Minggu, 30 Januari 2011

Meraup Untung dari Usaha Lebah Madu

www.sentralternak.com, Terilhami oleh dua ayat dalam kitab suci Al-Qur’an surat An-Nahl (lebah) ayat 68-69 yang artinya “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. Kami menulis sebuah artikel yang mudah-mudahan bisa menjadi ide baru dalam menciptakan peluang usaha. Semoga bermanfaat

Banyak untungnya membudidayakan lebah madu. Selain untuk memenuhi permintaan dalam negeri, ternyata peluang ekspornya pun lumayan besar. Berbisnis lebah madu memang sedang ngetren di sejumlah sentra peternakan lebah di negeri ini. Sehingga tak salah kalau kami punya ungkapan manisnya madu semua orang pada tahu tapi manisnya bisnis madu belum tentu semua orang tahu.
Keunggulan khasiat madu memang tak perlu disangsikan lagi. Sebagai makanan bergizi tinggi, madu bahkan sudah diketahui sejak zaman Mesir dan Yunani Kuno. Di zaman Mesir kuno, larutan madu juga dimanfaatkan sebagai zat pengawet daging binatang buruan dan mumi raja-raja Fir’aun. Madu juga diyakini dapat memperpanjang umur orang yang mengonsumsinya. Manfaat lain dari madu adalah racun sengatnya ternyata bisa untuk pengobatan berbagai penyakit. Di Cina, lebah juga dimanfaatkan oleh perkebunan untuk membantu proses penyerbukan tanaman tertentu.
Produk sampingan dari lebah selain madu adalah royal jelly (susu ratu) yang di manfaatkan untuk menjaga stamina dan penyembuhan penyakit, sebagai bahan campuran kosmetika, bahan campuran obat-obatan. Bee pollen (tepung sari) dimanfaatkan untuk campuran bahan obat-obatan. Lilin lebah (malam) dimanfaatkan untuk industri farmasi dan kosmetika sebagai pelengkap bahan campuran. Dan propolis (perekat lebah) yang dipercaya untuk penyembuhan luka, penyakit kulit dan membunuh virus influenza.
Jenis lebah madu
Ada beragam jenis lebah madu yang layak dibudidayakan, tapi yang pupuler diternakkan di antaranya lebah hutan (Apis dorsata), lebah lokal (Apis cerana), dan lebah unggul (Apis mellifera). Yang lebih disukai oleh peternak adalah jenis lebah unggul yaitu Apis mellifera. Jenis ini diyakini memiliki kelebihan antara lain daya adaptasi lebih tinggi, produksi madu yang dihasilkan lebih banyak dan juga lebih jinak. Namun ada juga kekurangannya yaitu lebah jenis ini (Apis mellifera) lebih peka terhadap tungau Varroa. Untuk mendapatkannya anda bisa mendatangi unit perlebahan di dinas peternakan setempat, Apriari yang sudah ternama atau juga bisa memesannya pada kami.
Lokasi
Alam Indoensia sebenarnya masih sangat potensial untuk dimanfaatkan beternak lebah. Hutan yang masih terhampar, areal perkebunanan yang membentang, kawasan perhutani, areal perkebunan bunga adalah lahan subur untuk beternak lebah. Idealnya adalah lahan perkebunan atau taman bunga seperti perkebunan kopi, karet, mangga, randu, kaliandra, kelengkeng, juwet, apel, dan rambutan. Jenis pohon tersebut akan berbunga banyak dan dalam waktu yang relatif lama. Tidak usah membeli perkebunan, cukup dengan menyewa lahan tersebut sampai musim bunga tanaman tersebut selesai sehingga akan dihasilkan madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga tertentu.
Lahan potensial untuk beternak lebah terutama di Pulau Jawa (Kediri, Malang, Pasuruan, Mojokerto) karena masih kaya akan kawasan hutan dan perkebunan. Bagi mereka yang berminat, tak perlu modal besar untuk membeli lahan perkebunan, tapi cukup dengan menyewanya. Biaya sewa lahan tergantung masing-masing pemilik. Ada lahan yang disewakan tanpa pengamanan dan ada lahan yang disewakan dengan pengamanan. Tentu lahan yang disewakan dengan pengamanan lebih mahal karena kita tidak perlu tidur di areal perkebunan atau hutan untuk menjaga stup-stup lebah kita.
Modal investasi
Hampir semua orang dalam hal membuka usaha baru terbentur dengan modal. Mungkin jarang yang memikirkan bagaimana kalau usaha tanpa modal atau sedikit modal dan berhasil. Membuka usaha perlebahan tidak sama dengan membuka usaha di bidang perunggasan seperti ternak ayam, itik, puyuh atau bahkan ternak ruminansia seperti sapi potong, sapi perah, kambing, kerbau dll. Beternak lebah tidak membutuhkan lahan yang luas, kandang dengan biaya investasi besar, biaya pakan, obat-obatan atau kesehatan.
Mungkin kami menyebut jenis usaha peternakan lebah adalah flying system. Artinya, usaha ini tidak punya lahan atau lokasi yang tetap. Mengapa? Karena kehidupan ternak ini mengikuti musim berbunga tanaman tertentu sehingga lokasi peternakannya pun berpindah-pindah. Karenanya tidak membutuhkan modal lahan untuk pembuatan kandang dan juga biaya pakan. Cukup menyewa atau nitip dengan system bagi hasil dengan pengelola perkebunan, dinas perhutani atau petani bunga selama musim bunga.
Modal yang diperlukan untuk memulai bisnis ini terdiri dari dua modal yaitu modal investasi dan modal kerja. Modal investasi (dana) yang diperlukan untuk memulai bisnis yang satu ini juga relatif murah. Dengan hanya sekitar Rp 200.000 – Rp 500.000 (tergantung jenis lebahnya) kita sudah mendapatkan satu kotak lebah madu yang berisi empat sisir (sarang). Satu kotak berisi satu ratu lebah dan lebih kurang 10.000 ekor lebah pekerja.
Tak perlu keahlian khusus
Biasanya jenis usaha tertentu membutuhkan keahlian khusus untuk perawatannya dan tidak semua orang mampu menanganinya. Tapi tidak halnya dengan bidang perlebahan. Sektor usaha ini tidak membutuhkan keahlian khusus sehingga semua orang bisa mengusahakannya. Kalau kita menengok sejarah perlebahan, sebenarnya cara beternak lebah sudah dikenal orang sejak zaman dulu. Orang dahulu cara beternak lebah dengan sistem menetap. Ada yang memindahkan koloni lebah liar ke dalam atap rumahnya, ada yang cukup dengan menggantung gelodok yang hanya terbuat dari batang pohon kelapa di pepohonan sekitar rumah atau hutan. Akan tetapi dengan semakin menipisnya jumlah ketersediaan pakan maka para peternak lebah mempunyai cara baru yaitu menggembalakan atau angon. Sistem angon diyakini lebih menguntungkan daripada sistem menetap. Mengapa ? karena dengan sistem menetap, petani paling bisa memanen madu 2-3 dalam setahun dan jumlahnya pun sedikit. Sedangkan dengan sistem angon, lebah bisa dipanen satu bahkan dua kali dalam sebulan.
Pemasaran
Madu disukai oleh semua orang, dari balita sampai orang tua. Akan tetapi sedikit dari mereka yang kesulitan untuk mendapatkan produk ini terutama yang terjamin keasliannya. Jumlah produksinya yang masih di bawah jumlah permintaan adalah sebuah peluang usaha di bidang pemasaran. Peluang untuk memasarkan produk ini cukup tinggi mengingat jumlah produksi yang masih sedikit ditambah dengan jumlah permintaan yang tinggi.
Produk lebah terutama madu tidak susah untuk memasarkannya. Cukup dengan memasang papan nama di depan rumah atau nitip ke toko-toko buku terutama toko buku agama, apotek, toko jamu, swalayan, produk ini akan laris terjual. Dengan tetap konsisten menjaga prinsip kejujuran dan kwalitas madu kami yakin kita akan mampu bersaing. Konsumen lebih percaya madu tanpa label dan langsung membelinya dari peternak daripada membeli ke toko. Menjual madu dalam kemasan (botol atau sachet) akan lebih menguntungkan daripada menjual madu dalam bentuk curah
Dari berbagai jenis madu yang paling laku dipasaran adalah madu randu dan kaliandra. Karena madu ini disamping rasanya enak juga harganya pun relative murah. Hampir semua jenis madu ini bisa dikonsumsi semua kalangan, dari balita sampai kakek-nenek. Sedangkan madu yang paling mahal sepanjang pengetahuan kami adalah madu yang berasal dari bunga klengkeng karena hasil panennya relatif lebih sedikit dan rasanya lebih enak.
Dari gambaran di atas beternak lebah madu masih memiliki prospek yang cerah, karena kebutuhan madu dalam negeri sampai saat ini masih belum tercukupi, biaya produksi yang relatif murah, tatalaksana pemeliharaan yang mudah, kondisi lingkungan yang mendukung, harga produk lebah yang tinggi merupakan peluang emas yang perlu ditangkap dan coba untuk praktekkan.
Syarat agar bisa berhasil dan sukses dalam bisnis ini adalah dengan mempelajari ilmunya kemudian menerapkan pengetahuan tersebut dengan disertai sedikit inovasi dan kreasi. Dengan mengedepankan prinsip kejujuran dan tidak lupa untuk selalu berdoa kepada Allah swt, yakinlah usaha kita akan berhasil dan sukses. Semoga bermanfaat. *(SPt)
Anda bisa mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com

Madu Tawon atau Madu Pawon

www.sentralternak.com, Secara ilmiah madu didefinisikan sebagai cairan kental yang dihasilkan oleh lebah madu dari berbagai sumber nectar yang masih mempunyai keaktifan enzim diastase. Madu merupakan bahan makanan yang kaya akan gizi. Komposisi madu antara lain : air (17,0%), fruktosa (38,5%), glukosa (31,0%), maltosa (7,2%), karbohidrat (4,2%), sukrosa (1,5%) dan cairan enzim, mineral, vitamin (0,5%).

Pada artikel sebelumnya kami telah menulis berbagai cara yang dipergunakan oleh orang awam dalam membedakan keaslian madu. Maka pada kali ini kami akan menulis sambungan artikel tersebut tentang salah satu cara yang dipakai oleh orang-orang yang mempunyai niat jahat dalam memalsu madu. Informasi ini kami peroleh dari pengakuan dosen kami dari jurusan Teknologi Hasil Ternak (THT) Fakultas Peternakan Unibraw Malang.
Praktek-praktek pemalsuan madu sudah berjalan sejak dulu, namun hal ini kurang begitu mendapat sorotan. Salah satu cara untuk mendapat madu palsu atau yang sering disebut madu “pawon” adalah sebagai berikut : sarang lebah dijus (diblender) ditambahkan air dan gula setelah itu diperas. Ada juga yang menambahkan sedikit asam dan juga pala. Hasilnya adalah persis seperti madu asli baik aroma, rasa, dan penampakan. Untuk membuktikan madu ini hanya dengan uji enzim diastase.
Oleh karena itu kita harus ekstra hati-hati untuk membeli madu. Cara aman untuk mendapatkan madu adalah dengan membeli langsung ke peternak yang sedang menggembalakan lebahnya. Kalau hal ini dirasa cukup merepotkan maka membeli madu berlabel (mencantumkan komposisi nutrisi) bisa menjadi alternatif. Dan kalau sudah mendapatkan madu maka bandingkan komposisi nutrisi yang ada dengan standar madu asli. Madu asli mempunyai Standart Industi Indonesia (SII-86) sebagai berikut :
1. Kadar air Maks. 25%
2. Keasaman Maks. 40 ml NaOH 1N/kg
3. Enzim diastase Min 3DN
4. Hidroksi metal fulfural Maks. 40 mg/kg
5. Kadar abu Maks. 0,5%
6. Gula pereduksi Min 50%
7. Sukrosa Maks. 10%
8. Padatan tak larut Maks. 0,5%
Sumber : Apiari Pramuka, Cibubur, Jakarta
Nah, sekarang sudah jelas bagi kita untuk lebih berhati-hati untuk membeli madu. Tapi jangan keliru sikap juga yaitu dengan tidak mengkonsumsi madu. Semoga dengan uraian singkat di atas dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang produk peternakan berupa madu.
Anda dapat mengcopy artikel ini dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com kritik dan saran silahkan kirim di : sentralternak@yahoo.com
Informasi harga madu sentralternak :
1. Madu bunga karet Rp 30.000/kg, Rp 33.000/botol marjan
2. Madu bunga randu Rp 30.000/kg, Rp 33.000/botol marjan
3. Madu bunga kopi Rp 34.000/kg, Rp 37.000/botol marjan
4. Madu bunga kaliandra Rp 35.000/kg, Rp 38.000/botol marjan
5. Madu bunga klengkeng Rp 60.000/kg, Rp 63.000/botol marjan
6. Bee Pollen jagung Rp 45.000/kg, Rp 50.000/botol marjan
7. Bee pollen randu Rp 55.000/kg, Rp 60.000/botol marjan
8. Royal jelly Rp 800.000/kg, Rp 825.000/botol marjan
Hubungi bag. pemasaran :
SENTRALTERNAK
Jl. Mertojoyo Blok N2 Malang 65144
Phone : (0341) 9127374, 081.555.640.540
Rek : BCA No. 1840101092 an agus harianto
E-mail : sentralternak@yahoo.com
http://sentralternak.com/index.php/2008/03/17/madu-tawon-atau-madu-pawon/

Mengenal Madu

Hampir semua orang menyukai madu. Rasanya lezat dan manis ditambah kandungannya kaya akan nutrisi. Produk yang dihasilkan dari perut lebah ini sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an, surat An-Nahl: 69 yang artinya: "... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."
Madu adalah cairan manis alami berasal dari nektar tumbuhan yang diproduksi oleh lebah madu. Lebah madu mengumpulkan nektar madu dari bunga mekar, cairan tumbuhan yang mengalir di dedaunan dan kulit pohon, atau kadang-kadang dari madu embun.
Untuk menghasilkan 1 kg madu, lebah harus terbang 90.000 hingga 180.000 kali mengunjungi bunga. Jika satu kali penerbangan berjarak 3 km, maka total perjalanan lebah bisa mencapai tujuh kali keliling bumi. Subhanallah......!!
Karakteristik Fisis MaduMadu mempunyai banyak keunggulan karena karakteristiknya. Sepuluh karakteristik fisis madu sebagai berikut:
1. Kekentalan (Viskositas)
Madu yang baru diekstrak berbentuk cairan kental. Kekentalannya tergantung dari komposisi madu, terutama kandungan airnya.
2. Kepadatan (Densitas)
Madu memiliki ciri khas yaitu kepadatannya akan mengikuti gaya gravitasi sesuai berat jenis. Bagian madu yang kaya akan air akan berada di atas bagian madu yang lebih padat dan kental.
3. Sifat menarik air (Higroskopis)
Madu bersifat menyerap air sehingga akan bertambah encer dan akan menyerap kelembaban udara sekitarnya.
4. Tegangan Permukaan (Surface Tension)
Madu memiliki tegangan permukaan yang rendah sehingga sering digunakan sebagai campuran kosmetik. Sifat tegangan permukaan yang rendah dan kekentalan yang tinggi membuat madu memiliki ciri khas membentuk busa.
5. Suhu
Madu memiliki sifat lambat menyerap suhu lingkungan, tergantung dari komposisi dan derajat pengkristalannya. Dengan sifat yang mampu menghantarkan panas dan kekentalan yang tinggi menyebabkan madu mudah mengalami overheating (kelebihan panas) sehingga pengadukan dan pemanasan madu haruslah dilakukan secara hati-hati.
6. Warna
Warna madu bervariasi dari transparan hingga tidak berwarna, dari warna terang hingga hitam. Warna dasar madu adalah kuning kecoklatan. Warna madu dipengaruhi oleh sumber nektar, usia madu dan penyimpanan.
7. Aroma
Aroma madu yang khas disebabkan oleh kandungan zat organiknya yang mudah menguap (volatil). Aroma madu bersumber dari zat yang dihasilkan sel kelenjar bunga yang tercampur dalam nektar dan juga karena proses fermentasi dari gula, asam amino dan vitamin selama pematangan madu. Aroma madu cenderung tidak menetap karena zat ini akan menguap seiring waktu, terutama bila madu tidak disimpan dengan baik.
8. Rasa
Rasa madu yang khas ditentukan oleh kandungan asam organik dan karbohidratnya, juga dipengaruhi oleh sumber nektarnya. Kebanyakan madu rasanya manis dan agak asam. Manisnya madu ditentukan oleh rasio karbohidrat yang terkandung dalam nektar tanaman yang menjadi sumber madu. Rasa madu bisa berubah bila disimpan pada kondisi yang tidak cocok dan suhu yang tinggi yaitu menjadi kurang enak dan masam.
9. Sifat mengkristal (Kristalisasi)
Madu cenderung mengkristal pada proses penyimpanan di suhu kamar. Banyak orang berfikir bila madu mengkristal berarti kualitas madu buruk atau sudah ditambahkan gula.
Madu yang mengkristal merupakan akibat dari pembentukan kristal glukosa monohidrat, tergantung dari komposisi dan kondisi penyimpanan madu. Makin rendah kandungan airnya dan makin tinggi kadar glukosanya, makin cepat terjadi pengkristalan.
10. Memutar optik
Madu memiliki kemampuan mengubah sudut putaran cahaya terpolarisasi. Kemampuan ini disebabkan kandungan zat gula yang spesifik dalam madu.
Membedakan Madu Asli atau Palsu
Untuk membedakan madu asli atau palsu, diperlukan pengujian kuantitatif untuk memastikan keaslian madu. Ada beberapa pengujian, di antaranya dengan cara pengujian kadar air, pengujian kandungan Hidroksi Metil Furfuraldehid (HMF), penentuan enzim inverse, penentuan enzim diastase dan pengujian keasaman madu.
No. Jenis Pengujian Madu Asli Madu Palsu
1 Kandungan HMF Maksimal 3 mg/ 100 gram Lebih dari 3 mg/ 100 gram
2 Keasaman (pH) 3,4 - 4,5 2,4 - 3,3 atau di atas 5
3 Aktivitas enzim diastase Minimal 5 denga rasio Kalium (K) dan Natrium (Na) sekitar 4,0 Rasionya 0,05 - 0,1

Diketahui ada tiga jenis pemalsuan madu yang selama ini beredar, yaitu pemalsuan jumlah, mutu dan menyeluruh. Pemalsuan jumlah dilakukan dengan menambah volume madu asli dengan madu palsu, misalnya mencampur gula atau madu buatan yang relatif lebih murah. Pemalsuan mutu biasanya dilakukan dengan mengubah kadar air madu yang tadinya tinggi, lalu diturunkan dengan pemanasan. Adapun pemalsuan menyeluruh adalah madu yang diklaim asli, tapi sebenarnya 100% buatan, jadi bukan madu yang berasal dari lebah dengan komposisi aslinya.
gambar gelas madu
Pemanfaatan Madu di Dunia Kesehatan
Dalam dunia kesehatan, pemanfaatan madu bukanlah hal yang asing. Di antaranya:
  • Digunakan untuk mengobati luka infeksi setelah operasi, borok, sebagai obat untuk terapi pasca operasi kanker vulva, luka jahitan dan pencangkokan kulit. Sebagai obat luka, madu mampu menyerap air pada luka sehingga mencegah infeksi dan memperbaiki jaringan dengan cepat.
  • Madu berguna untuk mengobati infeksi saluran kencing karena madu menghentikan pertumbuhan organisme patogen.
  • Madu mampu mengatasi gangguan pernapasan, terutama untuk mengenyahkan dahak atau cairan yang menyumbat pernapasan.
  • Madu adalah desinfektan ringan sehingga mampu menyembuhkan radang tenggorokan.
  • Selain mengatasi pilek, madu juga adalah obat batuk.
  • Madu mengatasi masuk angin.
  • Sembelit bisa diatasi dengan madu.
  • Penderita maag aman mengkonsumsi madu.
  • Penderita diabetes juga aman mengkonsumsi madu, dibawah pengawasan ahli
  • Madu dapat meringankan gejala asma jika dikonsumsi dalam bentuk jus bersama bubuk lada hitam dan jahe.
  • Madu dapat meningkatkan berat badan dan merupakan obat pencahar yang baik.
  • Madu mengobati anemia.
  • Osteoporis dapat dicegah dengan madu.
  • Madu bermanfaat untuk kesehatan lambung. Kandungan mineral madu dapat derajat keasaman dan membantu mencegah pendarahan lambung.
  • Gula dan mineral dalam madu berfungsi sebagai tonikum yang memberikan sumber tenaga bagi jantung.
  • Madu mengurangi rasa sakit ketika datang bulan.
  • Madu juga menambah tenaga pada saat kehamilan dan persalinan, serta menguatkan janin.
  • Campuran madu, jamu dan telur mempercepat proses penyembuhan luka dalam perut atau rahim setelah melahirkan.
  • Jus pepaya dicampur madu berkhasiat bagi pertumbuhan anak, ibu hamil dan memperlancar ASI.
  • Madu menambah kesuburan bagi pria dan wanita.
Yoirish: "Madu sebaiknya diminum dengan campuran air agar lebih mudah dicerna dan mencapai peredaran darah, ke jaringan dan sel tubuh."

http://www.habbatsonline.com/in/berita/artikel/344-mengenal-madu.html

Dari Mana Madu Berasal?


Dari Mana Madu Berasal?

 
Satu-satunya makhluk penghasil madu adalah lebah. Tetapi tidak semua jenis lebah menghasilkan madu. Yang termasuk famili lebah penghasil madu adalah famili Apidae, genus apis . Beberapa species lebah madu yang populer yaitu jenis Apis andreniformis (asli Indonesia yang sering ditemui di daerah pemukiman dan hutan-hutan pada ketinggian 500 meter), Apis Cerana (asli Asia yang menyebar di Afghanistan , Cina sampai Jepang), Apis Dorsata (hanya berkembang dikawasan sub tropis dan tropis Asia ), Apis Florea (ukuran paling kecil), Apis Laborisa (di Peg. Himalaya ) Apis Mellifera (jenis unggul yang paling banyak dibudidayakan di seluruh dunia). Glory Honey yang berkedudukan di Yogyakarta adalah merupakan peternak lebah madu jenis Apis Mellifera ,



   
 
NEKTAR BUNGA (CAIRAN DALAM BENTUK LARUTAN GULA PADA BUNGA) adalah senyawa kompleks yang dihasilkan oleh kelenjar “Necterifier” dalam bunga dan berbentuk larutan gula (rasa masam) dengan konsentrasi yang bervariasi, sehingga menyebabkan warna madu berbeda-beda. Sukrosa, fruktosa, dan glukosa adalah komponen utama nektar, disamping zat-zat gula lainnya dalam konsentrasi yang lebih sedikit. Di samping itu, terdapat zat lain dalamnya.
Untuk proses penghasilan madu oleh lebah, mula-mula lebah pekerja harus mencari nectar (cairan manis yang terdapat dalam bunga) dan pollen (tepung sari bunga) sebagai makanan utamanya. Setiap hari, mereka terbang mencari bunga-bungaan hingga jarak 1-2 km. Nectar dan polen ini diperoleh dari bunga tanaman buah-buahan, tanaman sayuran, tanaman hias, tanaman pangan dan tanaman perkebunan.
Dalam sehari seekor lebah mampu mengumpulkan sekitar 40 mg nectar dan 20 mg pollen dalam beberapa kali bolak-balik dari sarang ke bunga tujuan.
Nektar bunga dihisap dan disimpan pada kantong madu lebah melalui belalainya, sehingga terjadi kontak antara nektar bunga dengan cairan saliva (air liur) lebah yang mengandung enzim hidrolase, maka terjadilah pemecahan gula (antara sukrosa dengan glukosa dan fruktosa).
Nektar bunga dikeluarkan sesampainya di sarang & ditukar dari mulut ke mulut, Setibanya di sarang, nectar tersebut dimuntahkan kembali oleh lebah pekerja dan dioper ke lebah sarang dari mulut ke mulut, serta dikunyah 120 s/d 240 kali selama + 20 menit.
Proses bongkar muat ini terjadi berulang kali sambil kedua lebah tersebut menambahkan beberapa jenis enzim ke dalam nektar untuk mencerna gula alaminya.
Kemudian, nectar tersebut disimpan didalam lubang sarang/sel. Di sini nectar diangin-anginkan (dengan kepakan sayap lebah) dan diuapkan untuk mengurangi uap airnya hingga kental, terjadilah penyerapan kandungan kadar air kira-kira 40%. Penurunan kadar air dalam sel madu disebabkan perbedaan tekanan uap air nektar bunga dengan udara luar, perbedaan ini terjadi karena bantuan kipasan sayap lebah yang berkecepatan 26.400 kali getaran permenit.
Setelah kadar air dalam nektar bunga cukup rendah, maka sel nektar bunga tersebut akan ditutup dengan malam oleh lebah.
Sel yang telah ditutup dengan malam dengan sendirinya akan terjadi pemasakan, kerena reaksi enzym invertase yang sebagian berasal dari nektar bunga dan tubuh lebah yang akan memecahkan gula sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
Hasil akhir inilah yang kita kenal dengan madu.
Jumlah madu yang dihasilkan lebah tergantung dari jenis lebah, jenis bunga, keadaan bunga, musim, dan iklim. Madu murni dihasilkan dari lebah yang menghisap beraneka ragam nektar bunga pilihan alami, sehingga madu yang dihasilkan tidak seragam baik rasa, aroma, warna maupun kekentalannya. 

 http://www.glory-honey.com/asalmadu.htm

TAHUKAH ANDA?




Meski secara umum komposisi zat gizinya kurang lebih sama, namun masing-masing madu memiliki khasiat yang berbeda-beda, tergantung pada bunga sumber nectar . Hal ini berdasar pada hasil penelitian para ahli yang dipadukan dengan pengalaman langsung konsumen dan masyarakat penggemar madu.
 
JENIS LEBAH
Madu dihasilkan secara murni oleh lebah. Adapun jenis-jenis lebah adalah :
•  LEBAH RATU (Queen)
  • Jenis kelamin betina Jumlah hanya seekor dalam satu koloni/sarang Memiliki tubuh yang paling besar, hampir 2 x dan beratnya 3 x lebah pekerja Tugasnya hanya kawin serta bertelur (2.000 s/d 2.500 butir/hari) Dapat menyengat berkali-kali tanpa binasa
  • Usia bisa mencapai 5 - 7 tahun
•  LEBAH JANTAN/RAJA (Drones)  
  • Jenis kelamin jantan Jumlahnya puluhan sampai ratusan ekor dalam 1 koloni Tugasnya mengawini lebah ratu, langsung mati kantong spermanya tertinggal pada lebah ratu Tidak memiliki sengat (tidak berbahaya) Memiliki tubuh lebih besar dari lebah pekerja, tetapi lebih kecil dari lebah ratu.
  • Usia + 3 bulan (tidak mencari makan)  
. LEBAH PEKERJA (Worker Bees)
  • Lebah pekerja adalah lebah yang alat reproduksinya tidak berkembang sempurna. Jenis kelamin betina (tidak dapat bertelur) Jumlahnya berkisar 30.000 s/d 40.000 ekor dalam 1 koloni Memiliki tubuh yang paling kecil dibandingkan jenis lebah lainnya Dapat menyengat
  • Usia berkisar 6 s/d 9 minggu
Tugasnya :
  • Menghisap nectar bunga
  • Mengumpulkan tepung sari bunga ( bee pollen )
  • Menghasilkan royal jelly (inti madu/susu ratu lebah)
  • Membantu penyerbukan (bertemunya serbuk sari dengan putik bunga, perpindahan sebuk sari dari benang sari ke kepala putik menghasilkan bunga
  • Memberi makan larva diruang eraman, memberi makanan khusus (royal jelly) larva ratu maupun ratu.
 http://www.glory-honey.com/jenislebah.htm

Komposisi dan Kandungan Madu




Madu mengandung banyak mineral seperti natrium, kalsium, magnesium, alumunium, besi, fosfor dan kalium. Vitamin-vitamin yang ada dalam madu adalah thiamin (B1), riboflavin (B2), asam askorbat (C), piridoksin (B6), niasin, asam pantotenat, biotin, asam folat, dan vitamin K.



Sedang enzim yang penting dalam madu adalah enzim diastase, invertase, glukosa oksidase, peroksidase, dan lipase. Enzim diastase adalah enzim yang mengubah karbohidrat komplek (polisakarida) menjadi karbohidrat sederhana (monosakarida). Enzim invertase adalah enzim yang memecah molekul sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim oksidase adalah enzim yang membantu oksidasi glukosa menjadi peroksida. Enzim peroksidase melakukan proses oksidase metabolisme. Semua zat tersebut berguna untuk proses metabolisme tubuh.

PENGAMBILAN NECTAR BUNGA
Nilai kalori madu sangat besar 3.280 kal/kg. Nilai kalori 1 kg madu setara dengan 50 butir telur ayam, 5,7 ltr susu, 25 buah pisang, 40 buah jeruk, 4 kg kentang, dan 1,68 kg daging. Madu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dan rendah lemak. Kandungan gula dalam madu mencapai 80% dan dari gula tersebut 85% berupa fruktosa dan glukosa.

Asam utama dalam madu adalah asam glutamat. Sementara itu asam organik yang terdapat dalam madu adalam asam asetat, asam butirat, format, suksinat, glikolat, malat, proglutamat, sitrat, dan piruvat.

Tabel 1 : Komposisi kimia madu per 100 gram :


Standar kadar air madu Glory berkisar 17,42 s/d 19% (artinya dalam tiap 1 cc madu yang mengandung air 17,4 %, berat airnya 1,42 gr).

Kadar air berasal dari nektar bunga (tidak dicampur air). Konsentrasi kadar air tersebut, menjadikan Madu glory tidak seragam kekentalannya, namun demikian mutu dan kwalitas madu tetap dijamin/garansi, dengan jaminan kemurnian 2 X uang kembali, artinya kalau madu glory tidak asli dan murni (ada campuran bahan kimia) dengan hasil uji klinis uang yang sudah dibayarkan ke glory dikembalikan dua kali.

Selain sumber nectar, zat gizi/nutrisi yang ada didalam madu juga ditentukan oleh kadar air yang terkandung di dalam madu. Semakin tinggi kadar airnya nutrisi didalam semakin berkurang. Madu yang baik menurut standar mutu nasional kadar airnya sekitar 17% s/d 22%.

PEMILIHAN KOLONI LEBAH
Gula alami yang terdapat di dalam madu (disebut GULA INVERT , berasal dari nektar bunga. Memiliki konsentrasi gula yang sangat tinggi yaitu fruktosa dan glukosa. Gula dalam madu dapat segera berasimilasi dengan darah dalam tubuh.

KELEBIHAN GULA INVERT :

* Memiliki susunan kimia yang sangat sederhana
* Segera berasimilasi dengan darah
* Segera menghasilkan energi tanpa melalui proses pencernaan.

Selain itu, madu juga mengandung senyawa aktif yang disebut ENZIM DIASTASE , sangat bermanfaat untuk :

* Mencegah dan; menetralisir bakteri merugikan yang terdapat di dalam tubuh manusia, menjadikan tubuh kebal dari berbagai penyakit.
* Mencegah dan menetralisir bakteri merugikan yang masuk kedalam madu serta memperkaya kandungan madu, menjadikan madu semakin lama disimpan kwalitasnya semakin baik, tidak ada batas kadaluwarsa. Namun beberapa regulasi tetap mengharuskan pencantuman batas kadaluwarsa.

Berdasarkan penelitian, madu aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Bahkan secara umum, konsumsi madu bagi penderita diabetes sangat bermanfaat untuk penjagaan kesehatannya dan membantu kinerja semua sistem organ dalam tubuh.

http://www.glory-honey.com/komposisimadu.htm

Analisis Kandungan Madu

Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa saja yang rajin mengonsumsi madu setiap hari akan bebas dari penyakit selama hidupnya. Dia tidak mengada-ada karena di dalam madu memang termuat rupa-rupa nutrisi yang unik dan potensial untuk memelihara kesehatan dan kecantikan.
Sampai saat ini banyak orang yang belum benar-benar mengerti memilih madu yang baik dan asli. Pengertian orang awam tentang madu asli saat ini bila semut tidak mendekat, atau menyala bila dibakar dengan korek api.

Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya adalah 17,1 persen air; 82,4 persen karbohidrat total; 0,5 persen protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa. Sisanya, 12,9 persenkarbohidrat yang terbuat dari maltose, sukrosa, dan gula lain. Sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 kalori.

Salah satu keunikan dari madu, meski memiliki rasa manis, tidak begitu berbahaya dibanding gula. Meski efeknya ringan dalam menaikkan gula darah dibanding sumber karbohidrat lain, bagi diabetes dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke dokter bila mengkonsumsinya.

Selain itu dalam madu terdapat banyak sekali kandungan vitamin, asam, mineral dan enzim, yang sangat berguna sekali bagi tubuh sebagaii pengobatan secara tradisional, antibodi, dan penghambat pertumbuhan sel kanker/tumor.

Sementara kandungan asam organik dalam madu antara lain asam glikolat, asam format, asam laktat, asam sitrat, asam asetat, asam oksalat, asam malat, dan asam tartarat. Dari Beberapa asam tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan yakni berguna bagi metabolisme tubuh, di antaranya asam oksalat, asam tartarat, asam laktat, dan asam malat. Bahkan dalam asam laktat terdapat kandungan zat laktobasilin yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan tumor. Asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit, juga sebagai bahan pembentukan neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak

Kandungan mineral yang ada dalam madu alam, tergantung dari mana sari bunga yang dihisapnya. Bunga tersebut di tanam pada tanah yang banyak kandungan mineral apa. Sehingga banyaknya kandungan zat besi, tembaga dan mangan akan menjadikan madu berwarna gelap, sementara zat besi erat hubungannya dengan pewarnaan darah (hemoglobin).

Beberapa kandungan mineral dalam madu adalah Belerang (S), Kalsium (Ca), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Besi (Fe), Fospor (P), Klor (Cl), Kalium (K), Magnesium (Mg), Yodium (I), Seng (Zn), Silikon (Si), Natrium (Na), Molibdenum (Mo) dan Aluminium (Al). Zat tembaga sangat penting bagi manusia berkaitan dengan hemoglobin, dan kekurangan zat tersebut menyebabkan berkurangnya ketahanan tubuh, dan memicu meningkatnya kadar kolesterol.

Zat mangan berfungsi sebagai antioksidan, dan berpengaruh besar dalam pengontrolan gula darah serta mengatur hormon teroid. Magnesium pegang peran penting mengaktifkan fungsi replikasi sel, protein dan energi. Yodium berguna bagi pertumbuhan dan membantu dalam pembakaran kelebihan lemak pada tubuh. Jika kekurangan seng biasanya kesehatan menurun, mudah terjadi infeksi dan sering
terjadi gangguan kulit seperti jerawat, dll.

Adapun kegunaan kalsium dan fospor sangat berguna bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Besi (Fe) membantu proses pembentukan sel darah merah. Magnesium, fospor dan belerang berkaitan dengan metabolisme tubuh. Molibdenum berguna sekali untuk pencegahan anemia dan penawar racun (terutama bagi orang yang suka minuman keras/alkohol).

Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat, menulis dalam Journal of Apicultural Research bahwa khasiat masing-masing madu bisa saja berbeda, namun semua jenis madu pasti mengandung antioksidan. Secara lebih rinci Prof. DR. H. Muhilal, pakar gizi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor, menguraikan tentang kandungan gizi madu. Selain asam organik, dalam madu
juga terdapat kandungan asam amino yang berkaitan dalam pembuatan protein tubuh (asam amino nonesensial). Selain asam amino nonesensial ada juga asam amino esensial di antaranya: Lysin, Histadin, triptofan, dll.

Vitamin yang ada dalam kandungan madu, di antaranya: Vitamin B2 (Riboflavin), B5 (asam pantotenat), B6 (Piridoksin), vitamin A, vit C, vit K, dan betakaroten.

Vitamin A pegang peran penting bagi pertumbuhan dan perkembangan, serta mempertahankan kesehatan tubuh. Juga berkaitan dengan hormon andrenalin dan hormon teroid serta mengatur bekerjanya sel-sel saraf.

B2 (Riboflavin) berfungsi membantu pertumbuhan dan reproduksi. Kekurangan riboflavin mengakibatkan bibir pecah-pecah, iritasi pada lidah, mata terasa gatal, dan seringkali terjadi katarak. B5 (Pantotenat) pegang peran dalam produksi hormon andrenalin dan sel-sel darah merah. B6 (Piridoksin) pegang peran
penting sebagai benteng pertahanan keseimbangan hormon dan mengatur fungsi kekebalan. Vit C (berguna sebagai suplemen) sangat berguna bagi penyembuhan luka, antioksidan serta kekebalan.

Selain itu madu juga mengandung antibiotika sebagai antibakteri dan antiseptik menjaga luka. Bahkan madu sarang segera menyembuhkan luka bakar akibat tersiram air mendidih atau minyak panas. Madu sarang sangat berguna untuk menjaga kesehatan dan penyembuhan terutama penderita jantung, gagal ginjal, lever, hepatitis, penderita kanker usus, kanker paru, bronchitis, sinusitis, kelelahan
kronis, pusing kronis dan pekerja berat, penderita reumatik, osteoporosis, kekejangan otot terutama pada olahragawan, penderita stroke, serta tambahan menu bagi balita dan penderita AIDS/HIV. “Sifat antibakteri dari madu membantu mengatasi infeksi pada perlukaan dan aksi antiinflamasinya dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan,” kata Dr. Peter Molan dari University of Waikato, New Zealand, melalui situs kesehatan. Madu juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain mempercepat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit.

Sekarang banyak pedagang madu yang pandai mengelabuhi pembeli dengan membawa madu dalam wadah yang diberi sarang lebah di atasnya supaya terlihat madu dagangannya adalah mdalam air. Madu akan larut setelah diaduk) , tidak mengandung unsur air, kental sekali, ada rasa amis seperti karat besi, agak asam, agak langu, jika dicampurkan pada kuning telur maka kuning telurnya menjadi matang, semut akan mati bila masuk ke dalam botol berisi madu sarang, madu asli dari sarang lebah. Bagaimana bisa memastikan bahwa madu sarang itu betul-betul asli, dapat diteliti dari berat jenisnya (klo di tuangkan ke dalam air secara perlahan tanpa diaduk tdk keliatan nyata ada gelombang pelarutan
halus seperti gula yang dilarutkan bila disimpan dalam lemari es tidak mengkristal, tambah lama warna berubah menjadi lebih tua, tidak meletup.

Referensi :

1. Endang Saptorini, Madu, Cairan Emas Kaya Antioksidan, 2003.

2. Wati, Madu Lebah Sarang Kandung Gula Alam, 2003.

Sumber Artikel : http://www.facebook.com/notes/madu/analisis-kandungan-madu/242133687459
Kafein, peningkatkan pembakaran lemak & performa endurans
Published : May 23rd, 2009 | Under Category : Sports Nutrition & Supplement : Essensial

Kafein adalah senyawa bersifat yang stimulan terhadap sistim syaraf pusat dan juga otak, merupakan bagian dari famili methylxanthine yang secara alami banyak terkandung pada berbagai produk hasil bumi seperti dalam biji kopi, coklat, daun teh serta kacang cola. Karena secara alami banyak terkandung di dalam produk hasil bumi, maka kafein menjadi jenis stimulan yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Di dalam berbagai produk komersial, kafein selain terkandung di dalam kopi, teh, produk coklat atau juga susu coklat, juga banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam produk-produk minuman seperti dalam minuman cola (soft drink) ataupun juga minuman berenergi (energi drink).

Produk Jumlah Konsumsi Jumlah Kafein (mg)
Kopi Instan 150 ml 40-108
Kopi Percolated 150 ml 64-124
The Instan 150 ml 12-28
Susu Coklat 235 ml 6
Coklat Batang 100 gr 12-15
Soft Drink 1 kaleng 38-40
Energy Drink 250 ml 80

Kafein sebagai sports ergogenik

Di dalam dunia suplemen/nutrisi olahraga, kafein dikategorikan sebagai pharmacological sports ergogenic yang dapat memiliki fungsi kerja seperti hormon atau zat neurotransmitter alami tubuh sehingga membuat kafein dapat meningkatkan performa fisik dengan berperan dalam berbagai proses metabolik tubuh.

Sejak 1 Januari 2004 kafein sudah tidak dikategorikan lagi sebagai zat yang dilarang untuk dikonsumsi dalam pertandingan olahraga, namun IOC (International Olympic Committe) tetap membatasi kadar/level maksimum yang diperbolehkan yaitu tidak lebih dari 12 mikro gram dalam setiap 1 ml urin atau menjaga konsumsinya tidak lebih dari 500 mg kafein atau 7-8 gelas kopi.

Kafein besama dengan ephedrine disebutkan merupakan jenis pharmacological sports ergogenik yang paling popular digunakan oleh atlet khususnya pada cabang olahraga endurans. Sekitar 89% dari atlet yang mengikuti penyelenggaran Iron Man 2005 di Hawai misalnya, disebutkan mengkonsumsi kafein dengan tujuan untuk meningkatkan performa tubuh, dengan pilihan produk yang paling popular di kalangan atlet pada cabang ini adalah minuman cola (70%), caffeinated gels (56%) serta kopi (42%).

Ergogenik pada olahraga endurans & intensitas tinggi

kaffein-largeSelain dapat memberikan peningkatan konsentrasi karena bersifat stimulan terhadap sistem pusat syaraf, beberapa penelitian juga menunjukan bahwa konsumsi kafein mempunyai efek ergogenik yang mampu meningkatkan performa olahraga terutama pada olahraga endurans yang berdurasi panjang seperti sepeda jarak jauh atau juga marathon serta pada olahraga intensitas tinggi berdurasi singkat.

Teori paling popular dari efek ergogenik kafein terhadap performa olahraga ini disebabkan oleh dua mekanisme utama yang terjadi di dalam tubuh yaitu :

1.Kafein dapat meningkatkan proses penyerapan dan juga pelepasan ion kalsium di dalam sel-sel otot
2.Kafein dapat menstimulasi pengeluaran asam lemak dari jaringan adipose tubuh.

Mekanisme yang pertama disebutkan dapat memberikan manfaat postif bagi atlet cabang olahraga intensitas tinggi berdurasi singkat karena peningkatan proses penyerapan dan pelepasan ion kalsium dapat membantu untuk meningkatkan kekuatan serta efisiensi kontraksi otot.

Sedangkan mekanisme yang kedua dapat memberikan manfaat bagi performa olahraga endurans karena stimulasi pengeluaran asam lemak dapat meningkatkan pengunaan lemak sebagai sumber energi sehingga membantu menghemat pemakaian karbohidrat (glikogen otot) pada tahap-tahap awal saat aktivitas olahraga baru mulai berjalan. Kombinasi antara peningkatan pembakaran asam lemak dan penghematan pemakaian glikogen otot ini membuat seorang atlet mempunyai cadangan energi dalam bentuk karbohidrat yang relatif lebih banyak sehingga secara teoritis akan mempunyai daya tahan dan performa endurans yang lebih baik.

Peningkatan performa endurans ini salah satunya ditunjukan oleh penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Of Sports Science, di mana konsumsi kafein dibandingkan dengan konsumsi non-kafein sebelum latihan olahraga menghasilkan peningkatan pembakaran lemak tubuh yaitu 145 vs 120 mg/mol serta kemampuan daya tahan atlet dalam olahraga endurans yaitu 131 vs 123 menit.

Jumlah Konsumsi

Kafein dalam interval waktu 30-60 menit setelah dikonsumsi dapat terserap secara sempurna ke dalam tubuh. Sehingga untuk mendapatkan efek ergogenik dari kafein, waktu ideal untuk mengkonsumsi kafein adalah pada 1-2 jam sebelum berolahraga dengan jumlah konsumsi sebanyak 2-3 mg per kg berat badan. Pola konsumsi ini masih dalam batas yang diizinkan oleh IOC dan secara signifikan dapat meningkatkan pembakaran lemak, menghemat pemakaian glikogen otot serta meningkatkan performa endurans hingga 20%.

Karena kafein bersifat diuretik dan dapat merangsang pengeluaran urin, maka atlet yang mengkonsumsi kafein sebelum latihan/pertandingan olahraga dianjurkan untuk mengimbanginya dengan konsumsi air yang cukup agar level air di dalam tubuh tetap terjaga dan dapat terhindar dari dehidrasi. Perlu juga untuk diketahui bawah konsumsi kafein tidak direkomendasikan dilakukan setelah selesai olahraga karena dapat menghambat proses pengembalian cairan tubuh (rehidrasi).

Efek Konsumsi Berlebih

Walaupun dapat memberikan peningkatan terhadap perfoma olahraga, konsumsi kafein harus dipehatikan karena selain adanya pembatasan kadar konsentrasinya di dalam urin, konsumsinya secara berlebih juga dapat menyebabkan gangguan-ganggunan seperti insomnia, diare, gelisah dan dehidrasi serta pada kasus khusus dapat menganggu laju aliran darah ke jantung saat berolahraga. Oleh karena itu maka atlet direkomendasikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada ahli medis/tim dokter yang menangani dirinya sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi kafein. (kbl)

Ref:
1.Clin Sports Med (2005), 24(2):e1-13,
2.Sports Med (1993), 15(1):14-23.
3.Sports Med (2001), 31(11):785-807
4.Int J Sport Nutr Exerc Metab (2006), 16(5):545-58
5.Sports Med (1994), 18(2):109-25
6.Nutritional Ergogenic Aids (2004) CRC Press

http://pssplab.com/book/?p=158

Madu sumber energi dan nutrisi

Madu sejak dari zaman romawi kuno sudah dikenal untuk berbagai manfaatnya antara lain sebagai pemanis makanan, sumber energi atau pun khasiatnya untuk mengobati luka. Dihasilkan dari lebah madu, proses pembuatan madu di mulai dari pengisapan nektar bunga dan tepung sari yang terkandung di dalam berbagai macam tumbuh-tumbuhan oleh lebah madu. Nektar yang dibawa oleh lebah madu ke dalam sarangnya kemudian melalui beberapa tahapan proses akan diubah menjadi madu.

Madu yang dihasilkan umumnya mempunyai komposisi utama yang terdiri dari air dan karbohidrat. Kandungan karbohidrat dalam komposisi utamanya umumnya merupakan kombinasi antara fruktosa (38%), glukosa (31%) dan sedikit sukrosa (1%). Dalam 1 sendok teh, kandungan karbohidrat yang dimiliki madu adalah sekitar 17.3 gram dan akan mempunyai kandungan energi sebesar 63 kkal. Selain kaya akan karbohidrat, madu juga memiliki kandungan lainnya yang terdiri dari mineral yaitu besi (Fe), magnesium (Mg), mangan (Mn), kalium (K), natrium (Na), seng (Zn), tembaga (Cu) dan selenium (Se). Selain itu madu juga memiliki kandungan lain yaitu Vitamin B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6, C, asam pantotenat dan juga protein.
008-lManfaat madu sebagai sumber energi dan peningkat stamina sudah dikenal sejak zaman dahulu. Atlet-atlet yunani kuno disebutkan sudah mengkonsumsi madu pada saat sebelum bertanding dan setelah selesainya pertandingan. Kandungan madu yang terdiri dari kombinasi karbohidrat yang juga dilengkapi juga dengan sedikit kandungan mineral dan vitamin membuat madu dapat berfungsi sebagai sumber nutrisi yang mampu untuk memberi peningkatkan terhadap performa olahraga.. Selain itu, dengan nilai ketetapan Glycemic Index (GI) yang relatif rendah yaitu 55, konsumsi madu pada beberapa saat sebelum latihan/pertandigan juga dapat menjadi alternatf pilihan sumber karbohidrat yang baik bagi atlet . Karbohidrat dengan nilai GI yang rendah akan dicerna secara lambat sehingga dapat berada di dalam usus kecil dengan waktu yang lebih lama. Manfaat dari proses ini adalah pelepasan glukosa secara perlahan selama berlangsungnya kegiatan olahraga.

Konsumsi madu dalam peningkatkan performa olahraga disebutkan mempunyai keefektifan yang sama dengan mengkonsumsi karbohidrat glukosa (dekstrosa). Pada studi yang mensimulasikan 64 km balap sepeda time trial, subjek yang diberikan konsumsi 250 ml air putih yang ditambahkan dengan 15 gr madu atau 15 gr glukosa (dekstrosa) tiap 16 km mampu untuk menyelesaikan tahap simulasi dengan waktu yang lebih cepat jika konsumsi tidak mengandung madu/glukosa (larutan madu = 128 menit, 42 detik, larutan glukosa = 128 menit, 18 detik dan larutan pembanding = 131 menit, 18 detik).

Pada perkembangan lainnya dalam bidang nutrisi, madu juga menjadi komponen utama dalam membantu untuk menurunkan berat badan. Melalui suatu metoda diet yang dikenal sebagai hibernation diet, konsumsi madu sebelum tidur dapat membantu untuk menurunkan berat badan melalui pemecahan lemak yang terjadi saat sedang tidur. Saat sedang tidur, karbohidrat terutama fruktosa yang terkandung di dalam madu dapat membantu untuk menjaga simpanan glikogen hati yang kemudian juga akan berfungsi dalam membantu menjaga level glukosa di dalam darah. Pada kondisi ini, otak yang tetap mendapatkan energi dari glukosa darah akan mengeluarkan growth hormone yang kemudian akan mendorong terjadinya proses lipolisis (pemecahan simpanan lemak)
Ref:
1.Food Chemistry 3rd edition.Springer
2.J Strength Cond Res.18(3):466-72.2004
3.Sports Drink:Basic Science.CRC Press
4.Hibernationdiet.com
http://pssplab.com/book/?p=18
http://bebasbelanja.com/shop/index.php?option=com_content&view=article&id=82%3Amadu-sumber-energi-dan-nutrisi&catid=55%3Adiet-fitness&Itemid=171

Penelitian Ilmiah Tentang Hasil Lebah

Produk perlebahan telah digunakan baik sebagai makanan maupun obat selama ribuan tahun.

Jauh pada 2.735 SM, kaisar Cina Shen Nung telah menghimpun suatu ensiklopedi kesehatan yang lengkap, dan masih berlaku sampai sekarang. Ensiklopedi ini mengupas hasil dari lebah.

Belum lama berselang, pada tahun 1991, Columbia University mempublikasikan suatu penelitian perlawanan terhadap kanker, yang salah satunya berasal dari produk lebah yaitu Propolis.

Nilai gizi dan nutrisi yang terkandung didalam produk perlebahan telah diberitakan berulang kali dari hasil laboratorium di seluruh dunia.

Di bawah ini Anda akan menemukan informasi penting yang berasal dari berbagai sumber penelitian dari berbagai negara tentang produk lebah.

Baik dokter maupun ilmuwan akan memberikan pendapatnya.

Semua ahli kesehatan sepakat bahwa POLA MAKAN, DIET dan GAYA HIDUP merupakan faktor penting dalam pemeliharaan kesehatan. Hal ini akan mempengaruhi proses penuaan serta kwalitas hidup.




MANUSIA DAN LEBAH BERSAMA SELALU

Kita memiliki banyak keajaiban bagaikan sebuah pertalian keluarga dengan lebah madu yang tidak dapat disangkal lagi.

Apa yang dilakukan lebah secara naluri, sedikit banyak menjadi contoh di dalam kehidupan kita sehari hari.

Apakah manusia dan lebah menyukai hal yang sama?

* Tidakkah kita berusaha mencari sesuatu yang manis untuk melengkapi hidangan diatas meja, seperti juga lebah mencari nectar di jantung bunga?
* Bukankah kita menyukai aroma parfum harum semerbak, dimana lebah pun tertarik pada harum semerbak bunga yang mekar?
* Tidakkah manusia menyukai berbagai campuran warna indah untuk keindahan kebun di sekeliling, seperti juga lebah senang berterbangan kesana kemari di dalam taman bunga yang terdapat warna yang beraneka rupa?
* Dan di zaman modern seperti sekarang ini, siapa yang tidak ingin mengecap kenikmatan yang diberikan Yang Maha Kuasa untuk suatu kehidupan yang harmonis satu sama lainnya?

Dunia lebah kaya dengan warna yang beraneka ragam dan bau harum manis dari bunga yang mekar. Lebah meletakkan rumahnya sedemikian rupa sehingga bersih didalamnya. Setiap anggota lebah hidup dalam tatanan yang sangat teratur dan harmonis satu dengan lainnya.

Lebah mengambil hasil panen dan menyimpan makanannya, dimana kelompok masyarakat lebah itu sendiri yang akan menjaganya.

Di dalam dunia fauna, hanya lebahlah yang sibuk dengan pekerjaan pokoknya.

Tanpa lebah yang mempunyai kemampuan mengangkut pollen yang mengakibatkan terjadinya pembuahan pada berbagai tanaman dan bunga, perkembang biakan dari berbagai species tumbuhan tidak akan terjadi.

Sesungguhnya lebah memperkaya lingkungan dari berbagai belahan dunia melalui keberadaanya.

HASIL HASIL SARANG LEBAH DALAM SEJARAH

Lebah telah hidup lebih lama daripada manusia sendiri.

Museum sejarah Amerika di New York menyimpan lebah yang kemungkinan merupakan lebah tertua di dunia, disimpan dalam potongan sebuah fosil alat pembuat keramik.

Fosil tersebut ditaksir berusia 80.000.000 tahun, namun lebah yang terperangkap didalamnya mungkin lebih tua usianya.

Sebuah lukisan yang terdapat dalam gua di dekat Valencia, Spanyol, berasal dari era mesolitik, menggambarkan figur manusia naik tangga mengambil madu dari sebuah sarang lebah dan bertahan dari sengatan lebah-lebah tersebut.

Madu telah menjadi bahan pengobatan manusia, mungkin sejak zaman pra-sejarah, seperti yang telah ditemukan oleh beberapa ahli arkeologi.

Pengkonsumsian lebah dan hasil-hasil lainnya telah ditemukan sejak jaman peradaban kuno, dan mungkin, sebelumnya.

Orang Mesir kuno telah menyadari arti penting lebah dan produknya. Sesungguhnya, mereka menaruh hormat yang tinggi terhadap lebah dan sering menggunakan figure lebah dalam ornamen-ornamen yang mereka buat serta dalam dokumen-dokumen resmi.

Mereka juga mempersembahkan madu dan serbuk madu kepada dewa-dewa mereka dan juga meninggalkan perbekalan madu di pemakaman yang diperuntukkan bagi mereka yang telah meninggal dunia sebagai bahan makanan selama mereka di akhirat.

Mereka akan membuat hadiah yang terbuat dari madu kepada orang-orang yang mereka anggap memiliki derajat lebih tinggi

Pada saat pesta pernikahan, mempelai laki-laki juga diharuskan memberikan madu kepada mempelai perempuan.

Raja Firaun juga mengambil figure lebah sebagai symbol akan kerja keras dan pengabdian total terhadap sang ratu.

Madu, serbuk lebah, dan propolis juga digunakan sebagai bahan obat-obatan dan pada perlengkapan operasi mereka.

Madu dan serbuk lebah juga dikonsumsi untuk menyembuhkan luka akibat racun, bertindak sebagai penawar racun dan perekat kulit luar. Infeksi mata juga dirawat menggunakan produk lebah tersebut.

Orang Yunani kuno juga sangat mengagumi lebah dan produk yang dihasilkannya.

HIPOCRATES (460 – 377 SM), yang disebut sebagai ‘bapak pengobatan modern’, juga menggunakan propolis dalam perawatan yang dilakukannya.

Bahkan, ia juga mengkonsumsi madu setiap hari, dan menyatakan bahwa, ‘Madu mampu menghangatkan kita, membersihkan luka, menutup luka pada permukaan kulit, menyembuhkan alergi, dan sakit tergores’.

Ia bukan merupakan satu-satunya orang berpengaruh di Yunani yang menggunakan lebah sebagai bahan-bahan percobaanya.

DEMOCRITUS, yang disebut-sebut mampu memecahkan ‘teka-teki atom dan isinya’, mengkonsumsi madu untuk diet yang dilakukannya dan akhirnya meninggal dalam usia 109 tahun.

PHYTAGORAS dan murid-muridnya juga merupakan konsumen yang setia akan madu, juga kaum penyair, filsuf, penulis dan para akademisi lainnya – semuanya percaya bahwa madu bisa memperpanjang usia hidup dan memyembuhkan banyak penyakit.

Madu dan serbuk lebah juga dikonsumsi secara bebas oleh para atlet olimpiade sebagai bahan diet mereka, dan sebelum bertanding, mereka akan meminum madu dan air putih untuk meningkatkan tenaga dan stamina mereka.

Peradaban dan zaman yang lainnya telah banyak mengungkapkan keuntungan dari produk lebah ini. Pada zaman dahulu, Inggris dikenal sebagai ‘Pulau Madu’ karena banyaknya jumlah madu yang dipanen disana.

Di Cina, serbuk madu merupakan produk yang paling dihargai, dikoleksi dalam sebuah tempat khusus yang diapungkan di danau.

Segumpal madu dan serbuk lebah juga digunakan untuk menyembuhkan iritasi kulit.

Suku Maori Selandia Baru membuat kue dari serbuk lebah dan suku Indian Apache serta Pueblo menggunakan serbuk sama untuk upacara kesuburan mereka.

Dalam sebuah bab yang berjudul ‘Lebah’, Al Qur’an menyebutkan, ‘Dari dalam perut lebah, muncul sebuah mimuman yang warnanya berbeda dan mampu menyembuhkan bagi umat manusia’. Nabi Muhammad dipercayai menyatakan bahwa ‘madu merupakan obat bagi segala penyakit’.

Rig-Veda ditulis dalam bahasa Sansekerta antara tahun 2000 dan 3000 SM, kitab suci umat Hindu, menyebutkan bahwa lebah bersama dengan Pendeta dan Wisnu, salah seorang Dewa Tritunggal Hindu, seringkali digambarkan sebagai lebah berwarna biru diatas sebuah bunga lotus (bunga padma/teratai).

Selama Perang Boer (1899 –1902), luka-luka para prajurit dirawat dengan propolis dan royal jelly dengan jamur kering sebagai perbannya.

Harapan yang muncul ialah, dalam beberapa hal, produk lebah ini akan mampu mengubah hidup Anda juga – menjadi lebih baik.

TAHUKAH ANDA…?

Kebanyakan dari kita tidak terlalu memperdulikan serangga kecuali kalau kita disengat olehnya, atau mengganggu kita dalam situasi yang lain.

Kita bahkan tidak pernah berpikir bahwa mereka mungkin bisa memberikan keuntungan bagi kita. Mungkin lebah merupakan salah satu pengecualian. Kita semua mengetahui tentang madu.

Sesungguhnya, banyak orang yang mengkomsumsi madu secara teratur sebagai bagian dari program diet harian mereka, sebagai pemanis disaat memasak atau disebarkan diatas sandwich atau roti tawar.

Kita bahkan secara tidak sadar telah menyadari, bahwa madu memiliki kelebihan dalam hal pengobatan dan bisa digunakan untuk mengurangi sakit bagi sakit tenggorokan ketika kita mengalami flu.

Madu bukan merupakan satu-satunya produk lebah, yang telah terbukti bisa memberikan keuntungan bagi manusia. Ada juga serbuk madu atau serbuk sari lebah (bee pollen); beeswax, yaitu semacam substansi cairan kuning yang diproduksi oleh lebah; royal jelly; propolis; dan bahkan racun lebah.

Begitu banyak produk yang bisa muncul dari mahluk kecil ini, hanya bisa dijelaskan dengan baik jika kita melihat kehidupan lebah dan bagaimana komunitasnya diorganisasikan.

Sebagaimana kita semua ketahui, lebah hidup dalam sarang. Sarang itu terbentuk dari lorong-lorong sel bersisi delapan yang kita sebut sebagai honeycomb, yaitu suatu tempat yang dibangun oleh lebah dengan lorong-lorong dan lubang untuk penyimpanan madu dan telur mereka.

Sel ini dibuat dari getah lebah, dimana lebah-lebah itu, setelah mengkonsumsi sejumlah besar madu, kemudian mengolahnya dalam suatu tempat di perut mereka dan dikunyah hingga lembut, siap untuk dibentuk sesuai dengan keinginan.

Mereka menggunakan ‘lem lebah’ ini, atau propolis, untuk mengikat honeycomb dalam sarangnya dan untuk memperbaiki kerusakan atau mengisi ruang, dan bahkan untuk merawat sarang itu.

Serbuk yang dihasilkan oleh lebah digunakan oleh lebah sebagai makanan untuk lebah-lebah muda dan telah diketahui bahwa, pada sebuah koloni lebah yang mampu bertahan, bisa terdapat antara 22,5 hingga 32 kg serbuk.

Royal Jelly merupakan makanan khusus yang dirahasiakan oleh lebah pekerja dan digunakan untuk memberi makan kepada larva saja, namun setelah tiga hari, hanya digunakan untuk ratu lebah yang akan datang.

Racun lebah merupakan racun yang dilepaskan melalui sengatan seekor lebah.

Terdapat ribuan lebah dalam satu sarang. Beberapa pendapat menyebutkan jumlah sekitar 40.000 hingga 60.000 ekor, lainnya menyebutkan antara 25.000 hingga 100.000 ekor.

Setiap lebah memiliki tugasnya sendiri-sendiri dalam sarang. Meskipun hanya terdapat tiga tipe lebah, hanya ada satu ratu – sisanya merupakan lebah pekerja atau lebah jantan, dimana jumlah lebah pekerja jauh lebih banyak daripada lebah jantan.

Tugas ratu lebah hanyalah untuk bertelur, mungkin sebanyak 2.000 buah setiap harinya. Ia dibuahi oleh lebah jantan, yang langsung mati begitu selesai membuahi ratu lebah.

Jika ratu tidak dibuahi, maka larva tersebut akan menjadi lebah betina yang merupakan lebah pekerja.

Lebah pekerja memiliki tanggung jawab membangun dan mempertahankan sarang, mencari nectar (cairan manis yang berasal dari bunga tumbuhan) yang digunakan untuk membuat madu dan mengumpulkan serbuk tumbuhan, memberi makan dan membesarkan anak ratu lebah, mengatur aliran udara dalam sarang dengan sayap mereka dan melindungi sarang dari mahluk asing.

Lebah pekerja hanya hidup untuk satu musim, namun ratu lebah mampu bertahan hingga selama lima atau enam tahun.

Dalam sarang yang dijaga kesinambungan produksinya atas madu dan hasil-hasil lebah lainnya, proses ‘pergantian ratu’ dalam sebuah sarang dilakukan oleh para lebah penjaga, yang setiap tahun, mengganti ratu lebah yang telah tua dengan ratu lebah yang lebih muda dan lebih kuat.

Para lebah pekerja memiliki anatomi yang berbeda dengan ratu lebah, meskipun mereka semua lebah betina.

Lebah pekerja memiliki otak yang lebih besar daripada ratu lebah. Kaki belakang lebah pekerja juga memiliki sisir untuk mengumpulkan serbuk dalam keranjang penyimpanan. Mulutnya terkonstruksi sedemikian rupa sehingga bisa menyedot nectar dari bunga, mengunyah serbuk, propolis dan getah, serta menyerang musuh.

Dilain pihak, ratu lebah tidak memiliki kemampuan seperti tersebut diatas, dan bahkan tidak mampu memberi makan dirinya sendiri, bergantung sepenuhnya pada lebah pekerja.

Ratu lebah memiliki peralatan reproduksi untuk menetaskan ribuan telur. Ia menyimpan telur-telur itu dalam ovipositor dan memiliki kantung penyimpan sperma dalam perutnya.

Ratu lebah itu sebenarnya merupakan buatan, bukan terlahir sebagai ratu. Telur-telur yang ditentukan menjadi lebah pekerja disimpan dalam sel yang berukuran diameter 0,5 cm (1/4 inci). Sel yang dipersiapkan bagi ratu memiliki bentuk yang berbeda dan lebih besar.

Penelitian ilimah telah mengungkapkan bahwa setiap larva betina dibawah usia empat hari, yang ditempatkan dalam sel ratu lebah, akan berubah menjadi ratu lebah.

Bukan ukuran sel yang menentukan apakah larva tersebut akan berubah menjadi ratu. Apa yang dilakukan sel tersebut lebih berfungsi sebagai sebuah pertanda, yang membedakannya dengan sel lainya, sehingga lebah pekerja akan terus memberi makan larva yang ada di dalamnya dengan royal jelly, yang pada hari keempat, royal jelly tersebut tidak diberikan kepada larva yang lainnya.

Larva-larva lainnya yang tidak mendapat makanan royal jelly akan berubah menjadi lebah pekerja.

Sedangkan larva yang terus diberikan royal jelly akan berubah menjadi ratu lebah. Royal jelly merupakan makanan bagi ratu lebah seumur hidupnya.

PRODUK PERLEBAHAN

Produk perlebahan yang direkomendasikan di website ini berasal dari peternakan lebah terbesar dan tertua di dunia di sebuah gurun di Arizona yang bernama gurun High Desert.

Tumbuhan yang ditanam sebagai pakan lebah di gurun ini bernama bunga clover yang telah diteliti memiliki gizi seimbang.

Pengolahan produk lebah dilakukan di perusahaannya yang bernama CC Pollen yang merupakan pengolahan pertama produk perlebahan.

Kemasan dibuat dalam bentuk tablet dan liquid agar lebih nyaman dikonsumsi.

Cara mengkonsumsi produk perlebahan:

* Konsumsi menggunakan air dingin karena khasiat produk akan jauh menurun bila terkena panas.
* Sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan perut kosong agar penyerapan lebih cepat (kecuali yang menderita maag).
* Buang kapas yang ada di dalam botol.
* Tuangkan produk seperlunya ke tutup botol, baru pindahkan ke tangan. Jangan memasukkan tangan ke botol karena produk ini tanpa bahan pengawet.
* Simpan di tempat sejuk atau dalam lemari es, jangan kena panas.
* Ada kemungkinan reaksi awal berupa panas dalam bagi beberapa orang disebabkan tubuh menyesuaikan diri dengan produk.
* Ada beberapa orang yang alergi pollen. Sebaiknya jangan menkonsumsi pollen.
http://rahasialebah.com/hasil-lebah/index.php

Kamis, 07 Januari 2010

IHSANUL

* http://abahzacky.wordpress.com
* http://abuthalhah.wordpress.com
* http://brain-news.blogspot.com
* http://madrasahonline.blogspot.com
* http://milistukeran.blogspot.com
* http://pahlawanbertopeng212.blogspot.com
* http://tetapmuslim.wordpress.com
* http://ummhamzah.wordpress.com
* http://www.arrahmah.com
* http://www.daulahislam.com
* http://www.jarchive.info?
* http://www.millahibrahim.wordpress.com
* http://www.muslimdaily.net
* http://www.taujih.tk
* http://abahzacky.wordpress.com
* http://abuthalhah.wordpress.com
* http://brain-news.blogspot.com
* http://madrasahonline.blogspot.com
* http://milistukeran.blogspot.com
* http://pahlawanbertopeng212.blogspot.com
* http://tetapmuslim.wordpress.com
* http://ummhamzah.wordpress.com
* http://www.arrahmah.com
* http://www.daulahislam.com
* http://www.jarchive.info?
* http://www.millahibrahim.wordpress.com
* http://www.muslimdaily.net
* http://www.taujih.tk

Jumat, 04 Desember 2009

DAHSYATNYA MAUT, CINTANYA RASUL PADA UMATNYA

AIR MATA RASULULLAH SAW DALAM SAKARATUL MAUTNYA

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah t id ak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan
kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata t id ak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan. "Engkau t id ak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata
Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang t id ak
tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah t id ak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah h id up manusia mu lia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

NB:
Silahkan Copy Paste Artikel ini, kemudian kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.
Sumber : http://nov1mber.blogspot.com/2008/09/airmata-rasulullah-saw.html

Minggu, 09 Maret 2008

Rossa - Ayat Ayat Cinta

Rossa - Ayat Ayat Cinta
Desir pasir di padang tandus

Segersang pemikiran hati
Terkisah ku di antara cinta yang rumit
Bila keyakinanku datang

Kasih bukan sekadar cinta
Pengorbanan cinta yang agung
Ku pertaruhkan

reff:Maafkan bila ku tak sempurna
Cinta ini tak mungkin ku cegah
Ayat-ayat cinta bercerita
Cintaku padamu
Bila bahagia mulai menyentuh
Seakan ku bisa hidup lebih lama
Namun harus ku tinggalkan cinta
Ketika ku bersujud
Bila keyakinanku datang
Kasih bukan sekedar cinta
Pengorbanan cinta yang agung
Ku pertaruhkan
repeat reff
Ketika ku bersujud

Rabu, 05 Maret 2008

BUDIDAYA IKAN BELUT ( Synbranchus )
1. SEJARAH SINGKAT Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali- kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.
2. SENTRA PERIKANAN Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut- belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.
3. JENIS Klasifikasi belut adalah sebagai berikut: Kelas : Pisces Subkelas : Teleostei Ordo : Synbranchoidae Famili : Synbranchidae Genus : Synbranchus Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut kali/laut) Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah.
4. MANFAAT Manfaat dari budidaya belut adalah:
1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani.
2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
3) Sebagai obat penambah darah.
5. PERSYARATAN LOKASI
1) Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik.
2) Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun.
3) Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C.
4) Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan osigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1) Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm.
2) Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
3) Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/ m2. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm.
4) Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester.
5) Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan- peralatan lainnya.
6) Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan- lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut- belut diluncurkan ke dalam kolam.
6.2. Penyiapan Bibit
1) Menyiapkan Bibit a. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan. b. Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam. c. Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan 40± 30 cm dan belut jantan berukuran ±adalah belut betina berukuran cm. d. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur- telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5-2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam 1 (satu) bulan sampai anak belut±pendederan calon bibit selama tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.
2) Perlakuan dan Perawatan Bibit Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.
6.3. Pemeliharaan Pembesaran
1) Pemupukan Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.
2) Pemberian Pakan Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.
3) Pemberian Vaksinasi
4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.
7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama
1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut.
2) Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.
7.2. Penyakit Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.
8. PANEN Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :
1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/ konsumen). Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja.
9. PASCAPANEN Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
10.1.Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya belut selama 3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:
1) Biaya Produksi a. Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp. 7.000,- Rp. 28.000,- b. Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,- Rp. 225.000,- c. Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,- d. Lain-lain Rp. 30.000,- Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,-
2) Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,- Rp. 750.000,-
3) Keuntungan Rp. 422.000,-
4) Parameter Kelayakan Usaha 2,28 10.2.Gambaran Peluang Agribisnis Budidaya ikan belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.
11. DAFTAR PUSTAKA
1) Satwono, B. 1999. Budidaya Belut dan Tidar. Penerbit Penebar Swadaya (Anggota IKAPI). Jakarta.
2) Ronni Hendrik S. 1999. Budidaya Belut. Penerbit Bhratara, Jakarta
Budidaya Belut Menapak Masa Depan
Dikirim pada 14 Feb 2005 UmumKoperasi Usaha Cipta Mandiri Yogyakarta mengadakan pelatihan budidaya belut (monopterus Albus) di Wisma Taman Eden, Kaliurang pada 12-13 Februari 2005. Pelatihan ini menghadirkan Pakar Belut Nasional Ir. RM. Sonson Sundoro.
Koperasi Usaha Cipta Mandiri yang dipimpin oleh Gunadi memang masih relatif muda, namun wawasan yang dikembangkan sangat luas dan menjangkau masa depan. Komitmen koperasi ini kepada rakyat kecil, petani dan peternak belut sangat tinggi, sehingga mereka mencari informasi selengkap mungkin untuk kemajuan dan kesejahteraan penangkap belut alam dan pembudidaya belut. Pengamatan yang dilakukan koperasi usaha ini memang mencengangkan, karena dapat mengungkap kondisi pasar lokal DIY dan sekitarnya. Disamping itu kondisi belut alam sebagai sumber mata pencaharian beberapa keluarga dipedesaan telah mengalami banyak penurunan bahkan menghilang samasekali dimusim kemarau, sehingga memerlukan langkah-langkah konkrit agar penghasilan dan kesejahteraan mereka tidak menurun.
Pasar Godean, sebagai contoh memerlukan suplai belut segar seberat tujuh kuintal. Hasil pengamatan yang lain adalah home industri belut di DIY dan Jateng memerlukan sekitar 1-2 kuintal per industri. Kondisi ini sangat memberikan harapan bagi pembudidaya belut, karena pasar masih sangat terbuka. Kebutuhan-kebutuhan belut segar bagi pasar tradisional dan home industri ini saat ini disuplai dari Jawa Timur dengan kapasitas 50 kilogram per home industri.
Pelatihan budidaya belut ini dimaksudkan untuk membuka wawasan semua pihak yang menggantungkan hidupnya dari bisnis belut. Disamping itu, dengan pelatihan, diharapkan dapat memperdalam pengetahuan dan ketrampilan budidaya belut, sehingga mencapai taraf profesional, karena usaha belut ini dapat dijadikan profesi yang memiliki masa depan cerah. Ir. RM. Sonson Sundoro sebagai nara sumber dan pakar belut nasional mengawali pelatihan teknis budidaya belut ini dengan memberikan gambaran kepada peserta tentang usaha belut.
Kesempatan ini diawali dengan penulisan buku tentang budidaya belut yang mendasarkan pada uji coba selama kurang lebih dua puluh tahun yang dilakukannya dibantu orang tua seorang pakar perikanan. Sonson mengungkap prospek budidaya belut cukup luas peluangnya, karena masyarakat dunia mulai mengenal manfaat mengkonsumsi belut.
Peluang eksporpun terbuka sangat luas, pada tahun 1998 Jepang membutuhkan belut segar seberat lima ton, namun jumlah ini tidak pernah dapat dipenuhi, karena tumpuan ekspor ini masih dari hasil tangkapan belut alam yang dimusim kemarau sangat sulit didapat. Disamping itu kualitas, terutama segi ukuran, tidak dapat dipertahankan, karena belut alam ini setiap hari ditangkap, sehingga tangkapannya semakin kecil dan bahkan dalam dua tahun stok sudah habis.
Pengalaman pahit ini memaksa untuk dilakukan perubahan basis ekspor yang semula belut alam menjadi belut budidaya, sehingga dari segi jumlah dan kualitas dapat dijaga. Pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara mulai 2001 mulai nampak menunjukan kenaikan yang berarti. Hal ini terlihat dari permintaan mereka ke Indonesia untuk Hongkong sepuluh ton per hari per pengusaha importir padahal kemampuan baru mencapai tiga ton per hari. Permintaan lain datang dari Malaysia delapan puluh ton per minggu, Korea sepuluh ton per minggu, Harga yang importir tetapkan juga menunjukan penghasilan yang menggiurkan, karena Hongkong menetapkan 4,5 dolar amerika per kilogram belut segar. Jepang bahkan lebih menjanjikan lagi dengan 9-10 dolar amerika per kilogram belut segar. Pasar dalam negeri, bahkan lokal DIY dan sekitarnya juga tidak kalah terbukanya. Pasar dalam negeri telah dipatok harga perkilogramnya sebesar Rp. 10.000,00. untuk plasma. Pasar Jakarta membutuhkan 20 ton per hari dan DIY dan sekitarnya sebanyak 150 home industri terpantau membutuhkan kurang lebih 300 kuintal per hari. Permintaan ini juga datang dari Super market sebanyak 5 kuintal per hari.
Lebih lanjut Sonson mengatakan bahwa bagi pemula diharapkan mau belajar budidaya dan sifat belut, sehingga kanibalism tidak terjadi pada kolam produksi. Disamping itu persyaratan kolam, sehingga belut dapat berkembang dengan baik dan aman dari hama dan predator alami. Kolam ini dapat diatas atau menggali tanah. Pembuatan kolam belut diawali dengan perencanaan konstruksi kolam, pemilihan lahan. Hal ini dilanjukan dengan penggalian tanah atau pembuatan bak diatas tanah, baik untuk kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan maupun kolam pembesaran. Kolam-kolam ini memiliki ukuran tersendiri antara lain Kolam Penampungan Induk berukuran 200 cm X 400 cm kedalaman 80 cm, Kolam Pemijahan dan Pendederan berukuran 200 cm X 200 cm kedalaman 100 cm, Kolam Pembesaran berukuran 500 cm X 500 cm kedalaman 120 cm. Disamping ukuran dan persyaratan lahan juga dilengkapi dengan media pemeliharaan dengan urutan dan ukuran antara lain sebagai berikut :
1. Jerami setinggi 40 cm.
2. Pupuk Urea 5 kg dan NPK 5 kg (kolam berukuran 500 cmX500 cm atau perbandingannya).
3. Lumpur/tanah setinggi 5 cm.
4. Pupuk Kandang setinggi 5 cm.
5. Pupuk kompos setinggi 5 cm.
6. Lumpur/tanah setinggi 5 cm.
7. Cincangan Batang Pisang setinggi 10 cm.
8. Lumpur/tanah setinggi 15 cm.
9. Air setinggi 10 cm.
10. Enceng gondog sebanyak 3/4 permukaan kolam. Media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi selama kurang lebih dua minggu, sehingga siap untuk ditaburi bibit/benih belut yang akan dibudidayakan.
Pelaksanaan pengembangbiakan dapat dimulai setelah kolam dan media pemeliharaan siap. Langkah berikutnya adalah memilih bibit belut yang baik agar hasilnya dapat maksimal. Bibit belut ini harus dipilih yang sempurna atau normal dan singkirkan yang tidak normal. Belut yang berkualitas ini akan menghasilkan keturunan yang baik, sehingga akan berkembang dengan baik pula. Belut berkualitas memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Anggota tubuh utuh dan mulus yaitu tidak ada luka gigitan.
2. Gerakan lincah dan agresif.
3. Penampilan sehat yang dicirikan tubuh yang keras dan tidak lemas manakala dipegang.
4. Tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan.
5. Umur antara 2-4 bulan.
Ciri-ciri Induk Belut yang baik dapat dikenali melalui penampilan :
1. Induk Belut Jantan. -Berukuran panjang lebih dari 40 cm. -Permukaan Kulit lebih gelap atau abu-abu. -Bentuk Kepala Tumpul. -Umur lebih dari sepuluh bulan.
2. Induk Belut Betina. -Berukuran panjang antara 20-30 cm. -Permukaan Kulit lebih cerah dan warna putih kekuningan pada perutnya. -Bentuk kepala runcing. -Umur dibawah sembilan bulan. Belut ini mudah berkembangbiak dialam terbuka dan tidak sulit dibudidayakan dikolam yang menyerupai habitatnya serta memberikan penghasilan yang cukup menjanjikan.
Pemasaran belut baik budidaya maupun tangkap akan dijamin oleh Koperasi Usaha Cipta Mandiri Yogyakarta.
Perkembangbiakan belut, setahun sekali, akan dimulai dengan Belut jantan membuat lubang menyerupai huruf "U" dan gelembung udara yang menarik betina.
Perkawinan akan terjadi pada lubang dan telur akan bertaburan dibawah gelembung udara yang benyerupai busa. Telur-telur ini selanjutnya akan dicakup Belut Jantan untuk ditetaskan di lubang persembunyian dengan pengawasan Belut jantan selama 9-10 hari dialam terbuka dan 12-14 hari dikolam pemijahan. Belut muda ini akan mencari makan sendiri dan lepas dari belut jantan setelah berumur 15 hari.
Secara alami belut memakan binatang lain yang lemah, karena itu mereka harus membuat lubang perangkap yang menyerupai terowongan yang berkelok agar mangsanya tidak mudah lepas.
Belut ini dapat dipanen setelah tiga bulan penaburan untuk pasar lokal, namun pasar ekspor minimal enam bulan. Kolam setelah panen diperbaiki dan diganti media pemeliharaannya agar zat renik yang diperlukan pemeliharaan berikutnya dapat tersedia cukup. (heri/win) http://trimudilah.wordpress.com/2006/12/05/budidaya-belut-4/
Budidaya Belut Menapak Masa Depan
Dikirim pada 14 Feb 2005 UmumKoperasi Usaha Cipta Mandiri Yogyakarta mengadakan pelatihan budidaya belut (monopterus Albus) di Wisma Taman Eden, Kaliurang pada 12-13 Februari 2005. Pelatihan ini menghadirkan Pakar Belut Nasional Ir. RM. Sonson Sundoro.
Koperasi Usaha Cipta Mandiri yang dipimpin oleh Gunadi memang masih relatif muda, namun wawasan yang dikembangkan sangat luas dan menjangkau masa depan. Komitmen koperasi ini kepada rakyat kecil, petani dan peternak belut sangat tinggi, sehingga mereka mencari informasi selengkap mungkin untuk kemajuan dan kesejahteraan penangkap belut alam dan pembudidaya belut. Pengamatan yang dilakukan koperasi usaha ini memang mencengangkan, karena dapat mengungkap kondisi pasar lokal DIY dan sekitarnya. Disamping itu kondisi belut alam sebagai sumber mata pencaharian beberapa keluarga dipedesaan telah mengalami banyak penurunan bahkan menghilang samasekali dimusim kemarau, sehingga memerlukan langkah-langkah konkrit agar penghasilan dan kesejahteraan mereka tidak menurun.
Pasar Godean, sebagai contoh memerlukan suplai belut segar seberat tujuh kuintal. Hasil pengamatan yang lain adalah home industri belut di DIY dan Jateng memerlukan sekitar 1-2 kuintal per industri. Kondisi ini sangat memberikan harapan bagi pembudidaya belut, karena pasar masih sangat terbuka. Kebutuhan-kebutuhan belut segar bagi pasar tradisional dan home industri ini saat ini disuplai dari Jawa Timur dengan kapasitas 50 kilogram per home industri.
Pelatihan budidaya belut ini dimaksudkan untuk membuka wawasan semua pihak yang menggantungkan hidupnya dari bisnis belut. Disamping itu, dengan pelatihan, diharapkan dapat memperdalam pengetahuan dan ketrampilan budidaya belut, sehingga mencapai taraf profesional, karena usaha belut ini dapat dijadikan profesi yang memiliki masa depan cerah. Ir. RM. Sonson Sundoro sebagai nara sumber dan pakar belut nasional mengawali pelatihan teknis budidaya belut ini dengan memberikan gambaran kepada peserta tentang usaha belut.
Kesempatan ini diawali dengan penulisan buku tentang budidaya belut yang mendasarkan pada uji coba selama kurang lebih dua puluh tahun yang dilakukannya dibantu orang tua seorang pakar perikanan. Sonson mengungkap prospek budidaya belut cukup luas peluangnya, karena masyarakat dunia mulai mengenal manfaat mengkonsumsi belut.
Peluang eksporpun terbuka sangat luas, pada tahun 1998 Jepang membutuhkan belut segar seberat lima ton, namun jumlah ini tidak pernah dapat dipenuhi, karena tumpuan ekspor ini masih dari hasil tangkapan belut alam yang dimusim kemarau sangat sulit didapat. Disamping itu kualitas, terutama segi ukuran, tidak dapat dipertahankan, karena belut alam ini setiap hari ditangkap, sehingga tangkapannya semakin kecil dan bahkan dalam dua tahun stok sudah habis.
Pengalaman pahit ini memaksa untuk dilakukan perubahan basis ekspor yang semula belut alam menjadi belut budidaya, sehingga dari segi jumlah dan kualitas dapat dijaga. Pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara mulai 2001 mulai nampak menunjukan kenaikan yang berarti. Hal ini terlihat dari permintaan mereka ke Indonesia untuk Hongkong sepuluh ton per hari per pengusaha importir padahal kemampuan baru mencapai tiga ton per hari. Permintaan lain datang dari Malaysia delapan puluh ton per minggu, Korea sepuluh ton per minggu, Harga yang importir tetapkan juga menunjukan penghasilan yang menggiurkan, karena Hongkong menetapkan 4,5 dolar amerika per kilogram belut segar. Jepang bahkan lebih menjanjikan lagi dengan 9-10 dolar amerika per kilogram belut segar. Pasar dalam negeri, bahkan lokal DIY dan sekitarnya juga tidak kalah terbukanya. Pasar dalam negeri telah dipatok harga perkilogramnya sebesar Rp. 10.000,00. untuk plasma. Pasar Jakarta membutuhkan 20 ton per hari dan DIY dan sekitarnya sebanyak 150 home industri terpantau membutuhkan kurang lebih 300 kuintal per hari. Permintaan ini juga datang dari Super market sebanyak 5 kuintal per hari.
Lebih lanjut Sonson mengatakan bahwa bagi pemula diharapkan mau belajar budidaya dan sifat belut, sehingga kanibalism tidak terjadi pada kolam produksi. Disamping itu persyaratan kolam, sehingga belut dapat berkembang dengan baik dan aman dari hama dan predator alami. Kolam ini dapat diatas atau menggali tanah. Pembuatan kolam belut diawali dengan perencanaan konstruksi kolam, pemilihan lahan. Hal ini dilanjukan dengan penggalian tanah atau pembuatan bak diatas tanah, baik untuk kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan maupun kolam pembesaran. Kolam-kolam ini memiliki ukuran tersendiri antara lain Kolam Penampungan Induk berukuran 200 cm X 400 cm kedalaman 80 cm, Kolam Pemijahan dan Pendederan berukuran 200 cm X 200 cm kedalaman 100 cm, Kolam Pembesaran berukuran 500 cm X 500 cm kedalaman 120 cm. Disamping ukuran dan persyaratan lahan juga dilengkapi dengan media pemeliharaan dengan urutan dan ukuran antara lain sebagai berikut :
1. Jerami setinggi 40 cm.
2. Pupuk Urea 5 kg dan NPK 5 kg (kolam berukuran 500 cmX500 cm atau perbandingannya).
3. Lumpur/tanah setinggi 5 cm.
4. Pupuk Kandang setinggi 5 cm.
5. Pupuk kompos setinggi 5 cm.
6. Lumpur/tanah setinggi 5 cm.
7. Cincangan Batang Pisang setinggi 10 cm.
8. Lumpur/tanah setinggi 15 cm.
9. Air setinggi 10 cm.
10. Enceng gondog sebanyak 3/4 permukaan kolam. Media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi selama kurang lebih dua minggu, sehingga siap untuk ditaburi bibit/benih belut yang akan dibudidayakan.
Pelaksanaan pengembangbiakan dapat dimulai setelah kolam dan media pemeliharaan siap. Langkah berikutnya adalah memilih bibit belut yang baik agar hasilnya dapat maksimal. Bibit belut ini harus dipilih yang sempurna atau normal dan singkirkan yang tidak normal. Belut yang berkualitas ini akan menghasilkan keturunan yang baik, sehingga akan berkembang dengan baik pula. Belut berkualitas memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Anggota tubuh utuh dan mulus yaitu tidak ada luka gigitan.
2. Gerakan lincah dan agresif.
3. Penampilan sehat yang dicirikan tubuh yang keras dan tidak lemas manakala dipegang.
4. Tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan.
5. Umur antara 2-4 bulan.
Ciri-ciri Induk Belut yang baik dapat dikenali melalui penampilan :
1. Induk Belut Jantan. -Berukuran panjang lebih dari 40 cm. -Permukaan Kulit lebih gelap atau abu-abu. -Bentuk Kepala Tumpul. -Umur lebih dari sepuluh bulan.
2. Induk Belut Betina. -Berukuran panjang antara 20-30 cm. -Permukaan Kulit lebih cerah dan warna putih kekuningan pada perutnya. -Bentuk kepala runcing. -Umur dibawah sembilan bulan. Belut ini mudah berkembangbiak dialam terbuka dan tidak sulit dibudidayakan dikolam yang menyerupai habitatnya serta memberikan penghasilan yang cukup menjanjikan.
Pemasaran belut baik budidaya maupun tangkap akan dijamin oleh Koperasi Usaha Cipta Mandiri Yogyakarta.
Perkembangbiakan belut, setahun sekali, akan dimulai dengan Belut jantan membuat lubang menyerupai huruf "U" dan gelembung udara yang menarik betina.
Perkawinan akan terjadi pada lubang dan telur akan bertaburan dibawah gelembung udara yang benyerupai busa. Telur-telur ini selanjutnya akan dicakup Belut Jantan untuk ditetaskan di lubang persembunyian dengan pengawasan Belut jantan selama 9-10 hari dialam terbuka dan 12-14 hari dikolam pemijahan. Belut muda ini akan mencari makan sendiri dan lepas dari belut jantan setelah berumur 15 hari.
Secara alami belut memakan binatang lain yang lemah, karena itu mereka harus membuat lubang perangkap yang menyerupai terowongan yang berkelok agar mangsanya tidak mudah lepas.
Belut ini dapat dipanen setelah tiga bulan penaburan untuk pasar lokal, namun pasar ekspor minimal enam bulan. Kolam setelah panen diperbaiki dan diganti media pemeliharaannya agar zat renik yang diperlukan pemeliharaan berikutnya dapat tersedia cukup. (heri/win) http://trimudilah.wordpress.com/2006/12/05/budidaya-belut-4/
Peluang Budidaya Belut Jun 19, 2007
Tak heran jika akhir-akhir ini banyak media mengekspos tentang besarnya peluang bisnis budidaya belut. Dan bagi yang terbiasa 'melek' di depan internet, mungkin juga tak jarang menemukan sebuah forum yang memperbincangkan tentang gurihnya berbisnis di bidang yang satu ini. Sebenarnya seberapa besar peluang budidaya belut?
Mengandalkan belut tangkapan dari alam untuk dipasarkan kembali ternyata sudah bukan sesuatu yang mudah lagi. Pasokan yang didapat dengan cara tersebut lama kelamaan semakin menipis. Berangkat dari kenyataan tersebutlah Ardiyan Taufik, pria dari kota Solo yang telah bergelut dalam bisnis ekspor belut semenjak 4 tahun yang lalu, akhirnya mulai merintis budidaya belut. Ia banyak berhubungan dengan para pengepul di berbagai daerah di Tanah Air untuk kemudian dikumpulkan dan dijual ke luar negeri.
Bisnis budidaya belut sendiri dimulai sekitar 1,5 tahun yang lalu (awal tahun 2006).Berdasarkan pengalaman bisnis budidayanya, menurut Ardiyan budidaya belut terbilang tidak sulit. Pebisnis yang ingin serius menekuni budidaya belut hanya dituntut untuk intens dalam hal perawatan dan pemberian pakan. Sementara dalam pemberian pakan pun, kata Ardian, pakan belut termasuk simpel. Pakan belut itu tidak berhubungan dengan pabrik. "Pakannya bisa keong mas atau bekicot. Jadi tidak tergantung pada pakan hasil pabrik," ujar Ardiyan. Berdasarkan hitung-hitungan biaya operasional, biaya pakan tersebut menurut Ardiyan hanya menggunakan 15%-20% dari biaya operasional. Jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan komoditas perikanan lain yang biaya pakannya menelan hingga 60% dari biaya operasional.
Hanya saja menurut Ardiyan, banyak peternak pemula yang belum mengetahui seluk beluk membudidayakan komoditas yang satu ini. Biasanya para pemula akan bersemangat hanya sekitar 1 hingga 5 minggu di awal bisnis budidayanya. Selanjutnya mereka mengira bahwa usaha tidak berhasil karena tidak melihat tanda-tanda kehidupan ternak di siang hari. Padahal belut memang tidak aktif seperti produk perikanan lainnya. "Belut ini hewan malam, dan nyaris tidak kelihatan, tidak seperti ikan," ujar Ardiyan.
Berminat budidaya belut, pada dasarnya modal menurut Ardiyan bukanlah yang utama. Jika calon pebisnis memiliki kolam semen, atau bahkan jika tidak ada bisa menggunakan kolam terpal. Sementara untuk bibitnya calon pebisnis bisa memulai dengan berusaha mendapatkan bibit dari sawah. Bibit belut bisa lebih mudah didapatkan di sekitar pertanian organik. Jika tidak bisa didapat dengan cara gratis, sambung Ardiyan, bibit belut sawah bisa didapat dengan harga sekitar Rp25.000/kg.
Jika dibudidayakan secara intens, bibit belut berukuran sebesar rokok akan membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 6 bulan untuk bisa dipanen untuk kemudian dipasarkan. Pilihannya ada pada pebisnis sendiri. Jika ingin dipasarkan secara lokal, biasanya waktu 3, 4 atau 5 bulan cukup untuk budidaya. Sementara untuk pasar ekspor biasanya akan memakan waktu 6 bulan.
Bicara harga jual juga menarik. Dari hasil panen, Ardiyan bisa mematok harga sekilo belut isi 10 seharga Rp15.000 untuk pasar lokal, bahkan bisa mencapai Rp18.000 di *enuser*. Sementara untuk pasar ekspor biasanya sekilo isi 10 dengan harga Rp20.000. Tentang pasar ekspor belut sendiri, Ardiyan juga lebih tahu. "Coba saja lihat Singapura dan Malaysia, mereka darimana mendapatkan belut, kan tidak ada sawah," ilustrasi Ardiyan. Jadi jika pun ada pihak-pihak yang pesimis dengan tidak adanya pasar ekspor bagi hasil budidaya belut Tanah Air, menurutnya harus dibuktikan sendiri. Hanya saja pebisnis yang benar-benar menekuni budidaya sekaligus pemasaran seperti Ardiyan, tentu saja tak bisa hanya mengandalkan modal dan ketekunan saja. "Siapa saja bisa berjualan, tapi tentu saja untuk menembus tempat yang dituju Kita harus mengembangkan relasi," tutur Ardiyan. (SH)
Sumber : http://www.wirausaha.com/agrobisnis/249-peluang_budidaya_belut.html