Tampilkan postingan dengan label manfaat madu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manfaat madu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Januari 2011

Analisis Kandungan Madu

Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa saja yang rajin mengonsumsi madu setiap hari akan bebas dari penyakit selama hidupnya. Dia tidak mengada-ada karena di dalam madu memang termuat rupa-rupa nutrisi yang unik dan potensial untuk memelihara kesehatan dan kecantikan.
Sampai saat ini banyak orang yang belum benar-benar mengerti memilih madu yang baik dan asli. Pengertian orang awam tentang madu asli saat ini bila semut tidak mendekat, atau menyala bila dibakar dengan korek api.

Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya adalah 17,1 persen air; 82,4 persen karbohidrat total; 0,5 persen protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa. Sisanya, 12,9 persenkarbohidrat yang terbuat dari maltose, sukrosa, dan gula lain. Sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 kalori.

Salah satu keunikan dari madu, meski memiliki rasa manis, tidak begitu berbahaya dibanding gula. Meski efeknya ringan dalam menaikkan gula darah dibanding sumber karbohidrat lain, bagi diabetes dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke dokter bila mengkonsumsinya.

Selain itu dalam madu terdapat banyak sekali kandungan vitamin, asam, mineral dan enzim, yang sangat berguna sekali bagi tubuh sebagaii pengobatan secara tradisional, antibodi, dan penghambat pertumbuhan sel kanker/tumor.

Sementara kandungan asam organik dalam madu antara lain asam glikolat, asam format, asam laktat, asam sitrat, asam asetat, asam oksalat, asam malat, dan asam tartarat. Dari Beberapa asam tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan yakni berguna bagi metabolisme tubuh, di antaranya asam oksalat, asam tartarat, asam laktat, dan asam malat. Bahkan dalam asam laktat terdapat kandungan zat laktobasilin yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan tumor. Asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit, juga sebagai bahan pembentukan neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak

Kandungan mineral yang ada dalam madu alam, tergantung dari mana sari bunga yang dihisapnya. Bunga tersebut di tanam pada tanah yang banyak kandungan mineral apa. Sehingga banyaknya kandungan zat besi, tembaga dan mangan akan menjadikan madu berwarna gelap, sementara zat besi erat hubungannya dengan pewarnaan darah (hemoglobin).

Beberapa kandungan mineral dalam madu adalah Belerang (S), Kalsium (Ca), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Besi (Fe), Fospor (P), Klor (Cl), Kalium (K), Magnesium (Mg), Yodium (I), Seng (Zn), Silikon (Si), Natrium (Na), Molibdenum (Mo) dan Aluminium (Al). Zat tembaga sangat penting bagi manusia berkaitan dengan hemoglobin, dan kekurangan zat tersebut menyebabkan berkurangnya ketahanan tubuh, dan memicu meningkatnya kadar kolesterol.

Zat mangan berfungsi sebagai antioksidan, dan berpengaruh besar dalam pengontrolan gula darah serta mengatur hormon teroid. Magnesium pegang peran penting mengaktifkan fungsi replikasi sel, protein dan energi. Yodium berguna bagi pertumbuhan dan membantu dalam pembakaran kelebihan lemak pada tubuh. Jika kekurangan seng biasanya kesehatan menurun, mudah terjadi infeksi dan sering
terjadi gangguan kulit seperti jerawat, dll.

Adapun kegunaan kalsium dan fospor sangat berguna bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Besi (Fe) membantu proses pembentukan sel darah merah. Magnesium, fospor dan belerang berkaitan dengan metabolisme tubuh. Molibdenum berguna sekali untuk pencegahan anemia dan penawar racun (terutama bagi orang yang suka minuman keras/alkohol).

Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat, menulis dalam Journal of Apicultural Research bahwa khasiat masing-masing madu bisa saja berbeda, namun semua jenis madu pasti mengandung antioksidan. Secara lebih rinci Prof. DR. H. Muhilal, pakar gizi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor, menguraikan tentang kandungan gizi madu. Selain asam organik, dalam madu
juga terdapat kandungan asam amino yang berkaitan dalam pembuatan protein tubuh (asam amino nonesensial). Selain asam amino nonesensial ada juga asam amino esensial di antaranya: Lysin, Histadin, triptofan, dll.

Vitamin yang ada dalam kandungan madu, di antaranya: Vitamin B2 (Riboflavin), B5 (asam pantotenat), B6 (Piridoksin), vitamin A, vit C, vit K, dan betakaroten.

Vitamin A pegang peran penting bagi pertumbuhan dan perkembangan, serta mempertahankan kesehatan tubuh. Juga berkaitan dengan hormon andrenalin dan hormon teroid serta mengatur bekerjanya sel-sel saraf.

B2 (Riboflavin) berfungsi membantu pertumbuhan dan reproduksi. Kekurangan riboflavin mengakibatkan bibir pecah-pecah, iritasi pada lidah, mata terasa gatal, dan seringkali terjadi katarak. B5 (Pantotenat) pegang peran dalam produksi hormon andrenalin dan sel-sel darah merah. B6 (Piridoksin) pegang peran
penting sebagai benteng pertahanan keseimbangan hormon dan mengatur fungsi kekebalan. Vit C (berguna sebagai suplemen) sangat berguna bagi penyembuhan luka, antioksidan serta kekebalan.

Selain itu madu juga mengandung antibiotika sebagai antibakteri dan antiseptik menjaga luka. Bahkan madu sarang segera menyembuhkan luka bakar akibat tersiram air mendidih atau minyak panas. Madu sarang sangat berguna untuk menjaga kesehatan dan penyembuhan terutama penderita jantung, gagal ginjal, lever, hepatitis, penderita kanker usus, kanker paru, bronchitis, sinusitis, kelelahan
kronis, pusing kronis dan pekerja berat, penderita reumatik, osteoporosis, kekejangan otot terutama pada olahragawan, penderita stroke, serta tambahan menu bagi balita dan penderita AIDS/HIV. “Sifat antibakteri dari madu membantu mengatasi infeksi pada perlukaan dan aksi antiinflamasinya dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan,” kata Dr. Peter Molan dari University of Waikato, New Zealand, melalui situs kesehatan. Madu juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain mempercepat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit.

Sekarang banyak pedagang madu yang pandai mengelabuhi pembeli dengan membawa madu dalam wadah yang diberi sarang lebah di atasnya supaya terlihat madu dagangannya adalah mdalam air. Madu akan larut setelah diaduk) , tidak mengandung unsur air, kental sekali, ada rasa amis seperti karat besi, agak asam, agak langu, jika dicampurkan pada kuning telur maka kuning telurnya menjadi matang, semut akan mati bila masuk ke dalam botol berisi madu sarang, madu asli dari sarang lebah. Bagaimana bisa memastikan bahwa madu sarang itu betul-betul asli, dapat diteliti dari berat jenisnya (klo di tuangkan ke dalam air secara perlahan tanpa diaduk tdk keliatan nyata ada gelombang pelarutan
halus seperti gula yang dilarutkan bila disimpan dalam lemari es tidak mengkristal, tambah lama warna berubah menjadi lebih tua, tidak meletup.

Referensi :

1. Endang Saptorini, Madu, Cairan Emas Kaya Antioksidan, 2003.

2. Wati, Madu Lebah Sarang Kandung Gula Alam, 2003.

Sumber Artikel : http://www.facebook.com/notes/madu/analisis-kandungan-madu/242133687459

Madu sumber energi dan nutrisi

Madu sejak dari zaman romawi kuno sudah dikenal untuk berbagai manfaatnya antara lain sebagai pemanis makanan, sumber energi atau pun khasiatnya untuk mengobati luka. Dihasilkan dari lebah madu, proses pembuatan madu di mulai dari pengisapan nektar bunga dan tepung sari yang terkandung di dalam berbagai macam tumbuh-tumbuhan oleh lebah madu. Nektar yang dibawa oleh lebah madu ke dalam sarangnya kemudian melalui beberapa tahapan proses akan diubah menjadi madu.

Madu yang dihasilkan umumnya mempunyai komposisi utama yang terdiri dari air dan karbohidrat. Kandungan karbohidrat dalam komposisi utamanya umumnya merupakan kombinasi antara fruktosa (38%), glukosa (31%) dan sedikit sukrosa (1%). Dalam 1 sendok teh, kandungan karbohidrat yang dimiliki madu adalah sekitar 17.3 gram dan akan mempunyai kandungan energi sebesar 63 kkal. Selain kaya akan karbohidrat, madu juga memiliki kandungan lainnya yang terdiri dari mineral yaitu besi (Fe), magnesium (Mg), mangan (Mn), kalium (K), natrium (Na), seng (Zn), tembaga (Cu) dan selenium (Se). Selain itu madu juga memiliki kandungan lain yaitu Vitamin B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6, C, asam pantotenat dan juga protein.
008-lManfaat madu sebagai sumber energi dan peningkat stamina sudah dikenal sejak zaman dahulu. Atlet-atlet yunani kuno disebutkan sudah mengkonsumsi madu pada saat sebelum bertanding dan setelah selesainya pertandingan. Kandungan madu yang terdiri dari kombinasi karbohidrat yang juga dilengkapi juga dengan sedikit kandungan mineral dan vitamin membuat madu dapat berfungsi sebagai sumber nutrisi yang mampu untuk memberi peningkatkan terhadap performa olahraga.. Selain itu, dengan nilai ketetapan Glycemic Index (GI) yang relatif rendah yaitu 55, konsumsi madu pada beberapa saat sebelum latihan/pertandigan juga dapat menjadi alternatf pilihan sumber karbohidrat yang baik bagi atlet . Karbohidrat dengan nilai GI yang rendah akan dicerna secara lambat sehingga dapat berada di dalam usus kecil dengan waktu yang lebih lama. Manfaat dari proses ini adalah pelepasan glukosa secara perlahan selama berlangsungnya kegiatan olahraga.

Konsumsi madu dalam peningkatkan performa olahraga disebutkan mempunyai keefektifan yang sama dengan mengkonsumsi karbohidrat glukosa (dekstrosa). Pada studi yang mensimulasikan 64 km balap sepeda time trial, subjek yang diberikan konsumsi 250 ml air putih yang ditambahkan dengan 15 gr madu atau 15 gr glukosa (dekstrosa) tiap 16 km mampu untuk menyelesaikan tahap simulasi dengan waktu yang lebih cepat jika konsumsi tidak mengandung madu/glukosa (larutan madu = 128 menit, 42 detik, larutan glukosa = 128 menit, 18 detik dan larutan pembanding = 131 menit, 18 detik).

Pada perkembangan lainnya dalam bidang nutrisi, madu juga menjadi komponen utama dalam membantu untuk menurunkan berat badan. Melalui suatu metoda diet yang dikenal sebagai hibernation diet, konsumsi madu sebelum tidur dapat membantu untuk menurunkan berat badan melalui pemecahan lemak yang terjadi saat sedang tidur. Saat sedang tidur, karbohidrat terutama fruktosa yang terkandung di dalam madu dapat membantu untuk menjaga simpanan glikogen hati yang kemudian juga akan berfungsi dalam membantu menjaga level glukosa di dalam darah. Pada kondisi ini, otak yang tetap mendapatkan energi dari glukosa darah akan mengeluarkan growth hormone yang kemudian akan mendorong terjadinya proses lipolisis (pemecahan simpanan lemak)
Ref:
1.Food Chemistry 3rd edition.Springer
2.J Strength Cond Res.18(3):466-72.2004
3.Sports Drink:Basic Science.CRC Press
4.Hibernationdiet.com
http://pssplab.com/book/?p=18
http://bebasbelanja.com/shop/index.php?option=com_content&view=article&id=82%3Amadu-sumber-energi-dan-nutrisi&catid=55%3Adiet-fitness&Itemid=171