Selasa, 01 Februari 2011

SENJATA AMPUH SEORANG ENTREPRENEUR


Seorang entrepreneur yang baik harus mempunyai jiwa pemimpin. Keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan, sangat ditentukan oleh pemimpinnya. Lingkaran pusat kepemimpinan adalah komunikasi. Komunikasi merupakan seni atau cara untuk menyampaikan sesuatu, agar orang lain memahami kita. ”Komunikasi merupakan ketrampilan paling penting dalam hidup. Kita menghabiskan sebagian besar jam bangun kita untuk berkomunikasi ” kata Stephen R. Covey. Dalam memecahkan masalah bawahan, kita cenderung untuk menyerbu masuk, untuk memperbaiki segala sesuatu dengan nasihat yang baik. Tetapi seringkali kita mengalami kegagalan, terutama kegagalan dalam meluangkan waktu untuk mendiagnosis masalah untuk benar-benar mengerti secara mendalam masalahnya terlebih dahulu. Kita biasanya berusaha untuk lebih dahulu dimengeri. Kebanyakan orang tidak mendengar dengan maksud untuk mengeri tetapi mereka mendengar untuk menjawab. Mereka bersiap untuk berbicara, menyaring segalanya melalui paradigma mereka sendiri, membacakan autobiografi mereka ke dalam kehidupan orang lain. Untuk berusaha mengerti lebih dahulu, kita membutuhkan perubahan paradigma yang tidak mudah. Kita sejak kecil telah diajarkan berbicara, menulis dan membaca. Kita tidak diajarkan, bagaimana caranya mendengar yang baik itu. Mendengar ada beberapa tingkatan, mulai dari tidak berusaha mendengar, pura-pura mendengar, mendengar hanya bagian yang kita senangi saja, mendengar dengan penuh perhatian dan mendengar aktif Mendengar aktif merupakan titik pusat komunikasi. Mendengar aktif lebih efektif digunakan, apabila
lawan bicara mempunyai masalah. Mulai dari masalah yang dialami anak-anak, remaja, orang tua sampai masalah di perusahaan. Tujuan mendengar aktif adalah membantu lawan bicara beralih dari masalah yang tampak ke masalah yang mendasar atau masalah yang sesungguhnya, mencegah Anda memberikan pemecahan masalah, membantu lawan bicara memecahkan masalah secara mandiri dan merangsang hubungan yang lebih hangat.
Mendengar aktif adalah mendengar dengan merespon perkataan, maksud dan perasaan lawan bicara. Dengan merespon, perkataan, maksud dan perasaan lawan bicara, maka lawan bicara akan senang sekali, karena perasaannya dapat dilesap sedikit demi sedikit, bisa menjadi lebih ramah dan rasa sayang lebih mendalam. Lawan bicara akan mulai mendengarkan Anda dan menjadi lebih bertanggungjawab. Anda tidak harus menjadi “orang super”.
Salah seorang staf saya, sering sekali tidak masuk kantor. Biasanya bagian personalia memanggil dan memintanya untuk masuk dan kadangkali diberi peringatan. Seringkali hal itu justru karyawan tersebut malah lebih sering tidak masuk kerja. Pengalaman saya mengajarkan bahwa tidak demikian dalam menangani karyawan tersebut. Saya melakukan dengan mendengarkanm secara aktif mengapa ia tidak masuk kerja. “Apa ada masalah, kenapa Anda sering tidak masuk kerja?” saya bertanya. ”Tidak Pak” jawabnya singkat “Apa mungkin saya dapat membantu Anda?” kata saya. ”Tidak Pak” jawabnya singkat. “Tetapi kenapa?” tanya saya. “Begini Pak. Pembantu saya, pada saat saya mau berangkat kerja pacaran dengan anak SMA, sehingga saya menunggu sampai anak SMA tersebut berangkat atau kadang-kadang sering tidak masuk. Dengan pembantu pacaran tersebut, anak saya yang palingkecil tidak terpelihara, bahkan pernah anak saya masuk ke kolam, sehingga sayakan khawatir sekali Pak” jawabnya. “Apa yang dapat saya Bantu, agar permasalah tersebut dapat selesai?” Tanya saya. “Saya dapat menyelesaikannya sendiri” jawabnya. Sejak saat itu, staf saya tersebut selalu masuk. Dari situlah kita dapat mengetahui permasalah utamanya, mengapa ia sering tidak masuk. Dengan mendengar aktif, kita tidak perlu memecahkan masalahnya, tetapi ia dapat menyelesaikannya sendiri. Mendengar aktif merupakan titik pusat komunikasi, salah satu yang menentukan dalam keberhasilan seorang entrepreneur. Mendengar aktif merupakan senjata ampuh bagi seorang entrepreneur .
Sumber artikel : Mohammad Suyanto

http://mobile9worlds.blogspot.com/2009/12/senjata-ampuh-seorang-entrepreneur.html

Tidak ada komentar: