram
6. Tahun KenamPupuk kandang 6 karung
Umur tanam 66 bulan atau 5.5 tahun 6000 gram
Umur tanam 72 bulan atau 6 tahun 8000 gram
Pada tahun selanjutnya dapat mengunakan pupuk sesuai kebutuhan dan kesuburan tanaman. Adapun jarak tanam yang ideal yang digunakan adalah 10m x 10m atau 12m x 10m dengan catatan jarak 12m adalah jarak tanaman yang membujur ke utara-selatan. Tujuannya adalah supaya sinar matahari dapat lebih leluasa mengenai tanaman.

Cara pemupukan dapat dilakukan dengan cara membuat lubang berbentuk lingkaran dengan kedalaman 20 cm yang berada diluar tajuk terluar. Dengan cara ditaburkan merata didalam lubang kemudian ditutup kembali supaya tidak menguap. Waktu pemupukan setelah satu tahaun yang terbaik adalah pada pemupukan pertama diberikan pada saat awal musim hujuan sedangkan pada pemupukan kedua diberikan pada saat akhir musim hujan.
Pada tahun pertama dan kedua dilakukan penyiraman pada tanaman durian yang ditanam. Penyiraman bisa dilakukan satu hari sekali atau dua hari sekali dilihat kondisi tanah sekitar tanaman, apabila tanah sekitar dalam waktu dua hari kering maka penyiraman dilakukan satu hari satu kali. Penyiraman terbaik diberikan pada saat pagi hari atau sore hari. Satu tanaman dapat diberi sebanyak lima liter air atau satu ember kecil satu kali penyiraman. Penyiraman dapat dicampur dengan pupuk kandang yang telah direndam selama satu bulan sebelumnya.
Cara pembuatan pupuk kandang cair adalah dengan mengunakan drum, kemudian diisi dengan pupuk kandang setengah bagian drum tambahkan air sampai penuh dan ditambahkan stardek atau EM4, agar pupuk tersebut lebih cepat terurai sehingga dapat mempercepat pemakian. Dosis pemakian stardek adalah satu sendok makan sedangkan untuk EM4 dua tutup. Setiap lima hari sekali drum dibuka kemudian aduk sampai rata kemudian tutup kembali perlakuan itu dilakukan sebanyak 4 kali kemudian dapat digunakan. Untuk dicampurkan dengan menyiram dosis yang diberikan adalah satu ember besar air dicampur dengan satu ember kecil pupuk cair. Dapat pula dicampurkan plantcatalis dengan dosis satu senok teh setiap ember besar.
Tanaman buah durian mulai belajar buah pada saat usia lima tahun untuk pembuahan pertama dapat dibuahkan 5 sampai 10 butir kemudian tahun selanjutnya dapat dibuahkan 10 sampai 20 butir dan seterusnya.
Cara penangulagan baik hama maupun penyakit adalah sebagai berikut pada musim kemarau dilakukan penyemprotan insektisids misalnya pastak, decis, matador. Bertujuan untuk megendalikan hama berupa apis, semut, belalang, ulat, yamg sifatnya merusak bagian tanaman atau menghambat pertumbuhan tanaman. Adapun dosis yang digunakan adalah cc/liter atau untuk tiga tutup botul dicampur dengan 14 liter air atau satu tengki. Dalam satu tengki dapat disempotkan ± 30 tanaman. Cara penyemprotan dilakukan ke seluruh bagian tanaman perlakuakn tersebut dilakukan satu minggu satu kali. Pestisida ini bertujuan untuk pencegahan dan bukan untuk pengobatan jadi diusahakn rutin diberikan. Apabila ditemui tanaman durian berlubang dan nengeluarkan cairan yang kental maka pengendalian dengan cara mencelupkan kapas pada pestisida kemudian masukan kedalam lubang yang terserang dan ditutup dengan kayu (pantek).
Pada musim hujuan dapat dapat dilakukan pencegahan penyakit dengan mengunakan Antrakol, bresten, dithane yang bertujuan untuk ngendalikan penyakit busuk batang, busuk pucuk, cendawan, merusak bagian tanaman atau menghambat pertumbuhan tanaman. Adapun caranya dengan mengunakan fungisida dua sendok makan ditambah pestisida dua tutup kemudain ditambahkan air sedikit supaya dapat menempel pada batang dan cabang tanaman. Satu kali perlakuan dapat diaplikasikan ± 20 tanaman, perlakuan tersebut diulangi setiap satu minggu sekali selama musim hujan. Apabila terjadi hujan yang deras atau terus menerus dapat dicampur dengan perekat, perekat ini dapat dibeli pada toko pertanian atau toko pupuk.

Cara Menanam & Pemupukan Durian

Berikut adalah cara menanam tanaman Durian baru dengan bibit umur 1 tahun ( 40 cm)





















Sedangkan cara pemupukan dan waktunya adalah sebagai berikut:










http://antapsari.blogspot.com/2009_10_01_archive.html

Buadidaya Durian Montong


April 30, 2009
durian_monthongDURIAN MONTHONG
Family Bombacaceae
Deskripsi
Durian ini berasal dari Thailand. Tanaman Durian monthong merupakan tanaman genjah. Mampu berproduksi pada umur 4-5 tahun sejak ditanam dengan bibit asal sambung pucuk. Produksi buahnya cukup banyak. Mampu beradaptasi pada berbagai tempat. Sayangnya, tanaman ini tidak mempunyai ketahanan terhadap penyakit Phytophthora .sp. Bentuk buah bervariasi, dari bulat panjang sampai hampir persegi. Durinya besar dan tersusun jarang. Bobot buahnya mampu mencapai 6 kg. Kulitnya tebal dengan warna hij au. juringnya ada 5. Warna daging buah ada yang kuning emas, ada pula yang krem. Dagingnya sangat tebal dengan rasa manis legit dan aroma harum sedang.
Manfaat
Buah durian matang, atau tepatnya arilusnya, yang merupakan bagian yang dapat dimakan, umumnya dikonsumsi dalam keadaan segar. Di pasar, buah durian ini mengiklankan diri melalui baunya yang keras dan khas. Buah durian sangat disukai orang, sehingga panen padi di Indonesia akan terbengkalai jika bertepatan dengan panen buah durian, dan sampai puncak masa panen durian orang-orang masih bernafsu besar untuk memakannya. Buah durian diawetkan dengan cara mengeringkan daging buahnya menjadi kue durian, atau diolah menjadi dodol; dapat pula difermentasi atau dijadikan asinan. Kini arilus durian juga diciutkan dan dibungkus, lalu dibekukan untuk memperpanjang penyediaan durian; dengan cara ini buah durian dapat diterima di pasaran ekspor. Rasa durian lebih disenangi di dalam es krim dan kue-kue. Biji durian yang direbus atau dibakar dimakan sebagai makanan kecil. Pucuk muda dan buahnya yang masih muda dapat dimasak untuk lalap. Kulit buah yang dikeringkan digunakan sebagai bahan bakar, terutama untuk mengasapi ikan. Beberapa bagian pohon durian dimanfaatkan sebagai obat; buah durian dianggap dapat menyembuhkan kesehatan orang atau hewan yang sakit. Menurut kepercayaan yang umum dianut, orang yang memakan durian dibarengi dengan minuman beralkohol dapat menyebabkan sakit atau bahkan mematikan. Kayunya yang kasar dan ringan tidak tahan lama, tetapi dapat digunakan untuk konstruksi dalam rumah clan perkakas rumah yang murahan.
Syarat Tumbuh
Tanaman durian dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Namun, produksi terbaiknya dicapai jika penanaman dilakukan pada ketinggian 400-600 m di atas permukaan laut. Tanaman ini menyukai daerah yang beriklim basah atau tempat-tempat yang banyak turun hujan. Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhannya yaitu tanah yang lembap, subur, gembur, tak bercadas, dan kedalaman air tanahnya tidak lebih dari 1 m.
Pedoman Budidaya
Di Indonesia, sebagian besar durian masih ditumbuhkan dari benih, walaupun beberapa cara perbanyakan klon telah dipraktekkan pula. Di Filipina, perbanyakan dengan benih telah diganti dengan penyambungan sanding (inarching) dan penyambungan celah (cleft grafting). Di Thailand, pembibitan-pembibitan menghasilkan sejumlah besar 1′pohon durian melalui dua cara. Penyusuan secara tradisional mungkin merupakan penyambungan sanding yang cukup sederhana dan sangat tinggi persentase keberhasilannya; caranya ‘ialah batang bawah yang dipelihara dalam kantung dibuntungi dan disisipkan ke cabang kecil pada tanaman induknya. Cara lainnya ialah penyambungan hipokotil, menggunakan semai dalam pot, berumur 5-6 minggu, yang disambung-celah dengan batang atas-mini yang dipotong dari pucuk lateral yang tipis saja. Perlakuan fungisida, terowongan plastik, dan naungan berat sangat diperlukan untuk melindungi jaringan yang masih rapuh. Lima orang pekerja yang berpengalaman dapat mengerjakan 300 sambungan, dikerjakan dari pukul 8 malam sampai tengah malam ; menghindari panasnya siang hari konon merupakan faktor penting alam mencapai tingkat keberhasilan di atas 90176. Benih durian kv. ‘Chanee’ biasa digunakan di Thailand untuk meningkatkan penyediaan batang bawah. Anakan durian dapat ditanam di lapangan seteiah berumur 1 tahun, dengan jarak tanam 8-16 m. Pada tahun pertama diperlukan naungan. Pada jarak tanam yang lebih rapat, mungkin kebun durian itu perlu penjarangan setelah 8-1
Pemeliharaan
Gulma dibabat dan dibiarkan sebagai mulsa, tetapi lahan di bawah kanopi pohon diusahakan bebas dari gulma. Penyedotan hara sampai saat panen berjumlah 2,4 kg N, 0,4 kg P, 4,2 kg K, 0,3 kg Ca, dan 0,5 kg Mg per ton buah, tetapi penyedotan hara total belum pernah diteliti. Praktek di Thailand ialah memberikan pupuk majemuk dekat dengan garis-tetes segera setelah muncul kuncup bunga, ditunjang dengan pemberian pupuk di atas tanah jika telah ada pembentukan buah yang lebat; pemberian pupuk lainnya dilakukan setelah panen. Jika tersedia pupuk kandang, dapat menggantikan pemberian pupuk yang terakhir.
Hama dan Penyakit
Penyakit busuk akar, penyakit busuk pangkal batang, atau kanker-bintik (patch canker), yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora, merupakan pembunuh yang ditakuti. Jamur ini hidup di dalam tanah dan memperlemah pohon dengan cara menginfeksi akar. Infeksi bagian di atas permukaan tanah juga terjadi, barangkali terutama disebabkan oleh cipratan partikel-partikel tanah. Pohon durian akan mati jika infeksi pada pangkal batang lama-lama melukai keliling batang pohon itu. Untuk memberantas penyakit ini, pangkal batang diusahakan bebas dari tunas-tunas lateral setinggi 1 m atau lebih, lahan sekitar pohon agar bebas dari gulma, dan pengairan hendaknya tidak membasahi pangkal batang atau tanah yang dekat situ, juga air penyiraman dari satu pohon tidak membasahi pohon lain. Semacam pasta fungisida (sistemik) dicatkan pada pangkal batang durian, dan pohonnya hendaknya seringkali diperiksa, bagian yang terinfeksi agar dipotong dan bekas lukanya dibersihkan. Penyakit-penyakit lain, seperti bintik daun yang disebabkan oleh Colletotrichum spp., Homortegia durionir dan Phyllorticta durionir, dan busuk buah (Rhizopus sp.), tidak begitu berarti. Berbagai hama telah diamati menyerang durian, tetapi kerusakannya tampaknya hanya kadang-kadang. Suatu ulat pengebor buah, Hypoperigea (Plagideicta) lepro.rtricta, memakan biji durian, dan tampaknya lebih sering terjadi. Mamalia, seperti tikus, babi hutan, dan beruang, senang sekali memakan buah durian, dan buahbuah yang berjatuhan harus dikumpulkan setiap pagi agar mengurangi kerugian.
Panen dan Pasca Panen
Panen Pohon durian tumbuh sangat tinggi, dan karena sulit menerka matangnya buah, praktek yang umum dilakukan ialah menunggu sampai buah itu berjatuhan. Pemanenan secara selektif itu perlu, dan pemetik yang berpengalaman menggunakan berbagai kriteria untuk menaksir kematangan buah durian. Diawali dari jumlah hari yang telah dilewati sejak bunga mekar, mereka juga mungkin memperhatikan warna, elastisitas dan letaknya duri, intensitas bau yang keluar dari buah, suara yang terdengar jika jari-jari dijentikkan pada alur-alur di antara duri, perubahan pada tangkai buah, dan uji-apung di air. Penanganan pasca panen Berkat kulitnya yang kuat, pengangkutan buah durian dipermudah, tetapi adanya duri-duri itu menyulitkan penanganannya; buah ini perlu dipegang tangkainya. Buah yang telah pecah sewaktu jatuh ke tanah, cepat sekali rusak, arilusnya menjadi tengik dalam waktu 36 jam saja. Buah yang masih bertangkai, yang dipungut dari bawah pohonnya masih dapat dimakan setelah 2-3 hari, tetapi jika daya tahan buah yang telah dipungut itu dapat diperpanjang sekitar 1 minggu lagi, hal ini akan merupakan keuntungan yang besar. Buah durian harus segera diangkut ke pasar, diwadahi karung, keranjang bambu atau ditumpuk saja dalam bak truk. Ruang pendingin bersuhu 15° C dapat memperpanjang daya tahan, buah durian selama 3 minggu, dan daging buah yang dibekukan secara cepat akan dapat mempertahankan rasanya selama 3 bulan atau lebih:
http://ayobertani.wordpress.com/2009/04/30/buadidaya-durian-montong/

Jual Bibit Durian Montong 15rb/Bibit

Jual Bibit Durian Montong 15rb/Bibit

jual :

* bibit durian berbuah merah 25rb (okulasi 25cm)

* bibit durian montong 15rb (okulasi tinggi 25cm)

* bibit durian petruk 15rb (okulasi 25cm)
* bibit durian mentari 15rb (okulasi 25cm)
* bibit kelengkeng okulasi : jenis pimpong dan diamond river 70rb/bibit. tinggi 50-60cm


call/sms adit 08155558360
www.indoanthurium.com

jual bibit durian montong

jual bibit durian montong

Jual Durian Montong

spesifikasi:
Tinggi: 75 cm
Harga : 60.000, -
Lokasi pembibitan: Dusun Sempu Desa Gading Kulon Malang
wilayah pengiriman: Jawa Timur
Harga sudah termasuk ongkos kirim untuk wilayah malang raya
Untuk wilayah luar malang raya ongkos kirim 50: 50

informasi hub:
aspri
telp 085646711191
email: mr.athalah@ gmail.com

   Nama: Tn. aspri [Pemilik/Pengusaha]
   E-mail: asprinurhendra@mail.com
   Situs Web: http://www.rajabibit.blogspot.com   
   Nomer HP: 085646711191
   Nomer Telpon: 085646711191
   Alamat: permata regency 2 blok A11/18 ngijo-karangploso
malang 65141, Jawa Timur
IndonesiA
http://udaspri.indonetwork.co.id/2358911/jual-bibit-durian-montong.htm  

MONTHONG MERAH DAN HIJAU OKULASI

Katalog Produk: DURIAN MONTHONG MERAH DAN HIJAU OKULASI HARGA Rp, 5000-8000

Negara Asal:Indonesia
Harga:5000-8000
Cara Pembayaran:Transfer Bank (T/T)
Kemas & Pengiriman:TRUK
Keterangan:JUAL BIBIT DURIAN MONTHONG MERAH DAN DURIAN MONTHONG HIJAU Rp, 5000 - 8000 / Batang

HARGA = Rp, 8000an / 100 - 500 Batang
HARGA = Rp, 7000an / 600 - 1000 Batang
HARGA = Rp, 6000an / 2000 Batang
HARGA = Rp, 5000an / 3000 Batang

( TIDAK TERMASUK ONGKIR)

UKURAN = 40cm UP

UMUR BERBUAH = 3th-4th

LOKASI = PEKALONGAN LAMPUNG

INFO = 095269991119 ( meydi )
http://gatsbrothers.indonetwork.co.id/1962864/durian-monthong-merah-dan-hijau-okulasi-harga-rp-5000-8000.htm                  

USAHA PEMBIBITAN TANAMAN BUAH-BUAHAN

USAHA PEMBIBITAN TANAMAN BUAH-BUAHAN

ASPEK PRODUKSI
Pengolahan tanah dengan bajak
Tanah yang digunakan untuk usaha pembibitan tanaman buah-buahan pada wilayah ini merupakan bekas pertanaman padi, sehingga tanah harus diolah terlebih dahulu. Pengolahan tanah biasanya dilakukan pada bulan Desember/Januari. Sebelum pengolahan tanah, lahan diairi terlebih dahulu agar mudah dibajak. Kemudian tanah dibajak dengan menggunakan sapi/kerbau. Pada jenis tanah ringan, pembajakan dilakukan satu kali saja, sedangkan pada tanah berat, pembajakan dilakukan dua kali dengan jangka waktu satu minggu. Setelah dibajak, tanah didiamkan selama seminggu agar air berkurang.
Pembuatan bedengan atau guludan
Dalam membuat bedengan tanah dicangkul terlebih dahulu sedalam 20-30 cm. Hal ini dimaksudkan agar tanah menjadi gembur dan rata. Bedengan yang dibuat berukuran lebar 40-50 cm dan tinggi 20 cm. Jarak antar bedengan 30-40 cm. Panjang bedengan tergantung dari luas areal kebun. Bedengan dibuat memanjang dari timur ke barat agar mendapat banyak sinar matahari. Diantara bedengan perlu dibuat parit sebagai saluran air. Lebar parit sekitar 15-20 cm, dengan kedalaman 10-20 cm. Selanjutnya di atas bedengan diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk kandang yang diberikan sebaiknya sudah dingin atau sudah dibiarkan beberapa minggu. Pemupukan sebaiknya dilakukan satu minggu sebelum tanam

Gambar 4.2. Bedengan untuk pembibitan tanaman buah-buahan


Penanaman biji untuk batang bawah
Sebelum penanaman biji dibuat terlebih dahulu lubang tanam dengan tugal pada bedengan. Biji ditanam dalam lubang tanam dengan kedalaman ±10 cm. Setiap lubang diisi satu butir biji. Jarak tanam antar lubang sekitar 15-20 cm, dan jarak antar barisan 15-20 cm. Setelah biji ditanam, lubang ditutup kembali dengan tanah. Satu-dua minggu kemudian biji akan tumbuh dan untuk biji yang tidak tumbuh dilakukan penyulaman.
Pemeliharaan
Agar bibit okulasi nantinya bisa menjadi tanaman yang sehat, maka batang bawah sebaiknya dipelihara dengan baik. Pemeliharaan terdiri dari penyiangan, pemangkasan, pemupukan urea, pengairan dan pengendalian Hama Penyakit Tanaman (HPT). Penyiangan pertama dilakukan pada saat tinggi tanaman sekitar 20 cm dengan tangan atau dengan alat bantu cangkul/kored. Hal ini dilakukan untuk menghindari persaingan nutrisi antara tanaman dan gulma.
Pemupukan dimulai saat umur tanaman 1-2 bulan setelah penanaman biji dan dilanjutkan 1-2 bulan setelah okulasi. Urea yang diperlukan sebanyak 400 kg/ha. Pada tahap awal pemupukan buatlah alur melingkari tanaman. Garis tengah alur disesuaikan dengan lebarnya tajuk bibit. Kedalaman alur dibuat 2-3 cm. Pengairan dilakukan setiap hari apabila tidak turun hujan. Biji yang baru ditanam membutuhkan pengairan satu kali sehari, tapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama atau sampai terlalu basah.
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terkendali sampai tanaman siap panen atau transplanting. Jenis pestisida yang digunakan adalah acinol, colatrol dan dushband dengan jumlah total sebanyak 40 liter per ha.
Hal yang lebih penting batang bawah jangan sampai memiliki cabang di bawah ketinggian 30 cm. Cara mengatasinya dengan melakukan pemangkasan bila ada tunas yang tumbuh di bagian tersebut. Dan juga perlu dijaga agar batang tetap tegak lurus sehingga akan memudahkan pengokulasian dan akan diperoleh bentuk batang okulasi yang baik.
Okulasi
Tempel atau enten atau okulasi (bahasa Belanda) atau budding (bahasa Inggris) melibatkan menyatunya bagian-bagian tanaman dengan jalan regenerasi, yang berhasil mencapai penyatuan fisik dan tumbuh menjadi satu tanaman tunggal. Bagian yang memberi akar disebut batang bawah (rootstock) dapat berupa sepotong akar atau tanaman utuh, bagian yang ditambahkan disebut batang atas (scion atau entrijs) berupa mata tempel.
Syarat batang bawah yang siap diokulasi adalah pertumbuhan batang bawah tegak dan lurus, tinggi batang 30-50 cm, jumlah ruas 8-10 ruas untuk rambutan, 2 ruas untuk mangga dan durian dan kesehatan tanaman bebas hama dan penyakit utama. Umur dari semai 6-8 bulan. Syarat mata tempel yakni asal mata tempel pohon induk yang telah ditetapkan, varietas telah dilepas, kondisi pohon induk sehat dan bebas hama dan penyakit utama, tinggi penempelan 20-30 cm dari permukaan tanah.
Secara umum okulasi terdiri dari pengirisan batang bawah, pengambilan dan penyisipan mata, pengikatan tempelan dan pemotongan batang bawah. Waktu yang baik untuk melakukan okulasi adalah pada saat kulit batang bawah maupun batang atas muda dikelupas dari kulitnya. Saat ini terjadi pada waktu pembelahan sel dalam kambium berlangsung secara aktif. Setiap tanaman mempunyai waktu pembelahan yang berbeda, ada yang aktif di musim kemarau atau saat musim hujan.
Untuk tanaman durian, mangga dan rambutan okulasi dilakukan saat musim kemarau (Juni-Agustus). Hal ini untuk menghindari jamur/cendawan. Sebab jika okulasi dilakukan saat musim hujan maka mata tempel yang ditempel akan musnah terserang jamur/cendawan sehingga okulasi gagal. Kulit batang bawah disayat, tepat di atas matanya (± 1 cm). Dipilih mata tempel yang berjarak 20 cm dari permukaan tanah.
Adapun urutan okulasi adalah :
  1. Pada batang bawah, dibuat sayatan melintang sepanjang 1 cm, dari ujung irisan melintang ini kulit dikupas ke bawah sepanjang 2-3 cm sehingga mirip lidah.
  2. Kulit yang mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya.
  3. Mata tempel diambil dengan cara irisan segi empat. Besarnya kulit mata ini harus lebih kecil, karena jika ukuran kulit mata sama atau lebih besar maka okulasi akan gagal.
  4. Kulit mata yang telah dilepas dari kayunya, didalamnya ada kambium dan di luar ada matanya, ditempelkan pada irisan batang bawah. Setelah tempelan pas benar, kemudian diikat dengan plastik.
  5. Dalam waktu 2-3 minggu kemudian ikatan dibuka. Bila matanya masih hijau, berarti okulasi berhasil, jika coklat, berarti okulasi gagal dan perlu dilakukan penyulaman.
Tingkat keberhasilan okulasi cukup rendah, sebagai contoh pada 100.000 bibit yang diokulasi hanya 60% saja yang tumbuh yaitu 60.000 bibit sehingga perlu dilakukan penyulaman okulasi sebanyak 40.000 bibit. Pada penyulaman ini hanya 50% yang tumbuh yaitu 20.000 bibit. Dengan demikian total tanaman yang berhasil hidup setelah okulasi (stump) adalah sebanyak 80.000 bibit atau 80%.

a. Kulit kayu batang bawah dikelupas b. Mengambil mata tempel c. Mata tempel yang bagus terdapat bintil di kulit kayu d. Tempelkan mata tempel di bagian batang bawah e. Ikat tempelan dengan plastik f. Tanaman yang berhasil diokulasi (stump)

Sumber foto : Rini Wudianto dan pribadi
Foto 4.3. Tahapan okulasi

Pemeliharaan
Pemeliharaan setelah okulasi sama dengan pemeliharaan sebelum okulasi, yaitu berupa penyiangan, pemangkasan, pemupukan urea, pengairan dan pengendalian Hama Penyakit Tanaman (HPT).
Panen/Transplanting
Panen atau transplanting dilakukan setelah stump (tanaman hasil okulasi) berumur 6-7 bulan. Panen atau transplanting dilakukan pada Desember atau Januari dan terdiri dari dua tahap yakni :
a. Pendongkeran
Pendongkeran adalah mencabut tanaman dari lapang dan dipindahkan ke karung atau keranjang (Foto 4.4.). Alat yang digunakan yaitu pendongker. Langkah-langkah pendongkeran yaitu
  • Lahan yang siap dipanen diairi terlebih dahulu selama 1-2 hari. Hal ini dimaksudkan agar tanah dan tanaman mudah dicabut/diambil dan ridak hancur.
  • Pendongker ditusuk/dimasukkan ke dalam tanah disekeliling tanaman sedalam kurang lebih 20 cm. Baru kemudian tanaman diangkat dan dimasukkan ke sobekan karung atau keranjang.

Foto 4.4. Cara pendongkeran atau pencabutan bibit

b. Pengangkutan
Setelah pendongkeran bibit dimasukkan ke sobekan karung atau keranjang, kemudian karung diikat dengan tali rafia agar tanah tidak jatuh dan rusak sehingga bibit dapat mati. Setelah itu bibit diangkut ke showroom dan dibiarkan selama 3-4 minggu untuk adaptasi dan mengetahui kepastian tumbuhnya baru setelah diketahui kepastian hidup bibit dapat dipasarkan

Foto 4.5. Bibit yang selesai ditransplanting kemudian di bawa ke showroom

Pemberian label
Pemberian label dilakukan oleh BPSB Denpasar Kantor Perwakilan Singaraja dan pengawasan dimulai mulai dari penanaman batang bawah hingga transplanting. Tanaman hasil okulasi (stump) yang siap dilabel yaitu jumlah cabang tunas mata tempel minimum satu jumlah daun pada mata tempel pasca aklimatisasi 8 helai, panjang tunas mata tempel (minimum) dan atau jumlah ruas pada tunas mata tempel yakni 30-40 cm /2 ruas, kondisi fisik bibit sehat bebas hama dan penyakit utama, umur bibit sejak penempelan (minimum) 6 bulan. Pemberian label dapat dilihat pada lampiran 15.

Gambar 4.6. Contoh label benih yang digunakan penangkar pada bibit mangga Lalijiwa
 
http://www.bi.go.id/sipuk/id/?id=4&no=10810&idrb=40801

PEMBIAKAN DURIAN BAB I PENDAHULUAN

BAB I
PENDAHULUAN

Tanaman buah durian adalah salah satu bagian dari sistem kebun yang merupakan salah satu pola dari wanatani yang banyak dipraktekkan di Indonesia. Sistem tersebut tumbuh secara tradisional dan hasilnya biasanya hanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sendiri dan memenuhi kebutuhan pasar di desa.
Apabila produksi tanaman buah durian dapat dilakukan dengan baik sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan tuntutan pasar, maka penanaman buah durian merupakan peluang bagi petani untuk memenuhi kebutuhan pasar buah duriian di tingkat provinsi ataupun nasional.
Hal ini sangatlah penting terutama untuk petani yang tinggal di sekitar  hutan sehingga dapat mengurangi skala kerusakan hutan. Durian merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur).
Beberapa petani melihat bahwa menanam buah durian, berarti menciptakan alternatif penghasilan keluarga dan meningkatkan taraf hidup untuk jangka panjang. Oleh karena itu, meningkatkan kemampuan tehnik perbanyakan dan budidaya buah durian sangat penting di tingkat petani. Beberapa petani yang bersemangat menanam buah durian, umumnya mendapatkan dan memperbanyak bibit dari biji yang tersedia di sekeliling mereka. Namun sangat disayangkan bahwa kualitas fisiologis dan genetik benih tersebut diragukan. Benih yang direkomendasi biasanya terdapat di dinas pertanian. Sayangnya sebagian besar benih yang digunakan petani berasal dari sektor informal. Oleh sebab itu, untuk mendukung dan meningkatkan usaha pertanaman buah-buahan yang dilakukan petani, baik penelitian maupun penyuluhan harus diarahkan untuk memperkuat dan meningkatkan ketersedian benih dan bibit tanaman bermutu. Tahap pertama untuk mencapai tujuan tersebut adalah membangun kerjasama antar kelompok tani dengan sektor perbenihan formal melalui kunjungan lapangan, menyebarkan benih dan bibit bermutu ke petani, bekerjasama dengan lembaga yang mempunyai percobaan di tingkat petani, serta melakukan kegiatan pelatihan perbanyakan dan pengelolaan bibit buah untuk petani dan staf LSM yang bekerja bersama petani.  
Kerjasama dan keterkaitan di atas jelas akan memberikan kemandirian petani untuk menghasilkan dan mengelola bibit dan tanaman mereka. Oleh karena itu, melatih kemampuan petani untuk melakukan perbanyakan secara vegetatif adalah langkah yang penting untuk mendapatkan bibit yang baik secara genetik, memperbanyak jenis-jenis tanaman yang sulit didapat, mempercepat saat pembuahan, serta menghindari terjadinya kekurangan benih kerena tidak teraturnya masa pembungaan. Dan didasarkan pada tujuan pedoman tehnik perbanyakan vegetatif dan budidaya buah-buahan terutama sekali pada buah- buahan durian.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sistem pembiakan secara vegetatif pada durian
Durian ditanam dengan menggunakan biji atau secara vegetatif. Walaupun pembiakan menggunakan biji mudah dan murah, ia tidak dapat mengekalkan ciri- ciri pokok induk karena kebanyakan varieti komersial melalui pendebungaan silang. Pokok ini juga lambat berbuah. Dengan itu, pokok durian lebih baik dibiakkan secara vegetatif.
Persyaratan biji durian yang akan diokulasi berasal dari biji yang sehat dan tua, dari tanaman induk yang sehat dan subur, sistem perakaran bagus dan produktif. Biji yang ditumbuhkan, dipilih yang pertumbuhannya sempurna. Setelah umur 8-10 bulan, dapat diokulasi, dengan cara:
1.      Kulit batang bawah disayat, tepat di atas matanya ( + 1 cm). Dipilih mata tunas yang berjarak 20 cm dari permukaan tanah.
2.      Sayatan dibuat melintang, kulit dikupas ke bawah sepanjang 2-3 cm  sehingga mirip lidah.
3.      Kulit yang mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya.
4.      Sisipan “mata” yang diambil dari pohon induk untuk batang atas (disayat
dibentuk perisai) diantara kulit. Setelah selesai dilakukan okulasi, 2
minggu kemudian di periksa apakah perisai mata tunas berwarna hijau
atau tidak. Bila berwarna hijau, berarti okulasi berhasil, jika coklat, berarti
okulasi gagal.
2.1.1. Model tusuk/susuk
a)       Tanaman calon batang atas dibelah setengah bagian menuju kearah pucuk.
Panjang belahan antara 1-1,5 cm diukur dari pucuk. Tanaman calon batang
bawah sebaiknya memiliki diameter sama dengan batang atasnya. Tajuk
calon batang bawah dipotong dan dibuang, kemudian disayat sampai
runcing. Bagian yang runcing disisipkan kebelahan calon batang atas yang telah dipersiapkan. Supaya calon batang bawah tidak mudah lepas, sambungannya harus diikat kuat-kuat dengan tali rafia.
b)       Selama masa penyusuan batang yang disatukan tidak boleh bergeser.
Sehingga, tanaman batang bawah harus disangga atau diikat pada tanaman
induk (batang tanaman yang besar) supaya tidak goyah setelah dilakukan
penyambungan. Susuan tersebut harus disiram agar tetap hidup. Biasanya,
setelah 3-6 bulan tanaman tersebut bisa dipisahkan dari tanaman induknya,
tergantung dari usia batang tanaman yang disusukan. Tanaman muda yang
kayunya belum keras sudah bisa dipisahkan setelah 3 bulan.
Penyambungan model tusuk atau susuk ini dapat lebih berhasil kalau
diterapkan pada batang tanaman yang masih muda atau belum berkayu
keras.

2.1.2. Model sayatan
a)      Pilih calon batang bawah (bibit) dan calon batang atas dari pohon induk  yang sudah berbuah dan besarnya sama.
b)      Kedua batang tersebut disayat sedikit sampai bagian kayunya. Sayatan pada kedua batang tersebut diupayakan agar bentuk dan besarnya sama.
c)      Setelah kedua batang tersebut disayat, kemudian kedua batang itu ditempel
tepat pada sayatannya dan diikat sehingga keduanya akan tumbuh
bersama-sama.
d)      Setelah 2-3 minggu, sambungan tadi dapat dilihat hasilnya kalau batang
atas dan batang bawah ternyata bisa tumbuh bersama-sama berarti
penyusuan tersebut berhasil.
e)      Kalau sambungan berhasil, pucuk batang bawah dipotong/dibuang, pucuk batang atas dibiarkan tumbuh subur. Kalau pertumbuhan pucuk batang atas sudah sempurna, pangkal batang atas juga dipotong.
f)        Maka akan terjadi bibit durian yang batang bawahnya adalah tanaman biji, sedangkan batang atas dari ranting/cabang pohon durian dewasa.

2.1.3 Cangkokan
Batang durian yang dicangkok harus dipilih dari cabang tanaman yang sehat,
subur, cukup usia, pernah berbuah, memiliki susunan percabangan yang rimbun besar cabang tidak lebih besar daripada ibu jari (diameter + 2–2,5 cm), kulit masih
hijau kecoklatan. Waktu mencangkok adalah awal musim hujan  sehingga
terhindar dari kekeringan, atau pada musim kering, tetapi harus disiram secara
rutin (2 kali sehari), pagi dan sore hari. Adapun tata cara mencangkok adalah
sebagai berikut:
1. Pilih cabang durian sebesar ibu jari dan yang warna kulitnya masih hijau kecoklatan.
2. Sayap kulit cabang tersebut mengelilingi cabang sehingga kulitnya terlepas.
3. Bersihkan lendir dengan cara dikerok kemudian biarkan kering angin sampai dua hari.
4. Bagian bekas sayatan dibungkus dengan media cangkok (tanah, serabut
gambut, mos). Jika menggunakan tanah tambahkan pupuk
kandang/kompos perbandingan 1:1. Media cangkok dibungkus dengan
plastik/sabut kelapa/bahan lain, kedua ujungnya diikat agar media tidak
jatuh.
5. Sekitar 2-5 bulan, akar cangkokan akan keluar menembus pembungkus cangkokan. Jika akar sudah cukup banyak, cangkokan bisa dipotong dan ditanam di keranjang persemaian berisi media tanah yang subur.
2.1.3 Teknik Penyemaian dan Pemeliharaan
Bibit durian sebaiknya tidak ditanam langsung di lapangan, tetapi disemaikan terlebih dahulu ditempat persemaian. Biji durian yang sudah dibersihkan dari daging buah dikering-anginkan sampai kering tidak ada air yang menempel. Biji dikecambahkan dahulu sebelum ditanam di persemaian atau langsung ditanam di polibag. Caranya biji dideder di plastik/anyaman bambu/kotak, dengan media tanah dan pasir perbandingan 1:1 yang diaduk merata. Ketebalan lapisan tanah sekitar 2 kali besar biji (6-8 cm), kemudian media tanam tadi disiram tetapi (tidak boleh terlalu basah), suhu media diupayakan cukup lembab (20°C-23°C). Biji ditanam dengan posisi miring tertelungkup (bagian calon akar tunggang menempel ke tanah), dan sebagian masih kelihatan di atas permukaan tanah (3/4 bagian masih harus kelihatan). Jarak antara biji satu dengan lainnya adalah 2 cm membujur dan 4-5 cm melintang. Setelah biji dibenamkan, kemudian disemprot dengan larutan fungisida, kemudian kotak sebelah atas ditutup plastik supaya kelembabannya stabil. Setelah 2-3 minggu biji akan mengeluarkan akar dengan tudung akar langsung masuk ke dalam media yang panjangnya ± 3-5 cm. Saat itu tutup plastik sudah bisa dibuka. Selanjutnya, biji-biji yang sudah besar siap dibesarkan di persemaian pembesar atau polibag.

2.1.4) Pemindahan Bibit
Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya sudah tumbuh setinggi 75- 150 cm atau berumur 7 - 9 bulan setelah diokulasi, kondisinya sehat dan pertumbuhannya bagus. Hal ini tercermin dari pertumbuhan batang yang kokoh, perakarannya banyak dan kuat, juga adanya helaian daun dekat pucuk tanaman yang telah menebal dan warnanya hijau tua.

2.2 Pengolahan Media Tanam
2.2.1 Persiapan
Penanaman durian, perlu perencanaan yang cermat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pengukuran pH tanah, analisis tanah, penetapan waktu/jadwal tanam, pengairan, penetapan luas areal penanaman, pengaturan volume produksi.

2.2.2 Pembukaan Lahan
Pembersihan dan pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanaman bibit berlangsung. Batu-batu besar, alang-alang, pokok-pokok batang pohon sisa penebangan disingkirkan. Perlu dibersihkan dari tanaman liar yang akan menganggu pertumbuhan.
2.2.3 Pembentukan Bedengan
Tanah untuk bedengan pembesaran harus dicangkul dulu sedalam 30 cm hingga menjadi gembur, kemudian dicampur dengan pasir dan kompos yang sudah jadi. Untuk ukuran bedengan lebar 1 m panjang 2 m, diberi 5 kg pasir dan 5 kg pupuk kompos. Setelah tanah, pasir dan kompos tercampur merata dan dibiarkan selama 1 minggu. Pada saat itu juga tanah disemprot Vapan/Basamid untuk mencegah serangan jamur/bakteri pembusuk jamur. Di sekeliling bedengan, perlu dibuatkan saluran untuk penampung air. Jika bedengan sudah siap, biji yang telah tumbuh akarnya tadi segera ditanam dengan jarak tanam 20 x 30 cm. Penanaman biji durian dilakukan dengan cara dibuatkan lubang tanam sebesar biji dan kedalamannya sesuai dengan panjang akar masing-masing. Setelah biji tertanam semua, bagian permukaan bedengan ditaburi pasir yang dicampur dengan tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm.
2.2.4 Pengapuran
Keadaan tanah yang kurang subur, misalnya tanah podzolik (merah kuning) dan latosol (merah-coklat-kuning), yang cenderung memiliki pH 5 - 6 dan penyusunannya kurang seimbang antara kandungan pasir, liat dan debu, dapat diatasi dengan pengapuran. Sebaiknya dilakukan menjelang musim kemarau, dengan kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%. Dua sampai 4 minggu sebelum pengapuran, sebaiknya tanah dipupuk dulu dan dilsiram 4-5 kali. Untuk mencegah kekurangan unsur Mg dalam tanah, sebaiknya dua minggu setelah pengapuran, segera ditambah dolomit.

2.3 Teknik Penanaman
2.3.1 Penentuan Pola Tanaman
Jarak tanam sangat tergantung pada jenis dan kesuburan tanah, kultivar durian, serta sistem budidaya yang diterapkan. Untuk kultivar durian berumur genjah, jarak tanam: 10 m x 10 m. Sedangkan kultivar durian berumur sedang dan dalam jarak tanam 12 m x 12 m. Intensifikasi kebun durian, terutama waktu bibit durian masih kecil (berumur kurang dari 6 tahun), dapat diupayakan dengan budidaya tumpangsari. Berbagai budidaya tumpangsari yang biasa dilakukan yakni dengan tanaman horti (lombok, tomat, terong dan tanaman pangan: padi gogo, kedelai, kacang tanah dan ubi jalar.
2.3.2 Pembuatan Lubang Tanam
Pengolahan tanah terutama dilakukan di lubang yang akan digunakan untuk menanam bibit durian. Lubang tanam dipersiapkan 1 m x 1 m x 1 m. Saat menggali lubang, tanah galian dibagi menjadi dua. Sebelah atas dikumpulkan di kiri lubang, tanah galian sebelah bawah dikumpulkan di kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan kering terangin-angin selama ± 1 minggu, lalu lubang tanam ditutup kembali. Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur pupuk kompos 35 kg/lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yang telah dicampur 35 kg pupuk kandang dan 1 kg fospat.  
Untuk menghindari gangguan rayap, semut dan hama lainnya dapat dicampurkan insektisida butiran seperti Furadan 3 G. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Tanah tidak perlu dipadatkan. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum penanaman bibit.
2.3.3 Cara Penanaman
Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya tumbuh 75-150 cm, kondisinya sehat, pertumbuhan bagus, yang tercermin dari batang yang kokoh dan perakaran yang banyak serta kuat.
Lubang tanam yang tertutup tanah digali kembali dengan ukuran yang lebih  kecil, sebesar gumpalan tanah yang membungkus akar bibit durian. Setelah  lubang tersedia, dilakukan penanaman dengan cara sebagai berikut :
1.      Polybag/pembungkus bibit dilepas (sisinya digunting/diiris hati-hati)
2.      Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai batas leher
3.       Lubang ditutup dengan tanah galian. Pada sisi tanaman diberi ajir agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah ajir.
4.      Pangkal bibit ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, lalu disiram air.
5.       Di atas bibit dapat dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Naungan ini sebagai pelindung agar tanaman tidak layu atau kering  tersengat sinar matahari secara langsung

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan :
a)      Tanaman buah durian adalah salah satu bagian dari sistem kebun yang merupakan salah satu pola dari wanatani yang banyak dipraktekkan di Indonesia
b)      Persyaratan biji durian yang akan diokulasi berasal dari biji yang sehat dan tua, dari tanaman induk yang sehat dan subur
c)      Bibit durian sebaiknya tidak ditanam langsung di lapangan, tetapi disemaikan terlebih dahulu ditempat persemaian
d)      Jarak tanam durian tergantung pada jenis dan kesuburan tanah, kultivar durian, serta sistem budidaya yang diterapkan
3.2 Saran
Untuk meningkatkan pemahaman tentang budidaya durian secara vegetatif kita sebagai mahasiswa-mahasiswi Universitas Almuslim haruslah lebih banyak mempelajari dan membaca buku-buku yang dapat menambah wawasan kita tentang buah durian khususnya dan buah-buahan yang lain secara umum.

http://www.scribd.com/doc/2445077/Pembiakan-Durian


Perbaiki mutu, 10 desa di Jatinom okulasi durian

Jatinom (Espos) Sepuluh desa di Jatinom, Klaten akan mengembangkan okulasi bibit untuk memperbaiki mutu buah durian yang dihasilkan perkebunan setempat. Demikian diungkapkan Koordinator Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Jatinom, Umaiyyah saat ditemui Espos di kantornya, Rabu (14/4).

Ke-10 desa itu adalah Randulanang, Mranggen, Beteng, Bengking, Socokansi, Bandungan, Kayumas, Temuireng, Glagah dan Krajan. Menurutnya, ke-10 desa itu sengaja dipilih karena secara geografi cocok untuk pengembangan okulasi bibit durian tersebut. “Tanah di 10 desa itu berupa tegalan sehingga cocok untuk pengembangan bibit okulasi durian ini,” tutur Umaiyyah.
Lebih lanjut, Umaiyyah menjelaskan, saat ini terdapat dua jenis pohon durian yang dikembangkan di lahan perkebunan di Kecamatan Jatinom. Kedua jenis pohon durian itu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
2.000 Bibit
Jenis pohon durian yang pertama mempunyai keunggulan cepat besar dan batangnya lebih kuat. Akan tetapi, jenis pohon durian ini lama berbuah. Kalaupun berbuah, kualitasnya rendah karena dagingnya tipis dan mempunyai biji yang besar.
Sebaliknya, jenis pohon durian kedua mempunyai keunggulan daging buah tebal dan biji kecil. Akan tetapi, jenis pohon durian ini mempunyai kekurangan karena lambat pertumbuhannya dan batangnya agak rentan. “Dengan melakukan okulasi terhadap kedua jenis pohon durian itu, diharapkan bisa memperbaiki mutu hasil perkebunan durian di Jatinom,” tandas Umaiyyah.
Umaiyyah menambahkan, saat ini pengembangan okulasi dua jenis durian baru mencapai tahap penanaman bibit. Menurutnya, okulasi akan dilakukan jika besar batang pada bibit itu sudah mencapai seukuran pensil.
Dalam hal ini, pihaknya menyiapkan sebanyak 2.000 bibit yang akan diokulasi. “Diharapkan pada bulan Juni nanti hasil okulasi bibit itu sudah ditanam di lahan perkebunan yang tersebar di 10 desa tersebut,” urai Umaiyyah. – Oleh : q mkd
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Selasa, 20 April 2010 , Hal.VII 

http://klatenonline.com/klaten/perbaiki-mutu-10-desa-di-jatinom-okulasi-durian.htm

TEKNIK PERBANYAKAN CEPAT BIBIT DURIAN YANG BERMUTU BAIK



Bahan dan Alat Bahan :
-         batang bawah 
-         batang atas
-         media tanam ; sekam  : pupuk kandang : tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 1
-         polybag ukuran 20 x 30 cm
Alat :
-         Pisau okulasi dan gunting
Pedoman Teknis
1. Persiapan Media
- Tanah dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1
- Masukan media ke dalam polybag
2. Persiapan batang bawah
- Ambil biji durian, dari buah yang sudah masak
- pilih biji-bijian yang sehat, bernas dan seragam
- Semaikan ke dalam polybag
- Tempatkan di bawah naungan
- Pelihara batang bawah dengan melakukan penyiangan, penyiraman dan pengendalian hama dan penyakit.
3. Persiapan batang atas
- 7 s/d 10 hari sebelum pelaksanaan okulasi, rompes daun-daun sepanjang 25 cm dari pucuk, untuk merangsang mata tunas.
 4. Pelaksanaan Okulasi
- Siapkan batang bawah
- Pada ketinggian lebih kurang 5 cm dari batas hypocotil, dibuat jendela untuk, tempat menempelkan tunas
5. Penanaman
- Bibit dapat ditanam, sekitar 4-5 bulan setelah diokulasi
- Buat lubang tanam ukuran 60 x 60 x 60 cm
- Berikan pupuk kandang sebanyak 20 kg dan campurkan dengan tanah bagian atasnya
- Berikan naungan secukupnya
- Lakukan penyiraman 1 x sehari sampai bibit stabil
- Penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi tanah Lokasi .

http://202.43.189.41/web/diperta-ntb/Juklak/okulasi_durian.htm

Kamis, 03 Februari 2011

Memilih Durian

Serba Serbi
Setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam memilih buah durian terbaik. Masing-masing orang percaya bahwa cara pemilihannya dapat menghasilkan buah terbaik.
Durian adalah buah musiman yang dulunya dipanen sekali setahun. Sekarang panen durian dapat dilakukan hingga dua kali setahun. Hal ini meningkatkan persaingan di antara para penjual eceran.
Memilih buah yang tepat amat penting apabila penjual menjual buah sebagaimana adanya, tanpa boleh dibuka. Sekarang penjual umumnya mau membuka buah untuk membuktikan isinya. Dengan cara ini, keahlian dalam memilih pun menjadi kurang penting.
Orang dapat memilih durian dengan mudah di kebun. Buah dari pohon yang sama umumnya mempunyai ciri-ciri yang serupa. Lazimnya buah di kebun dibiarkan masak dan jatuh dari pohonnya ("duren jatuhan").
Pemilihan buah di luar kebun lebih rumit. Berikut ini adalah sebagian dari pedoman seleksi yang dapat digunakan:
Kesegaran buah dapat ditentukan dari tangkainya. Apabila buah telah jatuh dari pohon, tangkainya akan mulai mengering. Penjual yang tidak jujur akan mencoba untuk membalut atau mengecat tangkai untuk menghalangi pembeli mengenali kesegarannya. Penjual yang kurang pintar mungkin malah akan membuang tangkai durian.
Kebanyakan peminat menggemari buah durian yang kering dan matang. Sebuah cara mudah untuk mengetahui apakah isi durian itu kering tanpa membuka buah adalah dengan menggoncangkan buah dan merasakan getaran kecil. Isi durian yang lembap melekat pada kulit buah. Isi durian yang kering cenderung untuk berpisah dari dinding buah. Orang mestilah berhati-hati agar tidak tergores oleh duri buah durian ketika melakukan ini.
Durian mungkin diserang oleh ulat perusak yang bertelur di dalam buah yang berkembang menjadi larva. Ketika membeli buah durian pembeli harus menghindari buah yang berlubang pada kulitnyanya karena sering kali ini merupakan tanda adanya "ulat" di dalam buah.
http://aghos.comoj.com/Memilih%20durian.html

Serba Serbi Buah Durian

Serba Serbi
Karena baunya yang keras, sejumlah perusahaan melarang orang membawa durian, misalnya di kabin pesawat udara, di kendaraan angkutan umum ataupun dibawa ke hotel.
Bagi penggemar durian, agar tidak menimbulkan hal-hal tak menyenangkan dengan orang yang tak menyukai bau durian, ada cara gampang untuk menghilangkan bau durian di jari-jari tangan dan mulut. Bersihkan jari tangan dengan mengaduk-aduk air di dalam pangsa durian (yakni ceruk kulit buah bagian dalam, bekas tempat daging dan biji durian menempel) dan air adukan tersebut jangan dibuang, tetapi digunakan untuk berkumur.
Durian dianggap sebagai makanan panas, dan sehabis makan durian biasanya tubuh kita akan berkeringat. Untuk mengatasinya, tuangkan air tawar pada bagian kulit buah yang telah kosong, lalu diminum. Selain itu, musim durian biasanya terjadi bersamaan dengan manggis yang dianggap mendinginkan badan. Oleh itu kedua buah ini biasanya dimakan bersama-sama.
Orang yang mempunyai penyakit tekanan darah tinggi, dianjurkan agar menghindari durian karena buah ini dianggap dapat menambah tekanan pada darah. Sebagian durian dijual "tanpa duri". Duri buah durian ini ternyata telah dibuang ketika duriannya masih muda. Jadi tidak alami. Sebagian durian memang hampir tidak berduri karena durinya kurang dari 5 mm.


http://aghos.comoj.com/Serba%20serbi%20durian.html

Cara Membelah Durian


Cara membelah durian
Orang yang baru belajar membeli durian dianjurkan membeli durian yang telah siap dibuka karena membelah durian agak sukar. Biasanya kita dapat dengan mudah menemukan penjual yang memberi pelayanan membelah durian.
Bila pembeli sudah setuju untuk membelinya, penjual biasanya akan membelah durian sebagai pelayanannya. Mereka bersedia melakukannya, meskipun mereka tidak memindahkan isinya ke dalam bungkusan lain. Namun buah durian yang sudah dibelah perlu segera dimakan karena buah itu cenderung untuk "berkeringat".
Bila isi durian mulai menghasilkan air, buah durian akan kehilangan rasanya dan tidak banyak gunanya.
Orang dapat belajar membelah durian dengan hati-hati dengan peralatan yang biasa terdapat. Periksalah kulit luar buah untuk menemukan "garis" (kampuh) sepanjang permukaan di mana duri durian tersusun membentuk garis lurus. Umumnya terdapat hingga 5 garis sepanjang permukaan buah durian.
Bagian tangkai durian harus dibalikkan dan garis urat durian akan bertemu pada satu titik di ujung buah. Pelan-pelan tusukkan benda tajam (pisau) pada titik ini. Lalu goreskan pisau itu sepanjang "garis" yang sudah terlihat sebelumnya. Sebaiknya kenakan sarung tangan atau sehelai kain yang tebal untuk memegang buah durian dengan sebelah tangan, sementara tangan yang satunya melakukan tugasan ini. Waspadalah terhadap risiko tertusuk duri durian.
Bila kulit buah durian telah terbuka menjadi dua bagian, isi di dalam telah siap untuk dimakan. Ruas selebihnya dapat dibelah dengan menggunakan telapak tangan dengan cara merobek ujung kulit durian sedikit pada sepanjang pusat titik tengah sebelumnya.

Potensi Pasar

Perkebunan Durian
Jika melihat potensi pasarnya. bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang menuju sukses. Tetapi mandegnya program pengembangan durian unggul di tanah air mengakibatkan buah yang disebut siRaja tersebut tidak terlihat perkembangannya meski sejak tahun 1984 -2006 sudah dirilis sebanyak 67 jenis oleh Departemen Pertanian.
Itu sebabnya, mandeknya pengembangan itu, ungkap Dekan fakultas pertanian Universitas Brawijaya-Malang Prof Ir Sumeru Ashari, MagrSC,PhD, pasar durian di dalam negeri banyak dikuasai oleh durian impor.
Bayangkan saja, Indonesia yang kaya jenis durian unggul justru tidak ditemukan di pasar dan masyarakat lebih mengenal durian monthong asal Thailand. Jenis durian asal negeri gajah putih ini tidak hanya menempati pasar elit tetapi juga lapak kaki lima. Hal ini sangat memprihatinkan,katanya kepada Agro Indonesia, pekan lalu.
Diakui Sumeru, sebagai buah asal Asia Tenggara, plasma nutfah durian paling banyak di Indonesia. Universitas Brawijaya (UB) Malang yang tahun lalu mengembangkan Durian Research Center menyiapkan lahan seluas 4 hektar di desa Kasembon untuk pertanaman durian. Desa ini dipilih fakultas pertanian UB mengingat, desa ini memiliki plasma nutfah durian jingga, dagingnya berwarna jingga dan tebal, rasanya legit namun kesat.
Fakultas Pertanian UB sudah melakukan eksplorasi bibit durian di seluruh Indonesia, tetapi fokusnya tetap akan memproduksi durian jingga secara besar-besaran, tuturnya.
Hal itu perlu dilakukan karena durian jingga tetap lebih unggul dibandingkan durian jenis lain yang ditemukan di tanah air, kendati ukurannya kecil dan untuk penikmat durian harus melahap lebih dari 1 buah karena beratnya tidak lebih dari 2 kilogram/buah.
Dua Tahun Lagi
Untuk memperbanyak bibit durian jingga, pakar hortikultura itu menjelaskan, butuh waktu 2 tahun lagikarena yang cukup rumit adalah penelitian dalam mencari formula kultur jaringan. Dalam proses tissue kultur yang sulit adalah proses pencucian hingga membutuhkan waktu sedikitnya 3 bulan hingga 1,5 tahun. Mengingat, kalau proses pencucian tidak pas maka untuk memacu pertumbuhan akan lebih sulit ditemukan formulanya.
Dijelaskan Sumeru, daerah Kasembon, Ngantang dan Wonosalam merupakan segitiga durian di Malang. Wonosalam masuk Kabupaten Jombang yang berbatasan dengan kabupaten Malang dan memiliki durian unggul Bedu yang sudah dirilis oleh Departemen Pertanian.
Jingga memiliki pohon induk yang telah berumur 80 tahun bahkan ada yang mencapai umur 130 tahun dan masih berproduksi dengan baik sehingga cukup bagus digunakan sebagai plasma nutfah. Awal tahun 2009 UB sudah melakukan pembibitan jingga dengan metode kultur jaringan dan saat ini sudah masuk pada tahap pengembangan,katanya.
Durian ini merupakan buah yang agak unik dan tidak mudah hidup di lahan terbuka.Agar ada jaminan tumbuh harus dilakukan pembibitan pada nursery. Karena jika langsung ditanam pada lahan terbuka jika ukurannya terlalu kecil jaminan hidupnya hanya 30%. Di sisi lain, durian ini spesifik lokasi.
Misalnya jingga jika ditanam di tempat lain hasilnya tidak akan meksimal bahkan warna dagingnya akan berubah. Karena itu, kalau di seluruh Indonesia akan muncul durian-durian yang berkualitas unggul maka pamornya akan mengalahkan monthong.
Sumeru memang terobsesi untuk mengembangkan durian unggul nasional karena tergelitik bagaimana Thailand yang luasnya hanya setengah Jawa Timur saja duriannya bisa dikenal di seantero dunia. Hal ini karena secara geografis Thailand tidak terlalu tinggi dan durian yang dikembangkan hanya 2 plasma nutfah. Sementara Indonesia memiliki beragam plasma nutfah durian yang letak geografisnya beragam mulai dataran rendah hingga tinggi. 
 
http://aghos.comoj.com/index.html