Minggu, 30 Januari 2011

KEAJAIBAN MADU (ROYAL JELLY)

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan." (QS. An-Nahl: 68-69) Tahukah Anda, betapa madu merupakan sumber makanan penting yang disediakan Allah untuk manusia melalui serangga kecil ini?
Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar dan serbuk sari. Di samping itu, dalam madu terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon.
Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran, madu adalah "obat bagi manusia". Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari, dan propolis dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter Rumania mengatakan bahwa ia mengujikan madu untuk pengobatan pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh total. Para dokter Polandia juga menyatakan dalam konferensi tersebut bahwa resin lebah dapat membantu penyembuhan banyak penyakit seperti wasir, masalah kulit, penyakit ginekologis, dan berbagai penyakit lainnya.
Dewasa ini, apikultur dan produk lebah telah membuka cabang penelitian baru di negara-negara yang sudah maju dalam hal ilmu pengetahuan. Manfaat madu lainnya dapat dijelaskan di bawah ini:
Mudah dicerna: Karena molekul gula pada madu dapat berubah menjadi gula lain (misalnya fruktosa menjadi glukosa), madu mudah dicerna oleh perut yang paling sensitif sekalipun, walau memiliki kandungan asam yang tinggi. Madu membantu ginjal dan usus untuk berfungsi lebih baik.
Rendah kalori: Kualitas madu lain adalah, jika dibandingkan dengan jumlah gula yang sama, kandungan kalori madu 40% lebih rendah. Walau memberi energi yang besar, madu tidak menambah berat badan.
Berdifusi lebih cepat melalui darah: Jika dicampur dengan air hangat, madu dapat berdifusi ke dalam darah dalam waktu tujuh menit. Molekul gula bebasnya membuat otak berfungsi lebih baik karena otak merupakan pengonsumsi gula terbesar.
Membantu pembentukan darah: Madu menyediakan banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan darah. Lebih jauh lagi, ia membantu pembersihan darah. Madu berpengaruh positif dalam mengatur dan membantu peredaran darah. Madu juga berfungsi sebagai pelindung terhadap masalah pembuluh kapiler dan arteriosklerosis.
Membunuh bakteri: Sifat madu yang membunuh bakteri disebut "efek inhibisi". Penelitian tentang madu menunjukkan bahwa sifat ini meningkat dua kali lipat bila diencerkan dengan air. Sungguh menarik bahwa lebah yang baru lahir dalam koloni diberi makan madu encer oleh lebah-lebah yang bertanggung jawab merawat mereka-seolah mereka tahu kemampuan madu ini.
Royal jelly: Royal jelly adalah zat yang diproduksi lebah pekerja di dalam sarang. Zat bergizi tinggi ini mengandung gula, protein, lemak, dan berbagai vitamin. Royal jelly digunakan untuk menanggulangi masalah-masalah yang disebabkan kekurangan jaringan atau kelemahan tubuh.
Jelaslah bahwa madu, yang diproduksi jauh melebihi jumlah kebutuhan lebah, dibuat untuk kepentingan manusia. Dan telah jelas pula bahwa lebah tidak dapat melakukan tugas-tugas yang sedemikian sulit "dengan sendirinya".  
Ray Sahelian, M.D Royal Jelly, dikeluarkan dari kelenjar liur lebah Pekerja, dipergunakan sebagai makanan untuk larvae (Calon Ratu) dan sebagai satu-satunya makanan untuk larvae. Royal Jelly mengandung campuran vitamin, mineral, protein dan asam lemak. Beberapa studi pada binatang pengerat menunjukkan bahwa Royal Jelly merupakan Anti-inflammatory dan anti Tumor.
Dr Alfred Vogel, Seorang Naturopath Ternama berasal dari Swiss:
“Royal Jelly tidak hanya memberikan vitalitas dan awet muda melalui kemampuannya meningkatkan kelenjar endocrine, tetapi juga mampu melawan batuk rejan, khususnya pada anak-anak. Penelitian menemukan bahwa seorang anak dengan jasmani tubuh yang lemah, dapat dengan segera menambah dan meningkatkan selera makan yang lebih baik jika di berikan Royal Jelly." Dia juga mengatakan, "Manfaat juga bisa di peroleh pada kasus bronkhitis, migren, nafsu makan dan masalah gallbladder, pencernaan, syaraf, keletihan akibat kekurangan kelenjar endocrine." Dan banyak lagi masalah-masalah kesehatan lain nya yang dapat di perbaiki, dan memungkinkan untuk di sembuhkan, jika kita mengkonsumsi Royal Jelly Secara teratur.
Penelitian Oleh Dr. Roger Wyburn Mason
Royal Jelly efektif dalam mengurangi gejala radang sendi.
James F. Balch, M.D., and Phyllis A. Balch dalam bukunya Prescription for Nutritional Healing: Menulis “Royal Jelly diketahui dapat membantu mengatasi penyakit liver/hati, pankreas, insomnia, mag, penyakit ginjal, patah tulang dan menghaluskan kulit, serta dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan (immune system)."
MENGAPA Royal Jelly Merupakan salah satu Suplement yang paling di cari-cari? Karena merupakan makanan kaya akan Nutrisi yang sangat mengagumkan. Para ahli Biokimia MENEMUKAN Royal Jelly mengandung, Vitamins A, B Complex, C, D and E serta vitamin B dan bagian-bagian nya seperti B1, B2, B3, B6, Bl2, biotin, folic acid, pantothenic acid yang dapat meningkatkan kelenjar adrenalin dan dapat mengurangi stress


Royal Jelly Research Update
Exp Gerontol. 2003 Sep
Royal Jelly dapat memperpanjang jangka waktu hidup C3H/HeJ tikus: Berhubungan dengan pencegahan kerusakan DNA.
In this study, we investigate the effect of dietary Royal Jelly on tissue DNA oxidative damage and on the life span of C3H/HeJ mice. In C3H/HeJ mice that were fed a dietary supplement of royal jelly for 16 weeks, the levels of 8-hydroxy-2-deoxyguanosine (8-OHdG), a marker of oxidative stress, were significantly reduced in kidney DNA and serum. Secondly, we determined the effect of dietary royal jelly on the life span in C3H/HeJ mice. The 50% mice survivals of intermediate- (about 6 mg/kg weight) and high-dose groups (about 60 mg/kg weight) were reached at significantly longer times than that of the control group according to the generalized Wilcoxon test. The average survival times were 88 weeks for the control group vs. 79 weeks for the low-dose royal jelly group, 112 weeks for the intermediate-dose group and 110 weeks for the high-dose royal jelly group, showing that royal jelly extended the average survival time by about 25% compared to the control group. However, royal jelly did not extend the total life span. These results indicated that dietary royal jelly increased the average life span of C3H/HeJ mice, possibly through the mechanism of reduced oxidative damage.
Biol Pharm Bull. 2004 Feb
Antihypertensive effect of peptides from royal jelly in spontaneously hypertensive rats

We have shown that Protease N treated Royal Jelly (ProRJ) and peptides from ProRJ (Ile-Tyr (IY), Val-Tyr (VY), Ile-Val-Tyr (IVY)) inhibited angiotensin I-converting enzyme (ACE) activity and they have an antihypertensive effect in repeated oral administration for 28 d on spontaneously hypertensive rats (SHR). We investigated the contributive ratio of these peptides in ProRJ for antihypertensive effect in single oral administration on SHR. In single oral administration of each peptide and peptides mixture (MIX; IY, VY and IVY) at doses of 0.5, 1 and 10 mg/kg, systolic blood pressure (SBP) of SHR was reduced dose-dependently. This antihypertensive effect was held for 8 h. These results suggest that peptides contributed to the antihypertensive effect of ProRJ. And the contributive ratio of MIX in ProRJ for antihypertensive effect was computed to be about 38%. Therefore it is considered that intake of peptides, as a functional food would be beneficial for improving blood pressure in people with hypertension.
Biosci Biotechnol Biochem. 2004 Jan
Royal Jelly dapat menghalang produksi proinflammatory cytokines dengan menggiatkan macrophages.

In this study, we have examined the anti-inflammatory actions of royal jelly (RJ) at a cytokine level. When supernatants of RJ suspensions were added to a culture of mouse peritoneal macrophages stimulated with lipopolysaccharide and IFN-gamma, the production of proinflammatory cytokines, such as TNF-alpha, IL-6, and IL-1, was efficiently inhibited in a dose-dependent manner without having cytotoxic effects on macrophages. This suggests that RJ contains factor(s) responsible for the suppression of proinflammatory cytokine secretion. We named the factor for honeybees RJ-derived anti-inflammatory factor (HBRJ-AIF), and further investigated the molecular aspects of it. Size fractionation study showed that HBRJ-AIF is composed of substances of low (< 5 kDa) and high (> 30 kDa) molecular weights, with the former being a major component. Chromatographic analysis showed that MRJP3 is one candidate for the HBRJ-AIF with high molecular weights. Thus, our results suggest that RJ has anti-inflammatory actions through inhibiting proinflammatory cytokine production by activated macrophages.
J Nutr Sci Vitaminol (Tokyo). 2001 Dec
Mencegah Kelelahan pada tikus.
We investigated the anti-fatigue effect of royal jelly, which had been stored at -20 degrees C from immediately after collection, in male Std ddY mice. The mice were accustomed to swimming in an adjustable-current swimming pool, then subjected to forced swimming five times during 2 wk, and the total swimming period until exhaustion was measured. They were separated into three groups with equal swimming capacity, which were administered royal jelly, royal jelly stored at 40 degrees C for 7 d (40-7d royal jelly), or the control solution including casein, cornstarch, and soybean oil before swimming. All mice were forced to swim for 15 min once; then the maximum swimming time to fatigue was measured after a rest period. The swimming endurance of the royal jelly group significantly increased compared with those of the other groups. The mice in the royal jelly group showed significantly decreased accumulation of serum lactate and serum ammonia and decreased depletion of muscle glycogen after swimming compared with the other groups, whereas there was no significant difference between the 40-7d RJ group and the control group in these parameters after swimming. A quantitative analysis of constituents in royal jelly showed that 5 7-kDa protein, which we previously identified as a possible freshness marker of royal jelly, was specifically degraded in royal jelly stored at 40 degrees C for 7 d, whereas the contents of various vitamins, 10-hydroxy-2-decenoic acid, and other fatty acids in RJ were unchanged. These findings suggest that royal jelly can ameliorate the physical fatigue after exercise, and this anti-fatigue effect of royal jelly in mice seems to be associated with the freshness of RJ, possibly with the content of 5 7-kDa protein.

Sumber:http://www.mynutrend.com/keajaibanmadu.html

3. MENGAPA KADAR AIR MENJADI SALAH SATU FAKTOR PENTING DALAM MEMILIH MADU ?

Madu bisa rusak secara alami (tanpa perlakuan manusia) jika madu tersebut telah fermentasi / bergas. Fermentasi adalah proses perubahan gula sederhana pada madu (fruktosa dan glukosa madu) menjadi ETANOL (alkohol). Fermentasi hanya bisa terjadi jika khamir / yeasts / ragi yang ada dalam madu mendapatkan media madu dengan kadar air tinggi (23 – 30%). Semakin rendah kadar airnya, maka peluang fermentasi pada madu semakin kecil dan lambat. Madu yang aman dari fermentasi biasanya kadar air 16% – 21%, atau idealnya kadar 16 – 20%. Madu yang telah fermentasi (jika tutup botol dibuka timbul suara berdesis disertai busa yang banyak bahkan bisa meletus),tidak layak dikonsumsi apalagi untuk dijual pada konsumen.
http://alwahdah.biz/2010/05/mengapa-kadar-air-menjadi-salah-satu-faktor-penting-dalam-memilih-madu/

11. BAGAIMANA CIRI MADU ASLI TAPI RUSAK ?

* Yaitu jika madu tersebut telah mengalami fermentasi / perubahan madu menjadi alkohol (etanol) yang ditandai dengan: adanya suara berdesis jika tutup botol dibuka (bergas), kemasan menggembung, madu berbusa banyak. Pada kasus kerusakan madu yang parah, madu tersebut akan meleleh keluar sendiri ketika tutup botol dibuka atau bahkan bisa meletus sendiri karena tekanan gas / alkohol pada madu rusak tersebut. * Madu sangat encer (kadar air 23 – 30 % ), berbau tidak segar/ tidak enak karena fermentasi, rasa berubah menjadi lebih asam/ kecut yang tidak normal, rasa kurang lezat dan terlalu panas di tenggorokan karena efek alkohol yang berlebihan pada madu. Madu dengan tanda-tanda fisik di atas, telah kehilangan zat gizi dan kurang layak dijual. Jika madu rusak tersebut sampai dikonsumsi anak-anak dan orang yang pencernaannya lemah, di khawatirkan bisa membahayakan kesehatan. Oleh karena itu,para pengemas madu / produsen WAJIB memiliki ilmu yang memadahi seputar madu dan seluk beluknya agar tidak terjebak pada madu palsu atau madu asli tapi rusak baik sengaja atau tidak. Selain itu, produsen harus memahami dan mematuhi standar mutu madu yang telah ditetapkan pemerintah dalam SNI 0135.45 – 2004 agar tidak terjatuh pada pelanggaran hukum pemerintah dan kejahatan terhadap konsumen. Setelah di panen, madu kadar 23 – 30% umumnya hanya awet disimpan beberapa minggu atau beberapa bulan saja, jika tidak segera habis maka akan segera rusak / fermentasi sehingga tidak layak di jual.

Mutu Madu Lebah yang Membingungkan

KONSUMEN umumnya masih buta tentang mutu madu yang baik, apalagi berbagai kemasan madu yang ada di pasaran jarang mencantumkan kandungan apa saja yang terdapat pada madu tersebut. Seandainya dicantumkan pada kemasan, kita pun sulit untuk mengetahui benar tidaknya kandungan 11 unsur sebagai parameter yang ditentukan dalam Standar Industri Indonesia (SII) 0156-86.
Apalagi penelitian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Industri Hasil Pertanian Bogor tahun 1991, menyimpulkan bahwa mutu madu produksi Indonesia umumnya masih berada di bawah ketentuan SII tersebut.
Dalam “Rencana Pengembangan Usaha Perlebahan Provinsi Jawa Timur” persyaratan “madu yang telah matang” dikutip dari Illustrated Encyclopedia of Beekeeping, Morse RA and Hooper T, 1985 .
Bagi kita, rasanya memang sulit untuk bisa mengetahui terpenuhi tidaknya persyaratan seperti itu. Lalu kita termakan publikasi bahwa “madu A” atau “madu B” itu yang terbaik tanpa disertai alasan yang jelas.
Lebih mengejutkan, hasil penelitian yang dilakukan Laboratorium FMIPA Universitas Brawijaya Malang yang disimpulkan Ir Mochammad Junus MS, bahwa mutu madu yang diproduksi petani peternak secara umum lebih baik dibandingkan dengan madu yang berada (dijual) di toko-toko.
Dalam uraiannya dijelaskan bahwa contoh madu yang diperiksa adalah produksi dari Kabupaten Malang, Pasuruan, dan Kediri. Setiap madu contoh diambil 50 mililiter dan dianalisis tiga macam kandungannya, yaitu kadar air, hydraxymethylfurfural (HMF), dan enzim invertase.
Cara yang dilakukan, kadar air madu dianalisis dengan menggunakan alat refraktometer, sedangkan HMF dianalisis dengan menggunakan metode Winlev (1955) yang disitasi Horn (1998), hasilnya dalam bentuk ppm (part per million). Untuk enzim invertase dianalisis dengan metode Siegeuthaler (1977) yang disitasi Horn, hasilnya dalam bentuk IN (invertase number).
Bagi orang awam, tetap sulit membayangkan bagaimana madu yang sebenarnya murni dan memenuhi standar. Di sinilah peran para ahli dituntut untuk memberikan berbagai syarat tentang madu yang memenuhi standar secara jelas dan ringkas sehingga mudah diserap masyarakat luas.
Di lain pihak perlu adanya itikad baik dan kejujuran dari para produsen dan penjual madu sehingga berbagai macam madu yang beredar di pasaran tidak terus carut-marut kualitasnya. (JA NOERTJAHYO)
dikutip dari link http://www.kompas.com/kompas-cetak/0306/05/ekora/344409.htm

TENTANG MADU AL KAUTSAR dan CIRI MADU RUSAK / PALSU serta PEMAHAMAN yang SALAH tentang PEMBUKTIAN MADU ASLI

  1. APAKAH YANG DISEBUT MADU ?
Madu adalah cairan yang umumnya memiliki rasa manis yang berasal dari nektar aneka bunga atau bagian tanaman, yang diproses secara alami oleh lebah disarangnya.Fruktosa dan glukosa merupakan zat utama pada madu.Madu yang bagus memiliki kalori +/- 3.280 cal/kg.Jadi hanya madu yang dikumpulkan dan diproses secara alami oleh lebahlah yang bisa disebut “MADU MURNI”.

  1. BAGAIMANA PROSES TERBENTUKNYA MADU ?
Sewaktu nektar dikumpulkan,bahan tersebut masih mengandung kadar air tinggi (±85%) dan sukrosa tinggi. Setelah lebah mengubah nektar menjadi madu dan dimatangkan secara alami dalam sarang,maka kandungan air menjadi rendah(kadar air 17-20%).Demikian pula dengan sukrosa pada nektar, akan diubah menjadi glukosa dan fruktosa dalam bentuk monosacharida yang mudah dicerna dan diserap tubuh. Proses pematangan madu dalam sarang inilah yang menentukan kualitas madu. Jadi kualitas madu ditentukan oleh kematangan madu secara alami oleh lebah dalam sarang dan tingkat kadar air dan bukan oleh jenis nektar/tanaman madu tersebut berasal. Jenis bunga atau jenis nektar akan menentukan jenis madu (nama madu).  

  1. APAKAH KEUNGGULAN MADU DARI LEBAH  APIS MELIFERA ?
v     Lebah Apis mellifera merupakan lebah unggul yang telah terbukti produktif dalam menghasilkan madu-madu berkualitas.
v     Lebah mudah dikembangbiakkan dengan cepat dan tidak mudah minggat dari sarang.
v     Mudah dikelola dan di awasi perkembangan lebahnya, sehingga kualitas dan kuantitas madu yang dihasilkan akan lebih terjamin.
v     Digembalakan menurut alur musim bunga yang silih berganti sehingga dihasilkan madu yang beraneka ragam sesuai asal bunganya.
v     Karena mempunyai kualitas yang lebih baik dari madu jenis lain, otomatis khasiat dan zat gizinya lebih unggul.
v     Diperas dengan ekstraktor, sehingga kebersihan madu lebih terjaga/hiegienis.Berbeda dengan madu dari lebah lain yang mayoritas hanya diperas dengan tangan biasa dan larva lebah masih sering ikut terperas.

  1. MENGAPA DISEBUT MADU RANDU, MADU KOPI, MADU MANGGA DAN LAIN-LAIN?
Lebah Apis mellifera dibudidayakan dalam kotak-kotak yang bernama stup lebah. Stup ini digembalakan ke berbagai perkebunan dan hutan. Karena tempat penggembalaan dan musim bunga yang berbeda-beda,maka madu yang dihasilkannyapun berbeda-beda pula sesuai dengan sumber tanaman / bunga yang menghasilkan madu tersebut. Jadi penamaan madu berdasarkan nama tanaman / bunga tempat dimana lebah mendapatkan madu.

  1. APA SAJA YANG TERKANDUNG DI DALAM MADU ?
       Zat-zat atau senyawa yang terkandung dalam madu sangat kaya dan kompleks, tidak kurang dari 181     macam zat.Diantaranya :
  • Fruktosa, glukosa, maltosa, sukrosa.
  • Aneka vitamin (A,B1,B2,B3,B5,B6,D,K,E,Uric acid dan asam nikotinat).
  • Aneka mineral (zat besi, kalsium, kalium, sodium, sulfur dan lain lain.
  • Aneka enzim (enzim diastase, enzim infertase, enzim katalase dan lain lain).
  • Aneka asam (formic acid, lactic acid, asam fosfat, asam glukonat dan lain lain).
  • Hormon–hormon dan zat anti mikroba, anti inflamasi, anti kanker, anti biotik alami, anti alergi, ekspektoran, laksatif, anti anemic dan tonikum. 
 
  1. APAKAH KHASIAT MADU ?
Sejak ribuan tahun yang lalu madu sudah sangat terkenal kehebatan khasiatnya dan di manfaatkan secara luas sebagai makanan sehat, campuran minuman, obat, bumbu dan kecantikan. Khasiat madu bahkan tertera  dalam Al-Quran surat  An-Nahl : 69 dan hadist Rosululloh s.a.w, yang tiada keraguan sedikitpun akan kebenarannya. Madu merupakan salah satu makanan dengan gizi terlengkap. Di dalam madu terkandung saripati aneka tumbuhan. Tentu saja khasiat madu lebih bisa diharapkan  jika madu tersebut asli dan berkualitas,dan bukan dari madu palsu atau rusak.Khasiat madu diantaranya :
  1. Diminum :
    • Memperlancar metabolisme tubuh dan penetral toksin/racun yang berasal dari bahan kimia yang terkandung dalam makanan, minuman, obat-obatan dan polusi.
    • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.
    • Mengencangkan rahim/kandungan, atasi sembelit dan keracunan kehamilan.
    • Membantu penyembuhan berbagai penyakit seperti: maag, batuk/TBC, hepatitis, radang sendi, influensa, anemia, insomnia, gangguan jantung dan lain lain.
    • Meningkatkan stamina, memperlancar peredaran darah, mempertinggi kadar hemoglobin darah dan membantu proses regenerasi sel pasca sakit.
    • Sangat baik dikomsumsi bayi dan anak-anak yang kurang nafsu makan dan rentan.
    • Untuk mencegah sakit karena kurang asupan gizi dan gizi tidak seimbang.
    • Mencegah anak yang ngompol di malam hari (diminum sebelam tidur).
  2. Dioles :
    • Mengobati luka bakar, mengatasi infeksi dan mempercepat penyembuhan luka.
    • Mengencangkan kulit, mengambat penuaan dini, sebagai pelembut & penyehat kulit.
    • Mengatasi ketombe dan memperlambat tumbuhnya uban.
    • Mengatasi bibir pecah-pecah, sariawan dan mencegah kanker kulit.

  1. AMANKAH MADU DIKONSUMSI PENDERITA DIABETES ?
Penderita diabetes memiliki masalah pada kinerja pankreas dalam memproduksi insulin.Insulin inilah yang berperan untuk memecah zat gula jenis disakarida.Madu yang baik biasanya hanya mengandung sukrosa 1-3 %, selebihnya di dominasi oleh glukosa dan fruktosa yang merupakan gula sederhana / monosakarida. Berbeda dengan gula pasir (disakarida) yang membutuhkan enzim insulin untuk dapat dipecah dan diserap tubuh, madu yang merupakan merupakan gula monosakarida akan langsung diserap tubuh dan diubah menjadi energi.Karena itu, madu AMAN bagi penderita diabetes bahkan bisa membantu menstabilkan kadar gula dalam darah menjadi normal.

  1. BAGAIMANA CARA MEMILIH MADU YANG BAIK DAN BERKUALITAS?
a.  Cara sederhana   
      Ambil satu gelas air putih, kemudian tuang madu ke dalam gelas. Jika madu jatuh lurus ke dasar gelas dan air tidak keruh  sampai  5 jam tanpa diaduk, kemungkinan besar madunya berkualitas bagus. Namun jika madu dituang dalam air lalu airnya langsung keruh/keruh dalam tempo 2jam (tanpa di aduk), berarti madu tersebut jelek / palsu.Tapi test tersebut tidak mutlak dan harus digabung dengan test yang lain seperti di bawah ini.
b.  Jika diuji dengan refraktometer, kadar air maxsimal 21 % dengan rasa,warna dan bau yang normal sesuai jenis.Setiap jenis madu murni memiliki rasa,warna dan bau yang khas.Jika dipanaskan, maka madu akan berbau gosong,warna menjadi lebih gelap,rasa berubah dan aroma khas madu tersebut akan hilang.Dengan kadar air yang rendah/max 21%, sangat sulit dipalsu tanpa berubah rasa,warna dan bau.
c.  Uji kualitas madu di laboratorium sesuai dengan parameter SNI 0135. 45 – 2004, yaitu uji kadar air,diastase indeks,kadar glukosa,kadar fruktosa,kadar sukrosa,HMF,dll.Tidak benar bahwa keaslian madu bisa dilihat hanya dengan uji sakarin,karena pemalsuan madu mayoritas tidak memakai sakarin,tapi memakai fruktosa sintetis,glukosa sintetis dll.


  1. APAKAH KEUNGGULAN MADU AL-KAUTSAR?
  1. Dipanen hanya dari sarang lebah unggul Apis mellifera yang mayoritas telah tertutup oleh      
lilin lebah (madu tua), sehingga dihasilkan madu dengan kadar air rendah (17 – 21 %).
  1. Benar-benar kental alami oleh lebah, tanpa proses pemanasan (steam), pemasakan, pengentalan, penjemuran atau pemalsuan yang bisa merusak gizi madu dan membahayakan kasehatan konsumen.
  2. Sesuai dengan syarat mutu yang ditetapkan pemerintah dalam  SNI  0135.45 – 2004  sebagai madu asli dan berkualitas.
  1. Madu 100 % dijamin murni dengan kualitas baik. Jadi jaminan 100% asli saja tidak cukup, tapi juga harus ada jaminan bahwa madu tersebut asli dan berkualitas baik sehingga aman diminum anak-anak dan bisa digunakan untuk terapi penyakit.
      e.   Tidak berbusa  atau kalaupun berbusa hanya sedikit, aroma segar dan
            memiliki  rasa lezat yang khas  sesuai dengan asal bunga / tanamannya.
f.        Tidak bergas / tidak fermentasi, dipanen dari koloni lebah yang sehat sehingga terkontrol mutu madunya. Madu Al-Kautsar relatif awet disimpan puluhan tahun bahkan ratusan tahun.
g.       Memiliki ternak lebah sendiri yang dikelola oleh tenaga profesional dibidangnya.
h.       Pengendalian mutu yang ketat dan hati-hati oleh pakar lebah yang berpengalaman dan amanah, sehingga kualitas dan keaslian lebih terjamin.
i.         Mayoritas madu merk Al-Kautsar memiliki kadar air 17 – 20 % dan hanya sekitar     2 % yang memiliki kadar air 21 %.

  1. BAGAIMANA CIRI-CIRI MADU YANG PALSU ?
Dipasaran dalam negeri, jaminan akan keaslian dan mutu madu masih belum ada. Sebaliknya, kecurigaan akan pemalsuan madu dan peredaran madu rusak selalu ada. Jika madu palsu atau rusak yang dibeli (dikonsumsi),dikhawatirkan bukan kesembuhan dan kebugaran yang di dapat, tapi justru penyakit atau minimal tidak bisa merasakan khasiatnya. Sebenarnya diperindag RI telah mengeluarkan “peraturan positif” tentang syarat mutu dan cara uji madu yang benar, yang wajib dipatuhi oleh produsen / pengemas madu yaitu SNI 0135.45 – 2004. Sayangnya sangat sedikit pihak yang mau memenuhi syarat di atas, bahkan madu palsu / rusak yang justru marak dijual baik sengaja atau tidak. Harus diakui, untuk mengetahui madu tersebut asli atau palsu, bermutu bagus atau tidak, membutuhkan keahlian dan ilmu yang mendalam, serta dibutuhkan peralatan dan biaya yang cukup mahal (test di laborat dengan parameter SNI 0135.45 – 2004). Sebaliknya, memalsu madu relatif mudah dan murah.  Karena itu, konsumen sebaiknya hanya membeli madu pada pihak / produsen yang amanah, punya ternak lebah sendiri dan punya keahlian seputar madu secara matang sehingga peluang tertipu madu palsu akan semakin minim.

Pemalsuan madu dapat dibagi tiga modus, yaitu :

  1. Pemalsuan jumlah.
Pemalsuan ini pada intinya adalah meningkatkan jumlah madu “asli” dengan ditambah madu “palsu” atau bahan lain, seperti fruktosa sintetis, glukosa sintetis, syirup dll. Contoh kasus: 20% bagian adalah madu asli lalu ditambah gula sintetis 80% bagian,maka jadilah Madu palsu.pemalsuan madu seperti ini sangat banyak beredar.  
  1. Pemalsuan mutu.
Kadar air mempunyai hubungan yang signifikan dengan mutu madu, dimana semakin rendah kadar air pada madu, maka akan semakin baik mutunya, demikian pula sebaliknya. Pemalsu madu mempunyai madu dengan kadar air sangat tinggi(22-30%). Kemudian kadar air diturunkan dengan pemanasan suhu tinggi.Dengan pemanasan,madu akan jadi lebih kental.Tapi dengan pemanasan,madu sangat encer tersebut yang kandungan gizinya telah banyak rusak secara alami oleh fermentasi, akan semakin rusak bahkan gizinya nyaris tanpa sisa.Pemanasan pada madu juga bisa mengakibatkan madu mengandung racun,karena selama pemanasan madu bereaksi dengan panci/logam yang dipakai untuk pemanasan madu tersebut.Jelas ini merupakan PENIPUAN,karena sengaja ‘merekayasa’ madu dari kualitas jelek menjadi kental tapi gizinya justru semakin rusak& bisa  membahayakan kesehatan konsumen,terutama anak-anak dan penderita penyakit .
  1. Pemalsuan menyeluruh.
Madu tersebut merupakan madu buatan semuanya / 100% palsu, sehingga komposisi kimia yang terkandung di dalamnya merupakan komposisi yang “diada-adakan”.

      11. BAGAIMANA CIRI MADU ASLI TAPI RUSAK ?
§         Yaitu jika madu tersebut telah mengalami fermentasi / perubahan madu menjadi alkohol (etanol) yang ditandai dengan: adanya suara berdesis jika tutup botol dibuka (bergas), kemasan menggembung, madu berbusa banyak. Pada kasus kerusakan madu yang parah, madu tersebut akan  meleleh keluar sendiri ketika tutup botol dibuka atau bahkan bisa meletus sendiri karena tekanan gas / alkohol pada madu rusak tersebut.
§         Madu sangat encer (kadar air 23 – 30 % ), berbau tidak segar/ tidak enak karena fermentasi, rasa berubah menjadi lebih kecut yang tidak normal, rasa kurang lezat dan terlalu panas di tenggorokan karena efek alkohol yang berlebihan pada madu.
Madu dengan tanda-tanda fisik di atas, telah kehilangan zat gizi dan kurang layak dijual. Jika madu rusak tersebut sampai dikonsumsi anak-anak dan orang yang pencernaannya lemah, di khawatirkan bisa membahayakan kesehatan. Oleh karena itu,para  pengemas madu / produsen WAJIB memiliki ilmu yang memadahi seputar madu dan seluk beluknya agar tidak terjebak pada madu palsu atau madu asli tapi rusak baik sengaja atau tidak. Selain itu, produsen harus memahami dan mematuhi standar mutu madu yang telah ditetapkan pemerintah dalam SNI 0135.45 – 2004 agar tidak terjatuh pada pelanggaran hukum pemerintah dan kejahatan terhadap konsumen. Setelah di panen, madu kadar 23 – 30% umumnya hanya awet disimpan beberapa minggu atau beberapa bulan saja, jika tidak segera habis maka akan segera rusak / fermentasi sehingga tidak layak di jual.

  1. APAKAH MADU HUTAN / LIAR LEBIH BAIK DARI MADU TERNAK (APIS MELLIFERA) ?
Baik tidaknya mutu madu tidak bisa dilihat hanya pada satu sisi, tapi harus melihat beberapa sisi yang terkait dengan mutu madu. Baik tidaknya mutu madu “mayoritas” ditentukan oleh kematangan / kadar air madu dalam sarang secara alami oleh lebah.Jadi jika madu tersebut kental alami oleh lebah dan tanpa proses rekayasa oleh manusia,maka madu tersebut baik. Faktor lain yang menentukan mutu madu adalah jenis lebah, jenis tanaman asal madu, cara pemanenan dan proses penyimpanan.Namun pada faktanya madu hutan (liar) yang bisa memenuhi standart SNI sangat langka bahkan nyaris tidak bisa ditemukan. Hal ini karena madu hutan di dapat dari lebah Apis Dorsata yang sangat ganas dan belum bisa dijinakkan sehingga tidak bisa dikontrol apakah madu disarang tersebut sudah layak panen(tua) /belum.Belum lagi pemanenan madu hutan masih menggunakan cara tradisional/di peras dengan tangan biasa sehingga kebersihan kurang terjamin.  Madu hutan yang asli pada umumnya memiliki kadar air 23 -30% yang mudah fermentasi/rusak.Itupun untuk bisa mendapatkan madu hutan yang asli sangat sulit.Pemalsuan madu hutan sama maraknya dengan madu ternak, bahkan mayoritas dilakukan oleh orang yang tidak paham tentang madu dan memakai bahan-bahan murahan yang lebih berbahaya dari pemalsuan pada madu ternak.Sebaliknya,Pemalsu madu ternak mayoritas adalah orang yang cukup paham tentang madu. 

  1. MENGAPA KADAR AIR MENJADI SALAH SATU FAKTOR PENTING DALAM MEMILIH MADU ?
Madu bisa rusak secara alami (tanpa perlakuan manusia) jika madu tersebut telah fermentasi / bergas. Fermentasi adalah proses perubahan gula sederhana pada madu (fruktosa dan glukosa       madu) menjadi ETANOL (alkohol). Fermentasi hanya bisa terjadi jika khamir / yeasts / ragi yang ada dalam madu  mendapatkan media madu dengan kadar air tinggi (23 – 30%). Semakin  rendah kadar airnya, maka peluang fermentasi pada madu semakin kecil dan lambat. Madu yang aman dari fermentasi biasanya kadar air 16% - 21%, atau idealnya kadar 16 – 20%. Madu yang telah fermentasi (jika tutup botol dibuka timbul suara berdesis disertai busa yang banyak bahkan bisa meletus),tidak layak dikonsumsi apalagi untuk dijual pada konsumen.

  1. APAKAH BENAR MADU ASLI TIDAK BEKU JIKA DIMASUKKAN KULKAS / FREZER?
Tidak benar. Bagi orang yang cukup paham tentang madu, tentu akan mengetahui bahwa madu murni ada yang bisa mengkristal (beku) dan ada yang tidak bisa beku. Fakta tentang hal ini banyak tertulis dalam buku-buku tentang perlebahan yang beredar di toko-toko buku.Madu asli (murni) akan bisa mengkristal / beku, jika kadar glukosa dalam madu lebih banyak dari kadar fruktosanya. Contoh madu yang bisa mengkristal : madu karet, kelengkeng, mente dan kaliandra.
Dan madu asli (murni) tidak bisa beku jika kadar fruktosa dalam madu lebih banyak dari kadar glukosanya. Contoh : madu randu, rambutan, kopi, sono dan mangga. Jadi ada yang masuk jenis madu bisa beku dan sebagian lain masuk jenis madu yang tidak bisa beku. Jika menjumpai madu randu / kopi   bisa beku atau mengkristal, kemungkinan besar madu tersebut palsu.
Beku tidaknya madu tidak berpengaruh pada khasiat madu, asal terpenuhi syarat-syarat sebagai madu asli yang berkualitas. Jika membeli madu karet, kaliandra, kelengkeng dll yang masuk jenis madu bisa beku, sebaiknya tidak disimpan dalam kulkas.Pengkristalan pada madu akan lebih cepat terjadi pada daerah dingin / suhu di bawah 16 derajat celcius.                                                                                                                                                    
     
  1. APAKAH KEASLIAN MADU BISA DI TES DENGAN CARA SEDERHANA?
Untuk menentukan keaslian dan kualitas madu secara akurat,  sampai sekarang masih menggunakan peralatan mahal / bantuan laborat yang sesuai standart SNI,apalagi bagi yang awam masalah madu.Namun bagi para ahli madu/orang yang berpengalaman masalah madu,dengan mencicipi dan mengamati tanda tanda fisik pada madu insyaAllah sudah bisa menentukan keaslian dan kualitas madu. Itupun pada kasus  madu-madu tertentu masih menggunakan beberapa peralatan yang mendukung seperti refraktometer dan uji diastase indeks. Alternatif yang bisa dipilih bagi pemula / konsumen untuk bisa tentukan kualitas madu adalah seperti yang tertulis di point nomor 8 diatas. Sedangkan cara test madu yang sederhana dan banyak beredar di masyarakat seperti :uji sakarin pada dinkes(karena pemalsuan madu mayoritas tidak memakai sakarin), madu yang bagus “katanya” tidak merembes di koran, bisa mematangkan kuning telor, tidak di kerumuni semut, tidak bisa beku, dll “tidak bisa” dibuktikan secara ilmiah kebenarannya dan tidak bisa dijadikan parameter dalam uji madu yang bisa di pertanggung jawabkan.

  1. BAGAIMANA JIKA MADU DIPANASKAN / DIMASAK AGAR TAMPAK LEBIH KENTAL?
Madu yang dimasak (steam), biasanya berasal dari madu yang masih muda / encer sekali sehingga madu tersebut mudah menjadi alkohol (fermentasi). Dengan dipanaskan / dimasak (steam), maka fermentasi akan terhenti dan madu lebih kental. Tapi madu yang kaya vitamin, mineral dan enzim akan sangat mudah rusak oleh pemanasan / pemasakan, apalagi jika pemanasannya menggunakan panci dari logam / panci. Tentu saja hal ini bisa merugikan dan membahayakan konsumen, terlebih lagi jika dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak jujur dan sangat awam terhadap kualitas madu serta seluk-beluknya.
Demikian juga jika ada yang ada mengentalkan madu dengan menjemur madu tersebut. Alih-alih bukan tambah kental, madu yang bersifat higroskopis tersebut justru akan menarik kelembaban di udara sehingga madu justru akan semakin encer/rusak.

  1. ADA YANG MENGATAKAN BAHWA MADU ASLI TIDAK DIKERUMUNI SEMUT, APAKAH INI BENAR ?
Tidak benar. Semua semut menyukai rasa manis, termasuk rasa manis yang ada pada madu. Bahkan ada tiga jenis semut yang memang suka madu, seperti semut pudak, semut gramang dan semut hitam dengan tubuh lancip. Tentu saja tidak ada bukti ilmiah yang menunjang pemahaman salah tersebut.               
  

  1. APAKAH MADU YANG ASLI BISA MEMATANGKAN KUNING TELOR ?
Sebenarnya itu bukan matang, tapi hanya menggumpal (koagulasi). Madu yang bersifat asam jika dicampur/bertemu dengan kuning telor yang mengandung protein dan lemak maka akan menggumpal. Jadi tidak benar jika madu asli bisa mematangkan kuning telor.

  1. BAGAIMANA CARA PENYIMPANAN MADU YANG BENAR ?
o     Sebaiknya madu disimpan di botol kaca atau botol plastik dari bahan P.E.T (khusus untuk makanan dan sudah teruji aman sebagai wadah madu / makanan). Tidak diperkenankan mengemas madu dalam wadah P.V.C karena bisa beracun / terkontaminasi.Ciri-ciri botol PVC: umumnya botol agak butek / buram dan terlihat garis sambungan pada botol, jika dicium terasa bau plastik yang agak menyengat.Adapun botol P.E.T yang memiliki ciri-ciri : botol bening /sangat bening, tidak tampak garis sambungan pada botol, tidak berbau dan biasanya lebih mahal dari botol PVC.
o     Menyimpan madu dalam wadah logam juga tidak dianjurkan karena juga bisa bereaksi racun.
o     Madu bersifat higroskopis (menyerap air di udara), karena itu sebaiknya tidak menyimpan madu dalam wadah terbuka, apalagi lebih dari semalam. Madu yang dibiarkan teebuka lebih dari semalam maka kadar airnya akan naik / tambah encer dan kualitas akan turun.
  
 20. APAKAH MADU AMAN BAGI ANAK-ANAK DAN BAYI?
Ada pendapat dari sebagian pihak bahwa madu tidak boleh diberikan pada anak dibawah usia 1 tahun dengan alasan madu tersebut dikhawatirkan bisa menyebabkan sakit yang disebut Botulism(di sebabkan oleh clostridium Botulinum).Namun hal ini telah dibuktikan ketidakbenarannya oleh “team dokter dari rumah sakit Al Kafji National Hospital-Saudi Arabia”,yang meneliti lebih dari 220 contoh madu dari berbagai negara dan interview dengan keluarga dari 1500 bayi lebih yang di beri madu sejak lahir.Dari penelitian ini membuktikan “TIDAK ADA SATUPUN” madu yang tercemar clostridium Botilinum dan tidak ada satupun bayi yang menderita Botulism karena madu.Jadi peluang adanya Clostridium Botilium pada madu,sama dengan peluang keberadaannya pada bahan makanan lain yang berasal dari alam seperti susu dan lain-lain.Jadi madu aman di konsumsi segala usia bahkan bayi dibawah usia 1 tahun.  

http://alkhautsar.multiply.com/journal/item/10/TENTANG_MADU_AL_KAUTSAR_dan_CIRI_MADU_RUSAK_PALSU_serta_PEMAHAMAN_yang_SALAH_tentang_PEMBUKTIAN_MADU_ASLI_
 untuk info selengkapnya hubungi :
1. 08889872045/ 081332983980 Tebet jakarta selatan atau
2. 08123417720 Surabaya & Lamongan Jawa Timur) dan

STANDAR MUTU MADU LEBAH INDONESIA

Di Australia, Amerika Serikat, Perancis dan Jerman, lebah madu merupakan komoditas penting. Serangga ini menghasilkan madu (nektar), madu ratu (royal jelly), serbuk sari (polen) dan lilin lebah. Subsektor farmasi kita, masih harus mengimpor madu dari empat negara tadi. Selain sebagai penghasil madu, di empat negeri maju tersebut, lebah juga diurus oleh Departemen Pertanian mereka. Sebab fungsi lebah bukan sekedar menghasilkan madu, melainkan juga untuk meningkatkan hasil pertanian. Baik pertanian tanaman pangan seperti jagung, gandum, kedelai, kacang tanah dan bunga matahari maupun tanaman hortikultura, khususnya buah-buahan seperti apel, pear, peach, anggur dan jeruk. Di negara-negara tadi, peternak lebah diregistrasi dan informasi tentang keberadaan mereka disebarluaskan kepada para petani. Setiap saat ketika tanaman mulai berbunga, para petani akan menelepon peternak lebah untuk mendatangkan stup (kotak sarang) ke kebun mereka. Untuk itu, para petani akan memberikan fee kepada peternak lebah. Sebab lebah-lebah itu memang mereka perlukan dalam rangka polinasi (penyerbukan) agar hasil panen sesuai dengan standar nasional yang sudah ditetapkan. Itulah yang terjadi di negara-negara yang pertaniannya telah maju.
Di Indonesia, Departemen Pertanian (Deptan) kita dalam hal ini Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan, sama sekali tidak mau mengurus lebah tanpa alasan yang jelas. Kalau lebah dianggap sebagai bukan ternak dan fungsinya lebih ditujukan untuk alat penyerbukan tanaman, terutama tanaman hortikultura, mestinya perlebahan kita akan diurus oleh Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura dan Aneka Tanaman. Tetapi sampai dengan saat ini tidak pernah ada satu bagian terkecil pun di Departemen Pertanian kita yang menaruh perhatian terhadap serangga ini. Untunglah Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dan PT. Perhutani telah turun tangan untuk menangani peternakan lebah. Kwarnas Pramuka dengan Pusat Apiarinya sudah sejak tahun 1960-an menangani pengembangan peternakan lebah di Indonesia. Pusatnya ada di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta dengan lokasi pelatihan di Gringsing, Batang, Jawa Tengah dan di Goalpara, Sukabumi, Jawa Barat. Pusat Apiari Pramuka selain menyelenggarakan pelatihan juga menyediakan bibit, peralatan, bimbingan teknis sekaligus membantu pemasaran apabila peternak binaan tersebut masih mengalami/menghadapi kesulitan memasarkan produknya. Tetapi dalam praktek, sebagian besar peternak Binaan Apiari Pramuka setelah secara teknis mandiri tidak pernah merasa kesulitan memasarkan produk mereka.
PT. Perhutani, BUMN yang mengelola hutan di pulau Jawa juga ikut menangani pengembangan ternak lebah. Melalui Program Perhutanan Sosial (Social Forestry), Perhutani membentuk kelompok-kelompok tani hutan. Salah satu kegiatan kelompok ini adalah beternak lebah dengan memanfaatkan areal tanaman reboisasi seperti kaliandra, albisia, akasia dan lain-lain. Perhutani juga memberikan dukungan dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) untuk pengembangan kegiatan tersebut. Meskipun sudah ada dua institusi yang menangani perlebahan nasional secara serius, tetap saja Indonesia masih masih kekurangan madu hingga masih harus melakukan impor. Tetapi kalau kita menjumpai para peternak lebah, masih saja mereka mengeluh kesulitan memasarkan produk mereka. Hingga sering keluar tuduhan bahwa Apiari Pramuka maupun Perhutani telah berbohong. Padahal, Indonesia memang benar masih kekurangan madu dan peternak lebah juga benar kesulitan memasarkan produk mereka. Kontroversi ini terjadi karena kualitas madu yang dihasilkan oleh para peternak, masih belum bisa memenuhi standar kualitas kalangan farmasi. Kadar air madu yang dihasilkan para peternak masih berkisar sekitar 20% s.d. 25%, bahkan kadang-kadang lebih tinggi lagi. Sementara yang dituntut oleh dunia farmasi adalah madu dengan kadar air maksimal 18%.
Memang pernah ada permintaan dari pihak peternak lebah, agar kalangan farmasi membeli madu mereka yang berkadar air lebih dari 20% lalu memprosesnya lagi sampai kadar airnya tinggal 18%. Tetapi biaya untuk menurunkan kadar air madu, ternyata lebih mahal jika dibandingkan dengan biaya impor. Karena itu para pengusaha farmasi tetap memilih impor madu daripada memperbaiki madu lokal kita. Untuk dapat memenuhi kriteria kalangan farmasi tersebut, sebenarnya peternak kita bisa melakukannya dengan sangat sederhana. Hanya saja pendapatan mereka akan terkurangi. Tingginya kadar air madu kita, disebabkan oleh tingkat kelembapan kawasan tropis yang juga sangat tinggi (sekitar 60% s.d. 80%). Beda dengan kawasan subtropis yang tingkat kelembapan udaranya sangat rendah (di bawah 50%). Tingginya kualitas madu Arab atau madu Sumbawa bukan hanya sekadar mitos, melainkan karena kawasan Timur Tengah dan NTB serta NTT memang sangat kering. Hingga kadar air madu dari kawasan ini bisa kurang dari 18%. Lebah sebenarnya memiliki cara sendiri untuk menurunkan kadar air madu yang mereka kumpulkan, dengan mengipas-ngipas menggunakan sayap serta memanaskannya dengan panas tubuh mereka. Setelah kadar air madu tinggal 18%, lebah-lebah pekerja akan menutup sarang tempat penyimpanan madu tadi.
Jadi kalau peternak memanen madu setelah sarang-sarang tadi ditutup, maka kadar air produk mereka dijamin paling tinggi 18%. Tetapi untuk itu, peternak harus bersedia menunggu antara 13 sampai dengan 15 hari semenjak sarang penuh dengan madu. Biasanya apabila lebah digembalakan di kebun kapuk yang tengah berbunga, dalam satu hari penggembalaan saja, semua frame sarang dalam stup akan penuh madu. Peternak yang tidak sabar akan segera memanen madu tersebut dengan memasukkan frame ke dalam alat sentrifugal. Sarang yang telah kosong dikembalikan ke dalam stup dan esoknya akan kembali penuh lagi. Demikian seterusnya hingga volume madu yang diperolehnya sangat besar. Namun dari segi kualitas, madu tersebut masih berkadar air di atas 20%. Kalau peternak bersedia menunggu lebah-lebah tadi menurunkan kadar air madu mereka dan baru memanen ketika sarang telah ditutup, maka kualitas madunya akan sama dengan madu impor. Dengan kualitas demikian, perernak tidak akan pernah kesulitan untuk memasarkan madu mereka, karena kalangan farmasi pasti akan bersedia menampungnya; berapa pun produk yang dihasilkan peternak. Itulah penyebab utama kontroversi pemasaran madu di Indonesia. Di satu pihak peternak kesulitan memasarkan, di lain pihak kalangan farmasi harus mengimpor madu.
Lebah yang dikembangkan menjadi agroindustri penghasil madu, madu ratu, polen dan lilin lebah adalah jenis Apis mellifera yang dulu bibitnya diimpor. Jenis lebah lokal kita Apis indica, meskipun bisa dipelihara dalam batang kayu barongga (glodog), tetapi tidak bisa digembalakan hingga hasil madunya sangat rendah. Selain itu masih ada lagi lebah hutan yakni Apis dorsata. Bentuk lebah pekerja Apis mellifera agak pendek dan gemuk, warna tubuh serta sayapnya coklat terang kekuningan. Ukurannya sedikit lebih besar dari Apis indica. Tubuh lebah lokal kita lebih kecil dan juga lebih ramping. Warnanya coklat tua. Lebah hutan Apis dorsata berukuran lebih besar dari Apis mellifera, tetapi bentuk badannya ramping dan warnanya coklat gelap kehitaman. Lebah budidaya Apis mellifera tidak dapat membangun sarang apabila dalam frame tersebut tidak ada fondasi sarang. Karena itu frame sarang lebah peliharaan harus diberi fondasi dari logam. Sarang Apis mellifera dan indica sama-sama tersusun berupa sisir-sisir lempengan. Sementara sarang Apis dorsata hanya berupa satu sisir yang akan terus memanjang. Biasanya lebah hutan ini membangun sarangnya di dahan pohon-pohon hutan yang besar, tinggi dan berbatang licin. Misalnya pohon jelutung, kemang, pucung, bendo dan lain-lain. Madu Sumbawa dan Kalimantan adalah madu lebah Apis dorsata yang dipanen dari hutan dengan mengikutsertakan anak-anak lebahnya. Pengambilan madu lebah Apis dorsata dengan cara demikian akan mempercepat kepunahan jenis lebah ini.
Kawasan tropis seperti Indonesia ini, sebenarnya lebih berpotensi untuk menghasilkan madu dibanding dengan kawasan negeri empat musim. Di Australia, Amerika Serikat dan Eropa, panen madu serta polen hanya terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada musim semi serta musim panas. Selanjutnya pada musim gugur dan musim dingin, lebah harus diberi makan gula atau sirup. Di Indonesia lebah bisa digembalakan sepanjang tahun. Sebab musim berbunga tanaman pangan, hortikultura serta tanaman hutan terjadi sepanjang tahun. Hingga praktis pemberian makan terhadap lebah-lebah ini, jangka waktunya lebih pendek. Yakni pada saat peralihan penggembalaan dari satu areal lahan ke areal lahan lainnya. Apabila jaraknya cukup jauh, pada saat istirahat lebah perlu diberi makan. Jenis tanaman yang paling banyak menghasilkan polen adalah jagung. Di Indonesia, jagung ditanam sepanjang tahun. Pada musim penghujan komoditas ini ditanam di lahan kering, sementara pada musim kemarau penanamannya dialihkan di lahan sawah. Buah-buahan yang banyak menghasilkan madu antara lain apel, lengkeng, rambutan, pisang dan durian. Dengan catatan, pengambilan madu durian akan dilakukan lebah pada pagi-pagi sekali atau sore hari. Sebab mekarnya bunga durian terjadi pada malam hari. Tanaman yang paling banyak menghasilkan madu adalah kapuk randu. Karena itu harga madu kapuk tergolong yang paling murah. Jenis-jenis madu yang dihasilkan oleh lebah Apis mellifera memang sangat bergantung pada jenis bunga (tanaman) yang tumbuh di areal penggembalaan. Beda dengan lebah Apis dorsata dari Sumbawa, bisa berwarna jernih karena merupakan madu bunga rumput.
Pusat Apiari Pramuka telah mendata berbagai jenis tanaman penghasil madu berikut musim berbunganya. Hingga para peternak lebah dapat dengan mudah mencari alternatif areal penggembalaan. Modal awal beternak lebah masih tergolong kecil. Dengan uang antara Rp 20.000.000,- sampai dengan Rp 50.000.000,- seorang calon peternak sudah bisa memulai bisnis ini secara full time. Karena adanya bimbingan teknis dari Apiari Pramuka maupun Perhutani, maka bisa dipastikan kesulitan-kesulitan teknis akan teratasi dengan relatif mudah. Yang diperlukan hanyalah kejelian mencari areal penggembalaan. Karena lebah harus terus-menerus digembalakan, maka mereka yang tidak memiliki lahan sama sekali pun bisa beternak lebah. Hanya saja, kondisi Indonesia masih belum seperti di Eropa atau AS. Di sini, peternak lebah yang menggembalakan ternaknya di kebun kapuk atau lengkeng justru harus membayar ke pemilik kebun. Padahal, para peternak lebah ini akan melipatgandakan hasil pertanian para pekebun tersebut. Inilah yang juga membuat agroindustri madu di Indonesia tidak bisa berkembang secara sehat. Ditambah lagi dengan cueknya Departemen Pertanian kita dalam urusan perlebahan. Kalau Deptan memang tidak berkenan menangani komoditas ini sebagai ternak mestinya masih tetap bersedia untuk memfungsikannya sebagai sarana peningkatan hasil pertanian melalui penyempurnaan proses penyerbukan. (R) ***

Lebah, Madu dalam Alquran



Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT pasti tak ada yang sia-sia. Di antara ciptaan Sang Khalik yang istimewa adalah lebah. Serangga yang satu ini menempati posisi penting dibanding serangga lainnya. Tak heran jika lebah dijadikan salah satu nama surat dalam Alquran.
 Surat ke-16 dalam Alquran adalah An Nahl yang berarti lebah. Secara khusus, surat Makkiyah tersebut dinamakan An Nahl atau lebah, karena pada ayat ke-68 terdafat firman Allah SWT yang berbunyi, ”Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.”
Lebah memang spesial. Ia merupakan makhluk Allah SWT yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Dalam penjelasan surat An Nahl yang tercantum dalam Alquran dan Terjemahannya disebutkan bahwa ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.
Apa persamaannya? Simak ayat berikut: ”… Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS An Nahl:69).
Madu berasal dari sari bunga dan menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia. Sedangkan Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kemukjizatan madu sebagaimana disampaikan Alquran telah terbukti secara ilmiah. Dalam Tafsir Alquran, Sayyid Quthb mengungkapkan, madu sebagai obat penyembuh penyakit sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para pakar kedokteran. Inilah salah satu bukti kebenaran ayat Alquran yang harus diyakni umat manusia.
Sedangkan dalam Tafsir Alquran Ibnu Katsir diterangkan bahwa madu lebah itu warnanya bermacam-macam sesuai dengan makanannya. Ada yang berwarna putih, kuning, maupun merah. Selain itu, menurut Ibnu Katsir, madu cocok bagi setiap orang, misalnya untuk mengobati dingin, karena madu itu panas.
Di dunia Islam, penggunaan madu sebagi obat sudah diterapkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu, madu digunakan untuk mengobati penyakit diare. Lem lebah yang berasal dari madu juga sangat berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Kajian khasiat madu secara ilmiah juga telah diteliti oleh ilmuwan Muslim terkemuka di era keemasan Islam, yakni Ibnu Sina (890-1037). Bapak kedokteran dunia dan pemikir Muslim agung di abad ke-10 M itu tercatat sebagai dokter yang mengulas mengenai khasiat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran.
Selama hidupnya Ibnu Sina banyak mengkonsumsi madu sehingga awet muda dan berumur panjang. Madu, menurut Ibnu Sina, dapat menyembuhkan berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, seperti tekanan darah tinggi dan jantung. Madu juga dapat menurunkan suhu badan serta mengatur sekresi, sehingga dapat menghilangkan penyakit demam.
Ibnu Sina juga telah meneliti khasiat madu untuk perawatan kecantikan tubuh. Menurut Ibnu Sina, madu dan minyak zaitun mampu menjadi obat mujarab yang digunakan sebagai kosmetika yang memiliki beragam khasiat.
Madu dan minyak zaitun, papar Ibnu Sina, bisa mengencangkan kulit muka dan seluruh kulit badan. Kedua bahan alami yang mendapat perhatian khusus dalam Alquran itu mampu menghilangkan flek-flek hitam dan jamur kulit. Selain itu, madu dan minyak zaitun juga bisa menghaluskan kulit dan mengurangi kerutan pada wajah.
Yang tak kalah menariknya, Ibnu Sina pun telah menemukan fakta bahwa minyak zaitun dan madu mampu menghilangkan bau badan yang tak sedap, serta bisa memberikan vitamin pada kulit dan melembabkannya. Selain untuk kosmetik, madu juga bisa digunakan untuk bearagam kegunaan lainnya. Mulai dari makanan, obat-obatan sampai bahan untuk alat-alat kecantikan.
Sejatinya, manfaat madu telah dirasakan peradaban manusia sejak dahulu kala. Orang Mesir Kuno telah mengonsumsinya. Penduduk Mesir Kuno sudah terbiasa memanfaatkan madu sebagai makanan bergizi tinggi serta obat berbagai macam penyakit yang mujarab. Meski begitu, peradaban kuno belum mampu menjelaskannya secara ilmiah.
Adalah Ibnu Sina seorang dokter legendaris sepanjang masa – yang telah berhasil membuktikan kebenaran khasiat madu tersebut, dalam usia tua. Konon, Ibnu Sina masih tetap kelihatan sehat dan segar bugar layaknya seorang pemuda, karena terbiasa mengonsumsi madu.
Hasil penelitian terakhir yang dikeluarkan dari Universitas Moskow, menyatakan madu ternyata juga mengandung logam alumunium, boron, krom, tembaga, timbal, titanium, seng, asam organik, asetilkolin, hormon, antibiotik, zat antiracun serta zat antikanker.
Zat-zat ini sangat penting untuk memperlancar proses biokimia tubuh dan proses penyembuhan aneka penyakit. Sementara kandungan enzim dalam madu dilaporkan paling tinggi jika dibandingkan dengan makanan lainnya.
Penelitian ini juga menyebutkan madu diyakini dapat menyembuhkan tukak lambung (maag), radang usus, serta kesulitan buang air besar (sembelit). Jadi sangat baik memang untuk mengkonsumsi madu dalam keseharian kita.
Dalam Alquran, madu pun menjadi simbol kenikmatan surga balasan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. ”(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” (QS:MUHAMMAD: 15).

Sumber : talazoft.blog.usu.ac.id

Madu Dalam Literatur Kuno


Sejarah lebah madu, sudah ditulis sejak ratusan tahun sebelum masehi; Aristoteles (342 tahun SM ), Cato (200 tahun SM), Varro (100 tahun SM), Virgil (50 tahun SM), Collumella (60 tahun SM) dan abad baru ditandai dengan penerbitan buku ’’De Animalibus Insectis Libri Sertem’’ oleh Ulysse Aldrovandi (1602). Buku itu menceritakan penduduk asli di Cumana yang terbiasa makan tempayak lebah, dan abu lebah digunakan untuk mempercepat pertumbuhan jenggot.
Buku lainnya yang terbit di Inggris ditulis Thomas Hill berjudul ‘’The Arts of Gardening’’ (1574). Memasuki abad ke-18, banyak karangan baru yang diterbitkan. Pada abad ke-19, karangan tentang ternak lebah modern kian meluas di seluruh dunia terutama di negara barat, dan bahkan sejak awal abad ke-20 tak terhitung jumlah penerbit yang membahas masalah perlebahan di dunia.
Masyarakat Mesir dan Yunani kuno menggunakan madu untuk berbagai keperluan. Dalam sebuah dokumen Mesir kuno yang ditulis sekitar tahun 2600-2200 SM di atas papyrus menyatakan, madu merupakan bahan utama penyembuh luka. Sebuah catatan tahun 1553-1550 SM juga menulis, selain diresepkan sebagai penyembuh luka, madu juga bermanfaat untuk melancarkan saluran pencernaan dan meredakan nyeri pada perut.
Pythagoras sebagai ahli ilmu pasti mencapai usia 90 tahun karena selalu minum madu. Pelopor pengembangan teori atom, Democritus selalu mencampurkan madu dalam makanan sehingga dapat hidup lebih dari 100 tahun. Democritus membuka resep awet muda yaitu rutin minum madu setiap hari dan menggosokkan kulitnya dengan minyak.
Penyair Romawi terkenal, Ovidius menyarankan agar setiap orang selalu minum madu dan susu supaya tetap bugar dan sehat. Aristoteles (bapak Ilmu Pengetahuan Alam) berpendapat yang sama bahwa madu mempertinggi kesehatan manusia dan memperpanjang umur. Begitu juga Pollius Romillius (senator Romawi), Pliny (pengarang sejarah alam semesta) dan Dioscorides (ilmuwan Yunani) melalui lukisan mereka dinyatakan, madu sangat mujarab untuk pengobatan penyakit usus dan luka-luka infeksi (Pak Oles, Koran Pak Oles, Edisi 112, 2006).
Sebuah catatan tertulis menyatakan, prajurit Roma membawa kue kering yang terbuat dari bee pollen, madu dan biji padi-padian sebagai ransum saat dalam perjalanan. Analis kimia modern membuktikan, bee pollen mengandung nutrisi yang cukup untuk memperpanjang usia dan menjaga tubuh dalam kondisi prima.
Bapak kesehatan modern Hippocrates (460-370 SM) juga menganjurkan bee pollen dan propolis sebagai obat untuk meningkatkan kualitas kesehatan. “Jadikanlah madu sebagai obatmu dan obatmu sebagai makanan,” ungkap Hippocrates yang hidup hingga usia 107 tahun. Pada masa itu, madu sering dipakai untuk menambah tenaga karena kandungan kalorinya yang tinggi. Hippocrates membuat resep yang disebut oxymel; campuran antara vinegar atau cuka dengan madu untuk pengobatan nyeri atau sakit. Resep lain; hydromel yaitu campuran air dan madu untuk pelepas dahaga dan pengobatan demam ringan. Untuk pengobatan demam akut, Hippocrates membuat ramuan yang terdiri dari campuran madu, air dan berbagai tumbuhan obat (dr Adji Suranto, SpA, 2005).
Pada abad pertengahan, ilmuwan muslim Arab yang cukup tersohor Ibnu Sina alias Avicenna (980-1037 M) menuliskan dalam sebuah dokumen kuno, ‘’Madu dapat membantu penyembuhan ketika kita terserang pilek, dapat membuat kita merasa lebih gembira, merasa sehat, melancarkan pencernaan, mengobati masuk angin, dan membuat rasa masakan menjadi lebih enak. Madu adalah cairan untuk menjaga tubuh agar tetap terlihat muda dan segar, memperbaiki daya ingat, dan meningkatkan kecerdasan’’.
Ibnu Sina juga menulis, madu berkhasiat amat manjur untuk mengobati kulit yang terinfeksi. Madu sering digunakan untuk penyembuhan segala jenis luka. Menurut Ibnu Sina, madu dapat memperpanjang umur dan memelihara kemampuan bekerja di hari tua. Ia menganjurkan agar orang yang berusia 45 tahun ke atas harus minum madu teratur bersama buah-buahan berdaging keras yang banyak mengandung minyak.

Sumber : (banyulender.wordpress)

KARAKTERISTIK LEBAH KLANCENG


Lebah madu, berupa serangga kecil dengan fenomena yang sangat luar biasa. Sayapnya yang transparan dengan guratan hiasan indah sangat cantik, dikenal dengan sebutan hymen. Sehingga digolongkan dalam kelompok Hymenoptera.
Lebah madu bisa dikelompokkan dalam dua kelompok besar yaitu lebah madu yang membuat sarang di dalam ruangan dengan sarang yang berlapis-lapis dan lebah madu yang membuat sarang di alam terbuka dengan sarang tunggal.
Lebah madu kelompok pertama terdiri dari lebah Apis mellifera (penyebaran alaminya di Asia Barat hingga Eropa dan Afrika namun sekarang sudah menyebar ke seluruh pelosol dunia), Apis cerana (penyebaran alaminya di Asia dan sudah masuk ke sebagian kawasan austronesia), Apis nuluensis (penyebaran alami sementara diketahui di dataran tinggi/ gunung di Kalimantan), Apis nigrocinta (penyebaran ada di Sulawesi), Apis koschevnikovi (penyebaran di Kalimantan).
Lebah madu kelompok kedua terdiri dari lebah Apis dorsata (lebah hutan, penyebaran di Asia Selatan dan Asia Tenggara), Apis laboriosa (masih menjadi perdebatan para peneliti apakah jenis tersendiri atau bergabung dengan Apis dorsata), Apis florea (penyebaran di Asia Tenggara daratan), Apis andreniformis (mirip dengan Apis florea, banyak ditemukan di semenanjung malaya dan Sumatra).
Lebah di luar kelompok lebah madu masih sangat banyak termasuk engang (tabuhan) yang menjadi hama lebah, klanceng (jw)/ teuweul (sd) sebagai lebah tanpa sengat (stingless bees) yang menghasilkan madu (jenis Trigona, melliponina, mellipona).
http://jualmaduasli.wordpress.com/2009/11/10/lebah-klanceng/

Sebagian Khasiat Madu Murni


Madu dapat dikonsumsi oleh segala USIA , mulai dari Janin hingga Manula.
  1. Memperkuat janin yang lemah dalam kandungan ( rahim ).
  2. Membantu menjaga stamina dan kesehatan Ibu Hamil karena memberikan asupan gizi yang  tinggi bagi pertumbuhan janin yang sehat selama dalam kandungan
  3. Membantu perkembangan otak bayi, karena setiap harinya otak terus berkembang sampai dengan usia 5 tahun. Untuk itu ia membutuhkan gizi yang tinggi.
  4. Mengobati luka bakar. Madu memiliki spesifikasi anti proses peradangan (inflammatory activity anti)
  5. Meningkatkan nafsu makan Anak-anak ( adanya unsur vitamin B yang lengkap dalam madu), dan mempercepat pertumbuhan fisik sehingga anak tumbuh sehat , lincah dan riang serta tahan penyakit.                          ( H.Mohamad , 2002 ).
  6. Mengembalikan  stamina dari kelelahan dan stress.
  7. Makanan terbaik yang sangat diperlukan bagi manula yang organ pencernaannya sudah mulai berkurang fungsinya, karena madu adalah sumber energi dan gizi yang dapat diserap langsung oleh tubuh.               ( Kesehatan 2001 ).
  8. Bila digunakan untuk bersikat gigi bisa memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi, mengobati sariawan dan gangguan mulut lain.
  9. Dengan menggunakan cairan madu berkadar 90% (madu dicampur air hangat) dua hari sekali di bagian-bagian yang terinfeksi di kepala, diurut pelan-pelan selama 2-3 menit, madu dapat membunuh kutu, menghilangkan ketombe, memanjangkan rambut, memperindah dan melembutkannya serta menyembuhkan penyakit kulit kepala.
  10. Mampu menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes karena adanya unsur antioksidan yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah sehingga kadar gula tersebut tidak terlihat tinggi. Madu nutrisi kaya vitamin B1, B5, dan C dimana para penderita diabetes sangat membutuhkan vitamin-vitamin ini. Sesendok kecil madu alami murni akan menambah cepat dan besar kandungan gula dalam darah, sehingga akan menstimulasi sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin. Sebaiknya penderita diabetes melakukan analisis darah dahulu untuk menentukan takaran yang diperbolehkan untuknya di bawah pengawasan dokter.
  11. Mencegah terjadinya radang usus besar (colitis), maag dan tukak lambung. Madu berperan baik melindungi kolon dari luka-luka yang biasa ditimbulkan oleh asam asetat dan membantu pengobatan infeksi lambung (maag). Pada kadar 20% madu mampu melemahkan bakteri pylori penyebab tukak lambung di piring percobaan.
  12. Amat bergizi, melembutkan sistem alami tubuh, menghilangkan rasa obat yang tidak enak, membersihkan liver, memperlancar buang air kecil, cocok untuk mengobati batuk berdahak. Buah-buahan yang direndam dalam madu bisa bertahan sampai enam bulan.
  13. Madu dicampur dengan habbatus sauda’ yang sudah ditumbuk dibuat adonan setelah dicampur air panas  kemudian diminum rutin berhari-hari dapat menghancurkan batu ginjal dan batu kandung kemih, memperlancar air seni, haid dan ASI.
  14. Madu adalah obat penenang, anti-fungal dan bergizi tinggi, dan membantu mempertahankan kalsium dalam tubuh.
  15. Madu mempunyai sifat antibakteri, baik untuk luka dalam maupun luka luar.
  16. Madu paling banyak dipakai dalam pengobatan alternatif, karena madu mempunyai sejarah nyata dalam pengobatan.
  17. Madu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  18. Madu meringankan dan mendorong penyembuhan luka dalam mulut, atau vagina.
  19. Madu merupakan pelembab sempurna, dan dapat digunakan pada kulit sebagai maskeran.
  20. Madu dapat menyembuhkan luka luar, infeksi kulit dan infeksi luka bedah.
  21. Madu merupakan terapi sangat baik untuk menyembuhkan 90% kasus alergi.
  22. Madu sangat baik untuk kesehatan gigi dan mulut. Madu mengurangi produksi asam, sehingga membunuh bakteri yang ada pada gigi, juga memblokir pertumbuhan bakteri mulut.
  23. Madu meningkatkan nafsu makan pada anak-anak.
  24. Madu sangat baik untuk penderita asma.
  25. Minum 1 sendok madu setiap hari mencegah osteoporosis di hari tua.
  26. Madu mengatasi sembelit, juga menghentikan diare
Masih ada pandangan yang salah atau keliru tentang kualitas madu . Ada yang menganggap bahwa madu yang baik adalah yang menimbulkan letusan ketika tutupnya di buka atau yang tidak di kerumuni semut. Justeru madu tersebut telah rusak terfermentasi oleh enzim dan mengarah kepada terjadinya gas dan alkohol itulah sebabnya semut tidak mau mendekatinya.
Madu terbaik adalah yang paling jernih, putih dan tidak tajam serta yang paling manis. Madu yang diambil dari daerah gunung dan pepohonan liar memiliki keutamaan tersendiri daripada yang diambil dari sarang biasa, dan itu tergantung pada tempat para lebah berburu makanannya.
Sumber :   (detikhealth.com, Prima Yuniarti/Voice of al Islam)