Kamis, 03 Februari 2011

PERAN WANITA DALAM JIHAD

Peran wanita dalam jihad

Posted on 29-08-2010 by Thoriquna Thoriqul Huda


Peran wanita dalam jihad
Ummu Abdurrahman
Segala puji bagi Allah rabb semesta alam shalawat serta salam bagi penutup para nabi dan rasul dan para keluarga serta seluruh sahabatnya dan para pengikutnya langkahnya hingga hari kiamat.
Saudariku muslimah….
Dalam kondisi yang dialami oleh umat ini dan segala kelemahan yang mereka dapati, dan dalam kehinaan serta kerendahannya dan pengkhianatan para penguasa dan menjadi antek dan ikut serta dalam serangan salibis yahudi dunia terhadap islam dan para penduduknya yang dipimpin oleh Amerika dan Britania untuk menjajah dan merampas negeri serta menguras kekayaan kaum muslimin, menumpahkan darah dan melecehkan kehormatan serta menginjak-injak kesucian mereka dan setelah sebagian besar para lelaki menjadi lemah dan tidak mampu melaksakan kewajiban agamanya.
Dan dalam bayangan gambar yang mengerikan sampai kepada umat islam kita maka wajib bagi kalian wahai para akhwat muslimah untuk kembali mengulang peran kalian sebelumnya dalam berkhidmat untuk menolong agama dan umat kalian. Lalu apa perang kalian dalam hal itu?
Sungguh peran kalian sangat besar dan sangat penting, bagaimana tidak sedangkan kalian adalah para pendidik generasi muda dan pencetak para lelaki, maka peran serta kalian wajib sesuai dengan kemampuan kalian.
Dan saya meringkasnya beberapa point penting dalam hal ini:
1. Berkhidmat untuk mujahidin
Dan menyiapkan tempat yang cocok bagi mereka jika kalian diminta untuk itu, dan hafalkanlah hadits tentang hal itu dari Ummu Athiyah yang berkata: “Aku ikut serta berperang bersama rasulullah sebanyak tujuh peperangan yang aku ikut dibelakang mereka, aku membuat makanan untuk mereka, mengobati yang terluka dan melayani orang yang sakit”.
Dan hadits: “Barang siapa yang memudahkan kesulitan seorang muslim maka Allah akan memudahkannya pada kehancuran hari kiamat dan barang siapa yang menutupi aurat seorang muslim maka Allah akan menutupinya pada hari kiamat”.
2. Membela para mujahidin dengan perkataan dan penjelasan akan kebenaran dengan sebaik-baiknya, membantah setiap seragan yang menyudutkan mereka yang disebarkan oleh berbagai media yang berdiri dibelakangnya untuk menggembosi jihad dan mematikan karakternya serta memberikan citra buruk kepada para tokohnya, berdasarkan hadits: “Perangilah kaum musyrikin dengan harta, jiwa dan lisan kalian”.
Dan membatahkan orang-orang yang tidak berjihad serta para penghalang dan penggembos jihad.
Para pengecut melihat kepengecutan adalah akal….
Padahal itulah tipu daya tabiat para pencela…..
3. Menolong para mujahidin dengan harta.
Walau hanya dengan sedikit saja dan beramal untuk mengumpulkan donator bagi mereka berdasarkan hadits: “Satu dirham nilainya melebihi seratus ribu dirham, seseorang yang memiliki dua dirham dan salah satunya dia sedekahkan, dan seseorang yang memiliki banyak harta lalu mengambil seratus ribu dirham lalu dengannya dia bersedekah”.
4. Banyak berdoa untuk mereka
Dengan kemenangan dan keteguhan berdasarkan hadits: “Doa seorang muslim bagi saudaranya yang tidak nampak mustajabah diatas kepalanya seorang malaikat yang mewakili, setiap dia berdoa bagi saudaranya maka malaikat itu berkata: Amiin dan juga untuk mu”. (HR. Muslim).
5. Menjauhi kemewahan
Karena kemewahan adalah musuh jihad dan hati-hatilah dari kesempurnaan dan kecukupan kebutuhan. “dari wasiat syaikh Abdullah Azzam”.
6. Mendidik anak dengan pendidikan iman
Dengan penuh keberanian dan kepahlawanan serta jihad dan menanamkan di dalam jiwa anaknya cinta jihad dan medan para pahlawan serta medan perang. “dari wasiat syaikh Abdullah Azzam”.
7. Memperhatikan berita kaum muslimin
Dan merasakan kesedihan atas musibah yang menimpa mereka berupa kedzaliman dan siksaan dan janganlah disibukkan dengan perkara yang menyenangkan daripada perkara besar. Lalu bagaimana kalian merasa bahagian dan tidur dengan tenang sedangkan saudara kalian antara terbunuh, terluka, menjadi buron dan diculik. Dan para akhwat kalian di tangan para musuh yang keji dan sewenang-wenang.
Bagaimana seorang muslim tenang dan bahagia….
Sedangkan para muslimah bersama musuh yang keji….
Yang berkata kami khawatir dengan pelecehan…..
Dan berkata: Seandainya aku tidak pernah dilahirkan…..
Dan terakhir wahai saudariku…
bahwa negeri kaum muslimin itu seperti satu negeri, maka dimanapun sejengkal tanah kaum muslimin mendapatkan bahaya wajib bagi semua tubuh umat islam ini untuk menjaga tanah ini dari musuh penjahat.
Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita dan kalian kepada apa yang Allah cintai dan ridhai dan akhir dakwah kami segala puji bagi Allah rabb semesta alam.
——————————————————————
Diterjemahkan oleh al akh Ibnu Qalami hafidzohulloh..
Dari Majalah :Shadal Malahim edisi keempat
Sumber :
Forum Jihad Al Tawbah

Tidak ada komentar: