Kamis, 03 Februari 2011

Di Banyuwangi Harga Durian Anjlok

Banyuwangi (Bali Post)-
Musim panen raya tahun ini tak membuat petani durian di Banyuwangi, Jawa Timur sumringah. Alasannya, selain hasil panen turun, harga buah ini anjlok akibat melimpahnya pasokan. Bahkan, di sejumlah desa banyak buah durian dibiarkan membusuk karena harganya murah.

Harga durian termahal hanya menembus Rp 50.000/biji. Bahkan ada yang hanya Rp 3.000/biji. Sebelum panen raya, harga durian paling murah Rp 15.000/biji. Turunnya harga ini dipicu membludaknya hasil panen petani. Meski secara umum menurun, pasokan yang masuk ke pasar masih saja tinggi. ''Ini fenomena biasa, panen raya, harga langsung turun,'' kata Ipung (40), petani durian di Songgon, Banyuwangi, Selasa (4/5) kemarin.

Turunnya harga ini membuat petani kelimpungan. Mereka tidak bisa menikmati hasil panen seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi hasil panen rata-rata turun sekitar 20 persen. Akibat cuaca buruk, kualitas durian banyak yang kerdil. Kondisi ini disebabkan hujan turun ketika pohon durian sedang berbunga. ''Karena bunganya banyak yang rontok, hasil panen durian menurun tajam,'' keluhnya lagi.

Karena harganya murah, banyak petani enggan memanen buah durian. Apalagi buahnya berukuran kecil dan tidak layak jual.

Di Banyuwangi, sentra buah durian terdapat di tiga kecamatan, masing-masing Songgon, Licin dan Kalipuro. Dari ketiga lokasi ini, Kecamatan Songgon yang paling banyak menghasilkan buah durian. Dalam sehari, setiap petani bisa menghasilkan sekitar dua ton buah durian. Tahun sebelumnya, petani mampu memproduksi hingga 2,5 ton durian dengan kualitas baik. ''Cuacanya tidak mendukung, sehingga hasil panen ikut anjlok,'' kata Sigit (26), petani lainnya.

Turunnya harga menjadi berkah tersendiri bagi para pengepul buah durian. Mereka bisa meraup untung besar untuk dikirim ke luar daerah. Buah durian Banyuwangi banyak dikirim ke kota-kota besar di Jawa, seperti Surabaya, Bandung dan Jakarta. Bali juga termasuk daerah kiriman buah durian asal Banyuwangi. Selain murah, durian Banyuwangi terkenal lebih tebal, awet dan rasanya manis.

Jai (30), salah satu pengepul durian mengatakan pihaknya bisa mengirimkan buah durian hingga 20 ton per hari ke luar Banyuwangi. Menurutnya, musim durian di Banyuwangi berbeda dengan daerah penghasil durian lainnya. Di Banyuwangi, musim panen raya berkisar antara April-Mei, sedangkan daerah lain biasanya Oktober-November. ''Harga belinya murah, tapi ongkos kirim yang mahal,'' katanya. (udi)

http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaindex&kid=3&id=34852

Tidak ada komentar: